<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
  <responseDate>2026-06-10T21:11:48Z</responseDate>
  <request resumptionToken="200____oai_dc" verb="ListRecords">http://repo.itsi.ac.id/oai2.php</request>
  <ListRecords>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-288</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T10:48:00Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA KEANDALAN ALAT DAN MESIN DI PABRIK KELAPA SAWIT KAPASITAS 45 TON MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODES AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)</dc:title>
          <dc:creator>RAHMAT PUTRA WARUWU</dc:creator>
          <dc:subject>Failure Modes and Effect Analysis</dc:subject>
          <dc:subject>Keandalan Alat dan Mesin</dc:subject>
          <dc:subject>Risk Priority Number</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=288</dc:identifier>
          <dc:description>Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi minyak sawit dan inti sawit. Pengolahan minyak sawit adalah untuk memperoleh minyak sawit yang berasal dari daging buah (mesocarp) sedangkan pengolahan inti sawit adalah untuk memperoleh inti yang berasal dari biji (nut). Dalam usaha untuk mempertahankan mutu dan meningkatkan produktivitas, pabrik harus mempunyai jam olah sesuai standart operasional produksi yaitu 20 jam/ hari. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah kesiapan mesin untuk mengolah. Penelitian ini membahas tentang sering terjadinya kerusakan alat dan mesin yang menyebabkan terganggunya operasional Pabrik Kelapa Sawit. Menganalisa suatu unit untuk mengetahui bagian yang mengalami kerusakan dan jenis kerusakannya. Data-data kerusakan masing-masing stasiun diolah dengan diagram pareto dan ditemukan bahwa yang sering mengalami keusakan yaitu Stasiun Kernel. Selain itu penelitian ini juga menganalisa jenis kerusakan dan resiko kritis dari unit tersebut menggunakan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). dengan menggunakan data kerusakan selama satu tahun. Sehingga nantinya akan diketahui nilai Risk Priority Number (RPN) yang tertinggi yang menjadi prioritas utama saat melakukan maintenance. Hasil penelitian ditemukan pada Stasiun Kernel yang sering mengalami kerusakan dengan lama Jam Perbaikan 182,50 jam dalam kurun waktu satu tahun. Jenis kerusakan dengan lama Jam Perbaikan tertinggi adalah Bearing Pecah dengan waktu 37,08 jam. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah Bearing pecah dengan nilai 648. Daftar resiko kritis dari metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) ditemukan yang menjadi prioritas dalam maintenance yaitu Bearing pecah.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-13_104256.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>59 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 RAH A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-289</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T10:52:13Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGGUNAAN AIR KELAPA DAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN UNTUK PERCEPATAN LAJU PERKECAMBAHAN PADA BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD ALDAN PHAKSI WIDODO</dc:creator>
          <dc:subject>Kelapa sawit, perkecambahan, air kelapa, giberelin</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=289</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD ALDAN PHAKSI WIDODO. PENGGUNAAN AIR KELAPA DAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN UNTUK PERCEPATAN LAJU PERKECAMBAHAN PADA BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.). Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Retno Diah Setiowati, S.Si., M.Sc, Eka Bobby F, S.P., M.Si, dan Mohamad Arif, S.P., M.Agr.St.Benih yang berkualitas tinggi untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit adalah benih hasil persilangan antara pohon induk tipe Dura dengan Pisifera. Salah satu permasalahan dalam meningkatkan produksi benih, benih kelapa sawit adalah benih kelapa sawit memiliki kulit yang keras sehingga harus melalui perlakuan khusus agar benih dapat berkecambah lebih cepat. Penelitian ini dilakukan di Seed Processing Unit Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang berlokasi di Marihat, Pematangsiantar. Waktu penelitian selama 4 bulan yang dimulai pada September sampai Desember 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan dan viabilitas kecambah dari masing-masing perlakuan perendaman. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 3 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Tiga taraf perlakuan perendaman yaitu (Z1) air kelapa, (Z2) giberelin, dan (Z3) air biasa diulang sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, perlakuan Z2 menggunakan larutan giberelin dengan konsentrasi 50 ppm memperoleh hasil dengan daya kecambah terbanyak dengan persentase daya berkecambah 67%, namun persen kontaminasi dan abnormalitas kecambah cukup tinggi dibandingkan perlakuan Z1 menggunakan air kelapa 100% dan perlakuan Z3 menggunakan air biasa, dengan persen kontaminasi perlakuan Z2 sebesar 7,66% dan persentase kecambah abnormal sebesar 10,76%. Selain itu, ketiga perlakuan mulai berkecambah pada hari yang sama dihari ke-19 setelah benih masuk ke ruang perkecambahan, namun kecambah terbanyak muncul pada perlakuan Z2 (giberelin 50 ppm) yaitu rata-rata 59 butir kecambah.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Mal_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>62 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-290</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T10:54:30Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>BIOPLASTIK BERSUMBER BAHAN SELULOSA TANDAN KOSONG (TKKS) DAN PELEPAH KELAPA SAWIT (PKS)</dc:title>
          <dc:creator>YUSUP BRAHMANA</dc:creator>
          <dc:subject>Selulosa</dc:subject>
          <dc:subject>Bleaching</dc:subject>
          <dc:subject>Delignifikasi</dc:subject>
          <dc:subject>Bioplastik</dc:subject>
          <dc:subject>Pelepah Kelapa Sawit (PKS)</dc:subject>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=290</dc:identifier>
          <dc:description>Salah satu permasalahan lingkungan di Indonesia adalah sampah plastik yang berbahan dasar sintesis. Sampah plastik sintesis ini sangat sulit terurai didalam tanah serta membutuhkan waktu 300-500 tahun agar terurai sempurna. Oleh karena itu bioplastik merupakan alternatif dari permasalahan ini. Tujuan dari review jurnal ini adalah untuk menghitung potensi selulosa tandan kosong (TKKS) dan pelepah kelapa sawit (PKS) melalui beberapa proses yaitu proses delignifikasi dan proses bleaching. Adapun kandungan selulosa tandan kosong (TKKS) 45,85% dan pelepah kelapa sawit (PKS) 31,7%. Sehingga dapat disimpulkan selulosa tandan kosong (TKKS) dan pelepah kelapa sawit (PKS) memiliki potensi yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bioplastik</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-13_104841.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 YUS B</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-291</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T11:05:42Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PERANCANGAN APLIKASI PERHITUNGAN MUTU MINYAK DAN KERNEL KELAPA SAWIT BERBASIS ANDROID</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD MONANG RITONGA</dc:creator>
          <dc:subject>Perhitungan CPO, Perhitungan Inti, kelapa sawit, A</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=291</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD MONANG RITONGA. PERANCANGAN APLIKASI PERHITUNGAN MUTU MINYAK DAN KERNEL KELAPA SAWIT BERBASIS ANDROID, Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Zulham Effendi ST.,M.Sc.eng dan Zakwan,STP.,MP.,M.Si.Pengolahan kelapa sawit bertujuan untuk menghasilkan CPO dan inti. Namun, kendala yang terjadi saat ini di pabrik kelapa sawit adalah adalah kurangnya inovasi saat perhitungan nilai mutu CPO dan inti kelapa sawit seperti menghitung nilai ALB, DOBI, kadar air dan kadar kotoran CPO, serta kadar air dan kadar kotoran inti. Adapun tujuan dari penilitian ini adalah merancang sebuah aplikasi perhitungan mutu CPO dan inti kelapa sawit berbasis android dengan target dapat memudahkan pengguna dalam menghitung nilai mutu CPO dan inti. Penelitian dilakukan di kampus STIPAP selama tujuh bulan mulai dari Desember 2020- Juni 2021. Dalam pembuatan aplikasi membutuhkan alat yaitu laptop dengan processor intel core i5 dan RAM 8 GB, smartphone android versi 7.0 dan android studio versi 4.1.0. Adapun tahapan dalam perancangan aplikasi adalah perancangan aplikasi, perancangan model aplikasi, implementasi sistem, pengujian sistem dan finishing. Setelah aplikasi terbentuk dan setelah uji coba, maka aplikasi sudah dapat digunakan seseorang dalam menghitung nilai mutu CPO dan inti kelapa sawit. Dengan terbentuknya aplikasi perhitungan mutu dan sudah melakukan percobaan terhadap aplikasi yang menampilkan hasil yang baik. Maka aplikasi penghitung mutu dapat digunakan pengguna untuk memudahkan, menghemat waktu pengguna dan aplikasi dapat dijadikan menjadi sebuah pedoman dalam perhitungan dan penyimpanan data mutu kelapa sawit yang telah dihitung dengan aplikasi. Harapan penelitian selanjutnya bisa menguji presisi dari aplikasi ini.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/a._Cover-MONANG.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>81 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-292</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T11:13:55Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PERANCANGAN PERHITUNGAN EFEKTIVITAS MESIN MENGGUNAKAN TEORI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) BERBASIS APLIKASI ANDROID</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD RIZAL FIKRI</dc:creator>
          <dc:subject>Android, Pemograman, Teknologi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=292</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD RIZAL FIKRI, PERANCANGAN PERHITUNGAN EFEKTIVITAS MESIN MENGGUNAKAN TEORI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) BERBASIS APLIKASI ANDROID. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Zulham Effendi, S.T., M.Sc.Eng dan Zakwan, S.TP., M.P., M.Si.Seiring perkembangan zaman pada era industri 4.0, terciptanya teknologi baru, yang sedang diperbaharui dan dikembangkan telah banyak membantu pekerjaan manusia dalam melakukan aktivitasnya. Banyaknya inovasi yang telah diciptakan menandakan bahwa perkembangan teknologi ini berkembang secara pesat. Pabrik kelapa sawit masih sering sekali ditemukan beberapa kendala dari target capaian yang tidak terealisasi. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengawasan terhadap produktivitas alat dan mesin yang bekerja tidak optimal, sehingga tingkat efektifitas alat dan mesin dalam pengolahan kelapa sawit jadi menurun, atas dasar itu peneliti melakukan perancangan aplikasi perhitungan keefektivitasan mesin yang berbasis android untuk dapat menemukan nilai keefektivitasan mesin dengan teknologi yang ada pada sekarang. Perancangan aplikasi ini penulis menggunakan dua pengumpulan data yaitu data primer sebagai pembelajaran langsung dari ahli pemrograman dan data sekunder sebagai acuan pembelajaran dari landasan teori efektifitas mesin dan perancangan aplikasi. Hasil akhir perancangan aplikasi ternilai sangat baik dari segi desain, fungsional pengisian data, dan hasil akhir aplikasi yang berbanding lurus dengan hasil akhir perhitungan secara manual. Penulis berharap dimasa yang akan terus berkembang ini akan ada teknologi yang lebih modern dalam bidang pengolahan kelapa sawit.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover-M_Rizal_F.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>57 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-293</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T11:21:48Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PEMANFAATAN SOLID EX-DECANTER DALAM PEMBUATAN ROTI SOLID DENGAN TAMBAHAN ONGGOK SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA</dc:title>
          <dc:creator>MANDALA PUTRA MUNTHE</dc:creator>
          <dc:subject>Roti Solid, Solid ex-decanter, Fermentasi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=293</dc:identifier>
          <dc:description>MANDALA PUTRA MUNTHE, 1702092. PEMANFAATAN SOLID EX-DECANTER DALAM PEMBUATAN ROTI SOLID DENGAN TAMABAHAN ONGGOK SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Dibimbing Oleh Heri Purwanto, STP., M.Sc sebagai pembimbing I dan Giyanto, STP., M.T sebagai pembimbing II.Roti solid adalah pakan ternak ruminansia berbahan dasar solid ex-decanter yang telah melalui proses pencampuran dengan bahan lokal dan telah dicetak membentuk lingkaran sehingga seperti roti dan disebut sebagai roti solid. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : Tanpa Fermentasi, 7 Hari fermentasi dan 14 hari fermentasi solid menggunakan EM-4. Penambahan bahan lokal yaitu singkong (onggok), bungkil inti, molasses, garam dan kapur mampu membantu kandungan nutrisi pada roti solid agar sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI). Adapun parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu: kadar protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), abu, kalsium (Ca), fosfor (P), air. Roti solid tanpa fermentasi memiliki kandungan protein kasar 14,05%, lemak kasar 9,23%, serat kasar 20,46%, Abu 5,10%, Kalsium 0,8097%, phosfor 0,744%, Air 8,17%. Roti solid fermentasi 7 hari memiliki kandungan protein kasar 22,79%, lemak kasar 8,04%, serat kasar 12,27%, abu 4,20%, kalsium 0,8931%, phosfor 0,794%, air 8,98%. Roti solid fermentasi 14 hari memiliki kandungan protein kasar 28,20%, lemak kasar 7,87%, serat kasar 9,32%, Abu 3,82%, Kalsium 0,9378%, phosfor 0,829%, Air 9,56%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa perlakuan yaitu non fermentasi, fermentasi 7 hari, fermentasi 14 hari,beberapa kandungan nutrisi pada roti solid sudah memenuhi SNI. Protein kasar, serat kasar, abu, kalsium dan kadar air memenuhi SNI namun ada juga yang belum memenuhi SNI seperti lemak kasar, fosfor pada fermentasi 7 hari dan fermentasi 14 hari. Pada non fermentasi fosfor telah memenuhi SNI.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-MANDALA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>57 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-294</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T11:40:24Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BAHAN PARTIKEL TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT SEBAGAI POLIESTER KAMPAS REM ALTERNATIF SEPEDA MOTOR</dc:title>
          <dc:creator>MARLIN TUA MANALU</dc:creator>
          <dc:subject>Kampas rem, Nilai kekerasan, Nilai keausan</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=294</dc:identifier>
          <dc:description>MARLIN TUA MANALU : PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BAHAN PARTIKE TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT SEBAGAI POLIESTER KAMPAS REM ALTERNATIF SEPEDA MOTOR” …, Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebnan dibimbing oleh bapak Pada Mulia Raja,S.PD.,M.Si dan Giyanto SPT.,M.TKampas rem merupakan salah satu komponen sepeda motor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju sepeda motor.Sistem pengereman yang baik harus dapat menunjang daya dan kecepatan pada kendaraan tersebut dimana bagian terpenting dari sistem pengereman adalah kampas rem, yaitu media yang bekerja untuk memperlambat atau mengurangi laju kendaraan. Untuk mendapatkan pengereman yang maksimal maka dibutuhkan kampas rem dengan kemampuan pengereman yang baik dan efisien.Penelitian ini dibuat dari variasi bahan serat komposit cangkang sawit dangan serbuk kuningan, magnesium oksida, resin polyester dan katalis. Adapun komposisi bahan pada setiap sampel sebagai berikut: Sampel pertama mengunakan cangkang kelapa sawit sebanyak 6 gram, 7 gram serbuk kuningan, 7 gram magnesium oksida, resin polyester 30 ml dan katalis 4 tetes, Sampel kedua mengunakan cangkang kelapa sawit sebanyak 7 gram, 7 gram serbuk kuningan, 6 gram magnesium oksida, resin polyester30 ml dan katalis 4 tetes, Sampel pertama mengunakan cangkang kelapa sawit sebanyak 10 gram, 4 gram serbuk kuningan, 6 gram magnesium oksida, resin polyester 30 ml dan katalis 4 tetes,Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui nilai kekerasan dan kehausan pada kampas rem. Bahan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah cangkang kelapa sawit, serbuk kuningan, magnesium okside, resin polyester dan katalis sesuai SNI dan SAE.Alat yang di gunakan untuk mengetahui nilai kekerasan (Makro Vickers) dan nilai keausan (Pin On Disk) penujian dilakukan di Laboratorium Uji Material Politeknik Kimia Industri (PTKI) Medan yang dilaksanakan pada bulan juni sampai juli 2021Hasil penelitian ini menunjukan bahwa cangkang sawit sangat berpotensi untuk di buat sebagai bahan alternatif kampas rem sepeda motor. Setelah melalui proses pengujian di ketahuin nilai kekerasan rata-rata yang terdapat pada sampel kedua dengan nilai kekerasan rata-rata adalah 172,58 HVN. Sedangakan nilai keausan rata- rata tertinggi adalah dari sampel pertama dengan nilai keausan 0,00088 N/????????2</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/cover-MARLIN.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-295</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T14:57:01Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>IDENTIFIKASI GULMA DI KEBUN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA CINTA RAKYAT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD AMIR MUSLIM HASIBUAN</dc:creator>
          <dc:subject>Gulma, Kelapa Sawit, Unsur Hara</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=295</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD AMIR MUSLIM HASIBUAN. IDENTIFIKASI GULMA DIPERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA CINTA RAKYATKECAMATAN PERCUT SEI TUAN. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAPProgram Studi Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit dibimbing oleh AuliaJuanda S.Si., M.Si. dan Eka Bobby Febrianto, S.P., M.Si.Gulma merupakan sekumpulan tumbuhan yang sering kali tumbuh pada tempatyang tidak dikehendaki karena menimbulkan gangguan pada tanaman. Didalamkomoditas suatu tanaman selalu ada persaingan dalam penyerapan makanan,terutama persaingan antara tanaman yang dibudidayakan dan gulma yangmemperebutkan unsur hara.Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Desa CintaRakyat Kecamatan Percut Sei Tuan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulanDesember 2020 sampai dengan Januari 2021. Penelitian ini dilaksanakan denganobservasi langsung. Kemudian data yang diperoleh di analisis dengan metodeanalisis vegetasi tumbuhan bawah menggunakan teknik purposive sampling.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Amir_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>49 hlm, ; 14 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-296</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T15:06:48Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA LAJU PEMBAKARAN PADA KOMPOR BIOMASA BERBAHAN BAKAR BONGGOL JAGUNG MENGGUNAKAN BLOWER</dc:title>
          <dc:creator>MARTUPA LAMSIHAR MANALU</dc:creator>
          <dc:subject>Kompor Biomasa, Bonggol Jagung, Nilai Kalor, Laju </dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=296</dc:identifier>
          <dc:description>MARTUPA LAMSIHAR MANALU (ANALISA LAJU PEMAKARAN PADA KOMPOR BIOMASA BERBAHAN BAKAR BONGGOL JAGUNG MENGGUNAKAN BLOWER). Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Zulham Effendi, S.T., M.Sc.Eng dan Mahyunis, S.T.,M.T.Kompor menjadi salah satu teknologi yang berperan penting dalam pemanfaatan energy pada skala rumah tangga. Pemanfaatan limbah biomasa sebagai energi yang cukup signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju pembakaran dan mengetahui nilai kalor yang dihasilkan dengan variasi berat bahan bakar yaitu bonggol Jagung. untuk mengetahui setiap variasi berat bahan bakar bonggol jagung terhadap nyala api yang efektif dan efisien kemudian mengetahui berapa lama bonggol jagung tersebut bertahan selama pembakaran. Kemudian mengetahui temperatur suhu ruang bakar terhadap beberapa variasi berat bahan bakar, mengetahui temperatur air yang dimasak pada kompor dengan beberapa variasi berat bahan bakar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental dengan melakukan percobaan dan uji kinerja kompor biomasa di Laboratorium Perbengkelan Teknologi Pengolahan Perkebunan (TPHP) STIPAP MEDAN. Penelitian dilakukan dengan cara memvariasikan berat bahan bakar dengan variasi 100gr ,150gr,200gr ,250gr,300gr bonggol jagung. Kemudian menetapkan laju kecepatan udara 4,2 m/s dengan menggunakan blower dengan jarak blower terhadap kompor 30cm. parameter yang diamati meliputi kalor yang dihasilkan, laju pembakaran yang dilakukan, waktu nyala api, temperatur ruang bakar, temperature air yang dimasak. Hasil penelitian menunjukkan variasi berat bahan bakar bonggol jagung sangat berpengaruh terhadap lama nyala api, temperature ruang bakar, temperatur air. Nilai kalor yang dihasilkan secara berurut menurut variasi berat bahan bakar 100 gram yaitu sebesar 1.364,4 kalori, 150 gram yaitu sebesar 3.364,2 kalori, 200 gram yaitu sebesar 4.536 kalori, 250 gram yaitu sebesar 8.505 kalori , 300 gram yaitu sebesar 16.329,6 kalori. Nilai laju pembakaran yang dihasilkan secara berurut menurut variasi berat bahan bakar 100 gram yaitu sebesar 5,36 gram/menit, 150 gram yaitu sebesar 6,64 gram/menit, 200 gram yaitu sebesar 7,50 gram/menit, 250 gram yaitu sebesar 8,15 gram/menit dan 300 gram yaitu sebesar 7,15 gram/menit. Lama pembakaran yang paling lama yaitu pada berat bahan bakar 300 gr dengan lama pembakaran selama 41 menit, temperature ruang bakar yang tertinggi dihasilkan pada berat bahan bakar 300 gr sebesar 113 0C, Dan temperature air yang dihasilkan paling tinggi terdapat pada variasi bahan bakar 300 gr sebesar 1000C.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/cover-MARLIN.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>73 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-297</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T15:07:40Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS BATANG PISANG DAN Trichoderma sp. TERHADAP BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI MAIN NURSERY</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD ANANDA RIZKY</dc:creator>
          <dc:subject>Kompos, Batang Pisang, Trichoderma sp., Bibit, Mai</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=297</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD ANANDA RIZKY. PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS BATANG PISANG DAN Trichoderma sp. TERHADAP BIBIT KELAPA SAWIT. Dibimbing oleh Bapak Dr. Suroso Rahutomo dan Bapak Eka Bobby Febrianto, S.P., M.Si.Titik kritis pemeliharaan bibit kelapa sawit terletak pada pemupukan, tanah memiliki keterbatasan sumber hara karena ditanam di dalam polibag. Pemupukan menggunakan kompos batang pisang dan Trichoderma sp. menjadi alternatif pemupukan di pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos batang pisang dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor dengan 9 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan, sehingga total sampel keseluruhan 36 bibit. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan klorofil daun. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis of varience (ANOVA) atau uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi kompos batang pisang memberikan pengaruh nyata dan sangat nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan klorofil daun. Namun pada parameter diameter batang pada bulan ke 1 dan 5 berpengaruh tidak nyata. Sedangkan pada parameter klorofil daun ke-9 sangat berpengaruh nyata. Namun pada parameter klorofil daun ke-3 dan ke-6 berpengaruh tidak nyata. Untuk perlakuan aplikasi Trichoderma sp. berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter. Namun pada parameter jumlah daun pada bulan ke 4 berpengaruh nyata. Untuk perlakuan kombinasi kompos dan Trichoderma sp. juga berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter. Namun pada parameter tinggi tanaman pada bulan ke 1 dan 2 berpengaruh nyata</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Ananda_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>101 Hlm,; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-298</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T15:14:00Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGENDALIAN GULMA TEKI LADANG (Cyperus rotundus) MENGGUNAKAN HERBISIDA CAMPURAN</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD ERIK GUNAWAN</dc:creator>
          <dc:subject>herbisida campuran, Cyperus rotundus, pengendalian</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=298</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD ERIK GUNAWAN, PENGENDALIAN GULMA TEKI LADANG (Cyperus rotundus) MENGGUNAKAN HERBISIDA CAMPURAN. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Medan Program Studi Budidaya Perkebunan Dibimbing oleh bapak Arief Setiawan Sutanto, S.P., M.Si. dan Priyo Adi Nugroho, S.P., M.Si.Herbisida campuran merupakan pemberian nama dari suatu campuran lima bahan yaitu air kelapa, garam, urea, ragi, dan deterjen. Berdasarkan hasil uji awal yang dilakukan, herbisida campuran memiliki potensi untuk dijadikan sebagai herbisida alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju kematian gulma teki ladang dan pengaruh herbisida campuran terhadap pengendalian dan tingkat kematian gulma Cyperus rotundus di perkebunan kelapa sawit.Penelitian ini dilakukan pada areal perkebunan kelapa sawit kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan H0 (0 cc herbisida campuran/liter air), H1 (30 cc herbisida campuran/liter air), H2 (60 cc herbisida campuran/liter air), H3 (90 cc herbisida campuran/liter air) dan ulangan sebanyak 6 kali. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan ANOVA, jika berbeda nyata akan diuji lanjut dengan dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%.Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diuji, perlakuan H3 dengan konsentrasi 8,2% (90 cc/liter) mampu menekan pertumbuhan gulma teki dilihat dari parameter tingkat kematian gulma sebesar 100%. Konsentrasi tersebut efektif diaplikasikan untuk mengendalikan gulma teki.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Erik_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>53 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-299</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T15:17:50Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PERANCANGAN APLIKASI PENGHITUNG MATERIAL BALANCE TANDAN BUAH SEGAR BERBASIS ANDROID</dc:title>
          <dc:creator>MHD. DWI INDRAWAN</dc:creator>
          <dc:subject>Aplikasi Perhitungan PKS, Aplikasi Android, Materi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=299</dc:identifier>
          <dc:description>MHD DWI INDRAWAN, PERANCANGAN APLIKASI PENGHITUNG MATERIAL BALANCE TANDAN BUAH SEGAR BERBASIS ANDROID. Tugas akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Zulham Effendi, S.T., M.Sc.Eng dan Zakwan, S.TP., M.P., M.SiPengolahan minyak sawit hampir di keseluruhan prosesnya memiliki perhitungan untuk mendapatkan dan mengetahui angka produksi pabrik kelapa sawit. Kendala yang dialami pabrik kelapa sawit saat ini ialah kurangnya aplikasi inovatif pendukung kemudahan proses pengolahan dalam menghitung data yang memerlukan rumus tertentu khususnya pada material balance. Maka sebaiknya dunia perkebunan memanfaatkan teknologi android dalam bentuk aplikasi pendukung untuk memudahkan pekerjaan khususnya pada perusahaan pengolahan kelapa sawit agar lebih efisien sehingga dapat menghemat waktu serta mendapatkan data yang akurat dari produksi pada suatu perusahaan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengatasi permasalahan yang dialami pabrik kelapa sawit (PKS) dalam menghitung material tandan buah segar (TBS) yang menjadi bahan baku PKS, merancang dan membangun aplikasi penghitung material balance TBS yang mampu memberikan informasi secara mudah, cepat, dan fleksibel melalui aplikasi yang user friendly (mudah digunakan). Perancangan aplikasi ini dilakukan di kampus STIPAP-MEDAN selama tujuh bulan mulai dari bulan Desember 2020 sampai juni 2021. Perancangan menggunakan perangkat keras laptop berprosesor core i5, Ram 8 GB. Aplikasi ini di buat menggunakan aplikasi pengembang Android Studio, pemodelan sistem perancangan aplikasi mengunakan use case diagram, activity diagram dan class diagram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi perhitungan singkat PKS ini dapat meringankan, memudahkan, dan memberikan kepastian dalam perhitungan yang ada di pabrik kelapa sawit. Aplikasi ini mampu mempermudah pembuatan laporan perhitungan yang ada di PKS dan dibuat langsung oleh aplikasi sesuai hasil perhitungan selanjutnya disimpan ke dalam berkas yang ada di dalam aplikasi. Aplikasi ini adalah langkah awal untuk pengembangan aplikasi android di bidang perkebunan. Harapan kedepannya dunia perkebunan akan semakin modern dan berdayasaing dengan pemanfatan teknologi android, semakin banyak aplikasi android perkebunan baru yang di ciptakan akan semakin memajukan bisnis perkebunan.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/1._Cover,_MHD_DWI.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>70 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-300</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T15:22:44Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA PENCAPAIAN PERSENTASE BRONDOLAN DI KEBUN COT GIREK AFDELING IX PT.PERKEBUNAN NUSANTARA I</dc:title>
          <dc:creator>M FURQAN DWI PUTRA</dc:creator>
          <dc:subject>Persentase brondolan, Kelapa sawit, Efektifitas, E</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=300</dc:identifier>
          <dc:description>ANALISA RENDAHNYA PENCAPAIAN PERSENTASE BRONDOLAN DI KEBUN COT GIREK AFDELING IX PT.PERKEBUNAN NUSANTARA 1. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Megawati Siahaan SP., MP dan Habib Prayitno S.Psi., M.Psi.Penelitian ini sangat penting dilakukan karena brondolan adalah hal yang paling penting didalam dunia perkebunan kelapa sawit, brondolan merupakan dasar dari minyak mentah yang akan dijual ke customer maka dari itu, jika perusahaan belum fokus dalam pencapaian persentase brondolan ini akan sangat banyak kerugian yang akan terjadi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit. Jadi, apabila perusahaan sudah dapat menganalsa penyebab tidak tercapainya target yang diharapkan, maka setidaknya perusahaan dapat meminimalisir tidak tercapainya persentase brondolan tersebut.Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Cot Girek Afdeling IX PT. Perkebunan Nusantara I. Waktu penelitian 3 bulan, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif fish bone dan metode stepstairs ( anak tangga ), dengan mencari penyebab dari rendahnya persentase brondolan di kebun Cot Girek Afdeling IX, pada penelitian ini saya menganalisa menggunakan data persentase brondolan pada tahun 2016 – 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Tahun 2016 – 2020, berturut-turut sebagai berikut : 2,34 %, 0,95%, 1,62%, 1,76% dan 1,80%. Penyebab rendahnya pencapaian persentase brondolan adalah brondolan tidak terkutip bersih dan pencurian yang masih sering terjadi di Afdeling IX Kebun Cot Girek PT.Perkebunan Nusantara IUpaya untuk meningkatkan persentase brondolan di Afdeling IX Kebun Cot Girek PT.Perkebunan Nusantara I adalah dengan melakukan sosialisasi Standard Operasional Prosedur (SOP) Panen yang tepat agar para pemanen lebih paham terhadap Standard Operasional Prosedur (SOP) Panen yang harusnya mereka kerjakan. Dan apabila ada pemanen yang masih tidak mematuhi dan tidak mengerjakannya sesuai Standard Operasional Prosedur SOP panen, diharapkan diberi sanksi atau hukuman agar mereka mengerjakan sesuai Standard Operasional Prosedur SOP panen.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Furqon_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>47 Hlm,; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-301</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T15:44:46Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH UKURAN PARTIKEL CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT POLIESTER SEBAGAI ALTERNATIF CAMPURAN BAHAN PEMBUATAN KAMPAS REM SEPEDA MOTOR</dc:title>
          <dc:creator>MHD RIZKI NABAWI NST</dc:creator>
          <dc:subject>Cangkang kelapa sawit, Komposit , Kampas rem, Vick</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=301</dc:identifier>
          <dc:description>MHD RIZKI NABAWI NST : PENGARUH UKURAN PARTIKEL CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT POLIESTER SEBAGAI ALTERNATIF CAMPURAN BAHAN PEMBUATAN KAMPAS REM SEPEDA MOTOR. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Progam Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Pada Mulia Raja, S.Pd., M.Si dan Giyanto S.TP., M.T Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel cangkang kelapa sawit terhadap nilai kekerasan dan keausan pada kampas rem sepeda motor. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP) Medan dan Laboratorium Uji Material Politeknik Teknologi Kimia Industri ( PTKI ) Medan. Waktu Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2020 – Juli 2021, dengan menggunakan dua pengujian, yaitu pengujian tingkat kekerasan Vickers dan pengujian koefisien gesek Pin On Disk pada tiap-tiap perlakuan. Perlakuan K40 (Partikel Cangkang Kelapa Sawit 40 Mesh), K60 (Partikel Cangkang Kelapa Sawit 60 Mesh) dan K80 (Partikel Cangkang Kelapa Sawit 80 Mesh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kelapa sawit dapat dibuat menjadi kampas rem sepeda motor dengan penambahan serbuk kuningan dan Magnesium Oxide (Mgo) sesuai komposisi yang telah ditentukan. Setelah melalui uji coba tingkat kekerasan Vickers kampas rem K40 dengan komposisi serbuk cangkang sawit 40 mesh 14 % penambahan serbuk kuningan 14% dan Magnesium Oxide (Mgo) 12% yang memiliki tingkat kekerasan paling tinggi diantara komposisi lainnya yaitu 149,92 HVN. Hasil uji coba koefisien gesek pada alat Pin On Disk, kampas rem K80 dengan komposisi serbuk cangkang sawit 80 mesh 14% penambahan serbuk kuningan 14% dan Magnesium Oxide (Mgo) 12% yang memiliki nilai keasuan terendah dari komposisi yang lain nya yaitu 0,00016 N/????????2 (1,6x ???????? /kg).</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/1._Cover,_MHD_DWI.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>71 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-302</identifier>
        <datestamp>2023-06-13T16:03:11Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>SUBSTITUSI LEMAK CACAO DENGAN MENGGUNAKAN LEMAK INTI KELAPA SAWIT SEBAGAI PRODUK COKLAT</dc:title>
          <dc:creator>MICHAEL DESMANUEL LUMBAN BATU</dc:creator>
          <dc:subject>Lemak Inti Kelapa Sawit, Lemak Cacao, Produk Cokel</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=302</dc:identifier>
          <dc:description>MICHAEL DESMANUEL LUMBAN BATU, “SUBSTITUSI LEMAK CACAO DENGAN MENGGUNAKAN LEMAK INTI KELAPA SAWIT SEBAGAI PRODUK COKLAT”. Tugas Akir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Ir.Busrizal Faisal,MT dan Siti Aisyah, ST,M.Si. Coklat merupakan salah satu produk hasil perkebunan cacao yang telah dikenal oleh masyarakat.Dan salah satu produk dari kelapa sawit yaitu menggunakan lemak inti sawit yang sudah dihidrogenasi CBS untuk dibuat sebagai produk coklat dengan tambahan cacao. Adapun beberapa tujuan dari pembuatan coklat tersebut yaitu pembuatan coklat dari inti kelapa sawit sebagai bahan lemak pembuatan, mengetahui hasil baik dari rasa maupun dari tekstur atau tampilan dari coklat tersebut dan kadar air hasil dari coklat yang didapat. Fase lemak pada produk coklat merupakan media transpor dan suspensi yang utama disamping bubuk kakao, pasta kakao, gula dan bahan tambahan lainnya yang digunakan dalam produksi coklat. Coklat umumnya meleleh pada suhu 33.8ºC, sehingga sering menjadi masalah pada daerah tropis.endahnya titik leleh pada lemak cacao disebabkan oleh komposisi trigliserida pada lemak cacao. Minyak dari kelapa sawit dan kelapa yang biasa digunakan untuk substituen lemak umumnya dihidrogenasi terlebih dahulu. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan titik leleh dan stabilitas okasidasi.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-MICHAEL.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>47 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-303</identifier>
        <datestamp>2023-06-14T14:46:29Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>KAJIAN BIAYA PENGENDALIAN GULMA PADA PIRINGAN DENGAN CARA KIMIAWI PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DI KEBUN KUALA PESILAM BALAI GAJAH DIVISI I PT. BAHRUNY</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD KAHFI ADAM</dc:creator>
          <dc:subject>Biaya, Gulma pada piringan, Khemis, Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=303</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD KAHFI ADAM. KAJIAN BIAYA PENGENDALIAN GULMA PADA PIRINGAN DENGAN CARA KIMIAWI PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq). DI KEBUN KUALA PESILAM BALAI GAJAH DIVISI I PT. BAHRUNY. Tugas Akhir Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Dina Arfianti Saragih, S.P., M.Sc dan Rina Maharany, S.T.P., M.P.Penelitian ini dilaksanakan di kebun Kuala Pesilam Balai Gajah, Divisi I PT. Bahruny, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini berlangsung bulan juni sampai dengan juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biaya pengendalian gulma pada piringan dengan cara kimiawi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu dengan pengambilan data sekunder dari kebun yaitu : data biaya bahan, data biaya tenaga,dan data biaya alat, pengendalian gulma pada pasar pikul dengan cara kimiawi pada tanaman kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq ). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa biaya Penggunaan bahan herbisida pertahun tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan biaya sebesar Rp.6.543.714 dengan total penggunaan bahan Glifosat 132,56 Liter dan Ally sebanyak 8,21 Kilogram. Biaya penggunaan Bahan Herbisida pertahun terendah terjadi pada tahun 2021 yang mana dengan biaya sebesar Rp. 2.659.200 dengan penggunaan bahan Glifosat 53,18 Liter dan Ally sebanyak 3,55 Kilogram. Biaya Tenaga Kerja terbesar pertahun tertinggi terjadi di tahun 2020 dengan biaya sebesar Rp. 14.574.417 dengan jumlah hk 123, dan biaya terendah pertahun terjadi di tahun 2018 dengan total biaya sebesar Rp 6.094.650 dengan Jumlah hk sebanyak 149 hk, dan total biaya keseluruhan tertinggi pada tahun 2020 dengan total biaya Rp. 21.118.131 dan total biaya terendah tahun 2021 sebesar Rp. 8.950.601.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Kahfi_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>65 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-304</identifier>
        <datestamp>2023-06-14T14:55:06Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH APLIKASI BIO-TRENT SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY</dc:title>
          <dc:creator>M WAHYU ADITYA</dc:creator>
          <dc:subject>Pembibitan, Pre nursery, Bio-trent</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=304</dc:identifier>
          <dc:description>M WAHYU ADITYA, 2021. PENGARUH APLIKASI BIO-TRENT SAWIT TERHADAP PERTUMBAHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Ir.W.Simbolon,DIAT, dan Sakiah,S.P.,M.P.Pembibitan merupakan proses dari rangkaian awal budidaya kelapa sawit. Bibit yang baik dihasilkan dari proses pemeliharaan dan pemupukan yang baik. Pembibitan di pre nursery berlangsung selama 3 bulan karena usia bibit 3 bulan yang sudah layak di pindahkan ke main nursery. Penggunaan pupuk hayati Biotrent merupakan upaya mempercepat pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery sehingga lama pembibitan dapat di kurangi tanpa mengurangi kualitas bibit siap pindah ke main nursery. Penelitian ini dilakukan dilahan praktek rumah kaca STIPAP. Waktu penelitian selama 6 bulan, dari bulan Maret-Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 5 taraf perlakuan, dan 4 ulangan dengan total keseluruhan adalah 20 bibit. Dengan susunan taraf perlakuan adalah : K (tanpa Bio-trent), B01 (0,5cc Bio-trent per 100ml aquadest/bibit), B02 (1cc Bio-trent per100 ml aqusdet/bibit), B03 (1,5cc Bio-trent per 100ml aquadest/bibit), B04 (2cc Bio-trent per100 ml aquadest/bibit) dengan keterangan B0 (Bio-trent). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Biotrent belum efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Wahyu_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>70 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-305</identifier>
        <datestamp>2023-06-14T15:06:07Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UJI POTENSI EKSTRAK DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata l) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineneensis Jacq)</dc:title>
          <dc:creator>MELANTINA SILALAHI</dc:creator>
          <dc:subject>Oryctes rhinoceros, Citrus aurantiifolia, Annona m</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=305</dc:identifier>
          <dc:description>MELANTINA SILALAHI, Uji Potensi Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) dan Daun Sirsak (Annona muricata l) Sebagai Insektisida Terhadap Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineneensis Jacq). Dibimbing oleh Saroha Manurung, S.ST., M.P sebagai Pembimbing I dan Ingrid Ovie Yosephine, S.P., M.Sc sebagai Pembimbing II. Penelitian ini dilakukan di Jln Rela No.111 Medan. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan daun sirsak (Annona muricata ) di setiap toples dengan ukuran 500 ml yang didalam nya telah diisi dengan seresah kayu yang dicampur dengan pelepah sawit untuk bahan makanan O. rhinoceros. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan daun sirsak (Annona muricata L) untuk mengendalikan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) Penelitian ini dilakukan di bulan Mei - Juni 2021. Pernelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, dengan ekstrak yang dibuat dari 2 jenis bahan yaitu daun sirsak dan daun jeruk nipis dengan konsentrasi 0% sebagai kontrol dan 3 taraf perlakuan yaitu 5%, 10%, 15% dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji lanjut Duncuns’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%, yang menunjukkan pada konsentrasi ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan daun sirsak (Annona muricata l) yang paling efektif terhadap mortalitas kumbang tanduk (O. rhinoceros) adalah pada perlakuan J3 yaitu 15% dengan mortalitas 29,2% dan daun sirsak (Annona muricata) pada perlakuan S3 yaitu 15% dengan mortalitas 25,0% dan pada interkasi yang tertinggi adalah perlakuan J3S3 dengan mortalitas 50,0%</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Melanti_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>63 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-306</identifier>
        <datestamp>2023-06-14T15:22:41Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PEMANFAATAN SOLID EX-DECANTER DALAM PEMBUATAN ROTI SOLID DENGAN TAMBAHAN AMPAS TAHU SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA</dc:title>
          <dc:creator>MIRHAN IYALI HASIBUAN</dc:creator>
          <dc:subject>Roti Solid, Solid ex-decanter, Fermentasi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=306</dc:identifier>
          <dc:description>MIRHAN IYALI HASIBUAN, PEMANFAATAN SOLID EX-DECANTER DALAM PEMBUATAN ROTI SOLID DENGAN TAMBAHAN AMPAS TAHU SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Heri Purwanto, STP., M.Sc. dan Giyanto, STP., M.T.Roti solid adalah pakan ternak ruminansia berbahan dasar solid ex-decanter yang telah melalui proses pencampuran dengan bahan lokal dan telah dicetak membentuk lingkaran sehingga seperti roti dan disebut sebagai roti solid. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental faktorial design. Terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : Tanpa Fermentasi, 7 Hari fermentasi dan 14 hari fermentasi solid menggunakan EM-4. Penambahan bahan lokal yaitu ampas tahu, bungkil inti, molasses, garam dan kapur mampu membantu kandungan nutrisi pada roti solid agar sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI). Adapun parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu: kadar protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), abu , kalsium (Ca), fosfor (P), air. Roti solid tanpa fermentasi memiliki kandungan protein kasar 14,92%, lemak kasar 9,72%, serat kasar 19,72%, Abu 6,77%, Kalsium 0,7997%, Fosfor 0,724%, Air 8,84%. Roti solid fermentasi 7 hari memiliki kandungan protein kasar 23,19%, lemak kasar 8,87%, serat kasar 11,82%, abu 5,14%, kalsium 0,8882%, fosfor 0,841%, air 9,53%. Roti solid fermentasi 14 hari memiliki kandungan protein kasar 28,91%, lemak kasar 8,05%, serat kasar 8,01%, Abu 4,88%, Kalsium 0,9271%, Fosfor 0,929%, Air 9,98%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa taraf perlakuan yaitu non fermentasi, fermentasi 7 hari, fermentasi 14 hari,beberapa kandungan nutrisi pada roti solid sudah memenuhi SNI 3148-2:2017. Protein kasar, serat kasar, abu, kalsium dan kadar air memenuhi SNI namun ada juga yang belum memenuhi SNI 3148-2:2017. seperti lemak kasar, fosfor pada fermentasi 7 hari dan fermentasi 14 hari. Pada non fermentasi fosfor telah memenuhi SNI 3148-2:2017.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-mirhan.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>70 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-307</identifier>
        <datestamp>2023-06-14T15:29:14Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UPAYA PENINGKATAN PERFORMANCE MESIN STERILIZER BERDASARKAN NILAI IDLING AND MINOR STOPPAGES DAN REDUCED SPEED DI PABRIK KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>NEPRI MANURUNG</dc:creator>
          <dc:subject>Roti Solid, Solid ex-decanter, Fermentasi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=307</dc:identifier>
          <dc:description>UPAYA PENINGKATAN PERFORMANCE MESIN STERILIZER BERDASARKAN NILAI IDLING AND MINOR STOPPAGES DAN REDUCED SPEED DI PABRIK KELAPA SAWIT. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Zulham Effendi, ST., M.Sc.Eng dan Pada Mulia Raja S.Pd,. M.SiPerebusan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dilakukan dengan merebus Tandan Buah Segar (TBS) di sterilizer dengan mesin perebusan di pabrik pengolahan kelapa sawit. Mewujudkan hasil pengolahan minyak kelapa sawit membutuhkan mesin yang beroperasi dalam keadaan yang baik untuk menghasilkan output pada mesin yang sesuai capaiaan yang diinginkan dengan performance mesin sterilizer setiap step yang baik tanpa ada kendala yang dialami selama proses pengolahan berlangsung. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan keadaan mesin sterilizer dan mengambil data sekunder harian berupa data grafik perebusan per step dan di proyeksikan kedalam bentuk data loading time, total produksi, target produksi, ideal cycle time, actual,cycle time dan data permasalahan terhadap mesin sterilizer selama 1 bulan yaitu pada Bulan Maret 2021 pada 2 sterilizer.Dari hasil penelitian yang didapatkan kendala yang menyebabkan nilai performance mesin sterilizer masih rendah berdasarkan nilai idling and minor stoppages dan reduced speed yang mengakibatkan mesin sering mengalami pemberhetian sesaat dan terjadinya penurunan pada saat beroperasi di sterilizer pada Bulan Maret 2021 dan kepada kedua sterilizer yang disebabkan karena kondisi mesin tersebut dan kurangnya pengawasan dan kontrol pada manusia yang menyebabkan mesin sering mengalami penurunan performance pada mesin sterilizer. Dari hasil analisa hasil yang dilakukan didapatkan alternative solusi yang diperoleh untuk meningkatkan performance mesin sterilizer yang disebakan oleh 4 faktor berdasarkan identifikasi yang dilakukan mengunakan diagram sebab-akibat dari sebuah mesin tersebut yang disebabkan oleh faktor manusia, mesin, material dan metode berdasarkan analisa performance mesin sterilizer berdasarkan nilai idling and minor stoppages dan reduced speed.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-nepri.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>70 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-308</identifier>
        <datestamp>2023-06-14T15:43:31Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA PRODUKTIVITAS RIPPLE MILL TERMODIFIKASI MENGGUNAKAN METODE PLAN, DO, CHECK, ACTION (PDCA) DI PABRIK KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>NOVRIZAL AULIA</dc:creator>
          <dc:subject>Ripple Mill, Efisiensi, Plan, Do, Check, Action</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=308</dc:identifier>
          <dc:description>NOVRIZAL AULIA, ANALISA PRODUKTIVITAS RIPPLE MILL TERMODIFIKASI MENGGUNAKAN METODE PLAN, DO, CHECK, ACTION (PDCA) DI PABRIK KELAPA SAWIT. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan di Bimbing oleh Ir.Rafael Remit Winardi, MP dan Ika Ucha Pradifta Rangkuti.,SST. M.SiRipple mill berfungsi memecahkan biji. Pemecahannya yaitu dengan cara menekan biji dengan rotor pada dinding bergerigi dan menyebabkan pemecahan biji. Efisiensi pemecahan biji dipengaruhi kecepatan rotor, jarak antara rotor dengan plat bergerigi dan ketajaman gerigi plat disusun sedemikian rupa sebagai penahan dan pemecah. Ripple mill tersusun dari beberapa komponen seperti rotor as, rotor bar, piringan, spacer ring, ripple plate, bantalan, ripple side, motor listrik dan komponen-komponen lainnya. Dan tujuan dari penelitian ini Meningkatkan efisiensi yang lebih tinggi melalui modifikasi atau merubah rotor barr pada ripple mill dan Menerapkan metode PDCA untuk memperbaikki efisiensi biji utuh pada ripple mill.Pengambilan sampel dilakukan secara acak setiap 2 jam sekali selama 4 hari dengan jumlah masing-masing pengambilan seberat ± 1000 gram pada 4 (empat) unit ripple mill. Setiap pengambilan sampel dilakukan pemisahan menjadi beberapa fraksi, yaitu: inti pecah, inti utuh, biji pecah, biji utuh dan cangkang dan melakukan modifikasi rotor barr pada mesin ripple mill, sehingga hasil yang diinginkan tercapai yaitu diatas 97,%. Analisa efisiensi ripple mill bertujuan untuk mengetahui alat ripple mill yang telah dilakukan modifikasi pada rotor barr bekerja dengan maksimal dan mencapai target yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengujian sampel sebelum dan sesudah proses masuk ke ripple mill. Efisiensi yang paling tinggi didapat pada hasil proses produktivitas ripple mill modifikasi yaitu pada sampel hari ke 4 ,yakni 99,79 %, dengan rata-rata yang dianalisa dari ke 4 sampel yaitu 99,73%,</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/1._COVER-NOVRIZAL.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>71 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-309</identifier>
        <datestamp>2023-06-14T15:54:34Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>KARAKTERISASI SIFAT FISIKO KIMIA CRUDE PALM OIL (CPO) KEBUN PRAKTIK LPP AGRO NUSANTARA SEBAGAI BAHAN BAKU RED PALM OIL (RPO)</dc:title>
          <dc:creator>NURUL DWI RAHMAH NASUTION</dc:creator>
          <dc:subject>Palm Oil, Crude Palm Oil Characterization</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=309</dc:identifier>
          <dc:description>NURUL DWI RAHMAH NASUTION, 1702067. PHYSICAL CHARACTERIZATION OF CHEMICAL PROPERTIES OF CRUDE PALM OIL (CPO) GARDEN PRACTICE OF LPP AGRO NUSANTARA AS RAW MATERIAL OF RED PALM OIL (RPO). The final project of STIPAP students of Plantation Product Processing Technology Study Program was supervised by Ika Ucha Pradifta Rangkuti, SSP., M.Sc. as supervisor I and M. Hendra Ginting, ST., M.Sc. as mentor II.In this study, the manufacture of crude palm oil (CPO) and characterization of crude palm oil (CPO) will be carried out before the stage of making red palm oil (RPO). In this study, samples of fresh fruit bunches (FFB) from the LPP Agro Nusantara practice garden were used with a maturity level of fraction 3 (outer fruit with more than 2), fruit varieties from the Palm Oil Research Center (PPKS), with a plant age of approximately 9 years. With a sample weight of 15 kg of fresh fruit bunches (FFB) which has been bald to make it easier for the boiling process to use manual boiling, namely boiler, furnace, and gas with a time of 90 minutes. The press used also uses a manual press, which is using a press without hydraulic assistance. Purification/separation of oil with sludge also uses a manual method, namely using 5 kg plastic and left for 30 minutes to separate the oil from the sludge. The results obtained were less than optimal, so further purification was carried out using the centrifuge method. The yield or weight of the oil produced is only 4 kg of crude palm oil (CPO), a lot of oil is included with the sludge and a lot of losses that cannot be recovered. The next step is to analyze the quality of crude palm oil (CPO) for 3 consecutive days, free fatty acid (ALB) analysis using the titration method, the results on the first day are 5.52%, the second day is 6.41%, and the third day is 6.88%. , the results obtained are not in accordance with SNI 01-2901-2006 which is 5%. Analysis of moisture content was carried out using the open oven method, the results obtained on the first day 4.16%, the second day 4.80%, and on the third day 5.18%, the results obtained were not in accordance with SNI 01-2901-2006, namely 0, 25%. The analysis of impurities was carried out using the extraction method. The results on the first day were 5.966%, the second day 6.787%, and the third day 7.883%, the results obtained were not in accordance with SNI 01-2901-2006, namely 0.25%. Peroxide number analysis using the titration method, the results obtained on the first day 7.2306 meq/kg, the second day 7.5075 meq/kg, and the third day 7.8462 meq/kg, the results obtained did not meet the reference standards of the Directorate General of Plantations (DGT) 1989 which is 6 meq/kg. Analysis of carotenoids with UV-Visible spectrophotometer method obtained results on the first day of 550 ppm, the second day of 636 ppm, and the third day of 737 ppm, the results obtained still meet the reference standards of the Palm Oil Refiners Association of Malaysia (PORAM) which is 500 - 700 ppm.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER_NURUL_Dwi.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-310</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T11:02:14Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT FILTER MINYAK PENGGANTI OIL PURIFIER PADA PABRIK KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>ZIMMY RAJUNA SIMANULANG</dc:creator>
          <dc:subject>Kadar Kotoran</dc:subject>
          <dc:subject>Alat Filter Minyak</dc:subject>
          <dc:subject>Oil Purifier</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=310</dc:identifier>
          <dc:description>Industri kelapa sawit di Indonesia terus berkembang, seiring perkembangan tersebut teknologi pada pabrik kelapa sawit ikut berkembang agar tercapainya efisiensi di dalam proses pengolahan tersebut. Stasiun klarifikasi yang merupakan bagian penting dalam proses pemurnian minyak kelapa sawit dari kotoran, terdapat alat dan mesin yang memiliki nilai investasi tinggi serta biaya maintenance yang tinggi. Oil Purifier yang merupakan mesin yang tergolong cukup mahal sudah tidak digunakan lagi pada beberapa pabrik kelapa sawit, karena dinilai tidak efisien untuk digunakan. Dengan ditiadakannya oil purifier pada pabrik kelapa sawit penulis melakukan penelitian di buatlah alat filter minyak yang bernama box filter.Box filter adalah alat filtrasi yang menggunakan kawat screen untuk proses pemisahannya. Dengan biaya pembuatan yang lebih sedikit box filter mampu menurunkan kadar kotoran dari 0,486 % menjadi 0,346 %.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_105724.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 ZIM A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-311</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T11:06:47Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA SISTEM MANAJEMEN MAINTENANCE PADA PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN PENDEKATAN MODEL-DRIVEN- ANALYSIS</dc:title>
          <dc:creator>ZONA LEONARDO BUTAR-BUTAR</dc:creator>
          <dc:subject>Anlysis Sistem</dc:subject>
          <dc:subject>Pendekatan Model Driven Analysis</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=311</dc:identifier>
          <dc:description>Kebutuhan informasi semakin hari semakin mendesak sejalan dengan arus globalisasis yang terjadi di seluruh dunia. Keberhasilan informasi sangat tergantung pada sarana dan prasarananya. Kemajuan teknologi dalam kehidupan kita telah sangat meluas memasyarakat. Tidak terbatas hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Pada pabrik kelapa sawit sistem manajemen yang diterapkan masih mengggunakan metode yang manual, sehingga sistem manajemen yang diterapkan tidak memberikan informasi yang cepat untuk pengambilan keputusan. Dengan menganalisa sistem dengan cara mengedintifikasi permasalahan-permasalahan pada sistem pabrik kelapa sawit yang masih menerapkan metode manual serta menentukan pemecah sebagai solusi dari permasalahan tersebut dengan metode PIECES dan pendekatan terstruktur Model Driven Analysis, Sebagai rekomendasi dalam perancangan sistem informasi manajemen maintenance yang dapat menghasilkan informasi perawatan dan kerusakan alat/mesin secara realtime. Hasil Penelitian ini menghasilkan permasalahan sistem manajemen maintenance pada pabrik kelapa sawit dan aliran data sistem manajemen yang sedang diterapkan masih menggunakan metode yang manual sehingga menyebabkan keterlambatan dalam penyampaian informasi kerusakan alat/mesin pada pabrik kelapa sawit.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_110244.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>59 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 ZON A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-312</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T11:14:11Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGGUNAAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT SEBAGAI BIOGAS PADA PEMBANGKIT LISTRIK</dc:title>
          <dc:creator>AHMAD FAIS HAMONANGAN LUBIS</dc:creator>
          <dc:subject>Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Pembangkit Listrik</dc:subject>
          <dc:subject>Metan</dc:subject>
          <dc:subject>Biogas</dc:subject>
          <dc:subject>Energi Terbarukan</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=312</dc:identifier>
          <dc:description>Indonesia merupakan negara dengan industri kelapa sawit terbesar di dunia. Limbah cair pabrik kelapa sawit adalah limbah cair yang berminyak dan tidak beracun, hasil pengolahan minyak sawit. Meski tak beracun, limbah cair tersebut dapat menyebabkan bencana lingkungan karena dibuang di kolam terbuka dan melepaskan sejumlah besar gas metana dan gas berbahaya lainnya yang menyebabkan emisi gas rumah kaca. Digestasi anaerobik merupakan proses konversi senyawa organik menjadi biogas dengan kondisi tanpa oksigen melalui empat tahapan. Limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) berasal dari proses produksi minyak mentah kelapa sawit atau biasanya disebut crude palm oil (CPO). Kandungan yang terdapat didalam limbah cair pabrik kelapa sawit ialah 95 % air dan 4 – 5 % padatan total. Dari data penelitian yang telah ada untuk melihat hasil bio gas yang di dapat dari kolam limbah tertutup dan (CSTR) Continuous stirred tank reactor dan pendapatan pabrik setelah menjual listrik yang di hasilkan dari bio gas limbah cair kepada pihak PLN.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_110741.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 AHM P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-313</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T11:20:56Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH KECEPATAN PENGADUKAN ADSORBSI KARBON AKTIF CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP MUTU SABUN BERBASIS MINYAK JELANTAH</dc:title>
          <dc:creator>AKMAL MAJID DAMANIK</dc:creator>
          <dc:subject>Minyak Jelantah</dc:subject>
          <dc:subject>Karbon Aktif</dc:subject>
          <dc:subject>Sabun</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=313</dc:identifier>
          <dc:description>Mutu yang terdapat pada minyak jelantah memiliki mutu yang tidak baik, mulai dari bilangan peroksida, bilangan asam, kadar kotoran, dan kadar air yang tinggi. Oleh karena itu perlu adanya adsorben yang dapat menurunkan bilangan peroksida, bilangan asam, kadar air, dan kadar kotoran pada minyak jelantah seperti karbon aktif. Karbon aktif adalah suatu jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Hal ini bisa dicapai dengan mengaktifkan karbon atau arang tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kecepatan Pengadukan Adsorbsi Karbon Aktif Dari Cangkang Kelapa Sawit Pada Minyak Jelantah Terhadap Mutu Sabun. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan desain penelitian Kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data primer dilokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam penurunan asam lemak bebas terdapat perbedaan yang signifikan antara kecepatan pengadukan 700 rpm dan 1100 rpm. Tetapi tidak terjadi perbedaan yang signifikan terhadap Kadar Air, Kadar Busa, Bilangan Penyabunan. Akan tetapi nilai parameter dari penelitian ini masih dalam standart mutu sabun.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_111537.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 AKM P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-314</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T11:26:03Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN NaOH TERHADAP MUTU KERTAS BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>ANDREW CLADIO HUTAHAEAN</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Kertas</dc:subject>
          <dc:subject>Pulp</dc:subject>
          <dc:subject>Larutan NaOH</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=314</dc:identifier>
          <dc:description>Penggunaan kayu dalam  pembuatan kertas sering mengakibatkan masalah bagi lingkungan karena sering terjadi penebangan hutan liar, sehingga muncul ide memanfaatkan Tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan kertas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dikemukakan hasil penelitian pembuatan kertas dari tandan kosong kelapa sawit. Proses penelitiannya dilakukan dengan merendam cacahan tandan kosong kelapa sawit dengan NaOH sebanyak 3 liter dengan konsentrasi 3%, 5%, 7% untuk memperoleh pulp kemudian belender agar pulp lebih halus kemudian pulp di rendam dengan H2O2 agar warna dari pulp berubah jadi putih. Pulp yang sudah menjadi putih kemudian dicetak dan dikeringkan menggunakan oven dengan konsentrasi 3%, 5% dan 7%. Kertas yang dihasilkan dengan konsentrasi 5% menghasilkan nilai derajat putih yang lebih tinggi. Kertas yang dihasilkan dengan konsentrasi 5% menghasilkan nilai tekstur yang lebih tinggi. Dan hasil pengujian kadar air dari ketiga sampel dapat disimpulkan bahwa sampel yang menggunakan dengan konsentrasi 7% memiliki kadar air lebih kecil. Analisa yang dilakukan meliputi nilai derajat putih, tekstur kertas dan kadar air. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_112147.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 AND M</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-315</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T11:30:56Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA KADUNGAN UNSUR HARA YANG TERDAPAT PADA PUPUK ORGANIK DENGAN PEMANFAATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT dan LIMBAH  CAIR PABRIK KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>ASIDO SIAGIAN</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)</dc:subject>
          <dc:subject>Mikroorganisme Lokal &amp; Pupuk Organik</dc:subject>
          <dc:subject>Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=315</dc:identifier>
          <dc:description>Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan pabrik yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) yang berasal dari kebun yang kemudian diolah dan menghasilkan Crud Palm Oil (CPO) dan inti (kernel). Untuk mendapatkan CPO dan kernel, Tandan buah segar tersebut akan diolah dalam beberapa stasiun didalam pabrik kelapa sawit antara lain stasiun penemriaan buah, stasiun perebusan, stasiun pemipilan (thresing), stasiun pengepresan, stasiun pemurnian minyak dan stasiun biji.Setelah buah diolah pabrik akan menghasilkan limbah yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu limbah padat dan limbah cair yang dimana limbah yang dihasilkan pabrik yang akan diolah kembali agar limbah tersebut sesuai standar untuk dialirkan disungai.Pada penelitian ini limbah yang dihasilkan pabrik merupakan bahan yang dipakai untuk melakukan penelitian dengan proses fermentasi. Mikroorganisme Lokal didapat dengan cara pencampuran bahan ampas tebu, air kelapa dan air cucian beras yang berfungsi sebagai pengahasil mikroba. Setelah proses fermentasi, dilakukan pencampuran dengan bahan limbah cair pabrik kelapa sawit selama 6 minggu. Setelah 6 minggu hasil pencampuran yang didapat dianalisa untuk mencari tahu kandungan unsur hara yang terdapat dari bahan bahan yang dicampur.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_112644.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 ASI A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-316</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T11:36:03Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH WAKTU ADSORBSI KARBON AKTIF CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP MUTU SABUN BERBASIS  MINYAK JELANTAH</dc:title>
          <dc:creator>AYUB HASIBUAN</dc:creator>
          <dc:subject>Minyak Jelantah</dc:subject>
          <dc:subject>Saponifikasi</dc:subject>
          <dc:subject>Natrium Hidrosida</dc:subject>
          <dc:subject>Karbon Aktif</dc:subject>
          <dc:subject>Sabun</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=316</dc:identifier>
          <dc:description>Minyak jelantah merupakan minyak bekas pemakai kebutuhan rumah tangga, umumnya dapat digunakan kembali. Akan tetapi bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia. Maka dilakukan upaya untuk memanfaatkannya agar tidak terbuang dan mencemari lingkungan dengan mengolahnya kembali sebagai bahan pembuatan sabun, dan memanfaatkan karbon aktif cangkang kelapa sawit sebagai adsorbsi pemurnian minyak.Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Waktu Adsorbsi Karbon Aktif Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Mutu Sabun Berbasis Minyak Jelantah. Tahapan penelitian ini adalah pencarian bahan baku, menghilangkan kotoran, pemurnian dengan Karbon Aktif. Minyak goreng hasil pemurnian tersebut digunakan untuk pembuatan sabun padat dan pengamatan mutu antara lain uji kadar air, uji bilangan penyabunan, dan uji jumlah busa. Hasil proses penyabunan di proleh sabun mandi yang optimum menggunakan minyak goreng bekas 48 jam perendaman. Sabun yang dihasilkan berbentuk padat dengan kadar air 12,9 %, bilangan penyabunan 62,5501 mg/g dan kadar busa 1,7 ml. Pada mutu sabun diantara kedua perlakuan tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya pada proses penurunan asam lemak bebas yang ditemukan waktu adsorbs yang efisien. Yaitu dengan karbon aktif 120 mesh dengan waktu perendaman adsorbs 48 jam, kadar Alb rata-rata turun sebesar 2,179%.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_113147.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 AYU P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-317</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T11:40:34Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>POTENSI IMPEREGNASI KAYU KELAPA SAWIT DENGAN BERBAGI RESIN SEBAGAI PAPAN ALTERNATIF</dc:title>
          <dc:creator>BAYU ANUGRAH TIMANTA HARAHAP</dc:creator>
          <dc:subject>Kayu Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Papan</dc:subject>
          <dc:subject>Teknik Impregnasi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=317</dc:identifier>
          <dc:description>Teknik impregnasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas kayu kelapa sawit dengan menggunakan resin. Bioresin yang digunakan adalah Monomer stirena yang berfungsi  untuk pengisi dan pengikat antara serat kayu yang dapat meningkatkan kekuatan bagian dalam lunak batang kelapa sawit. Bioresin dilarutkan dengan benzen. Tujuan dari artikel ini adalah mereview potensi impregnasi batang kelapa sawit sebagai papan alternative meliputi tahapan yaitu penyiapan material, penyiapan resin impregnasi dan perendaman material dengan bioresin. Adapun hasil yang didapatkan dengan teknik impregnasi menggunakan resin monomer stirena dapat meningkatkan kualiatas papan yeng berada di kela IV menjadi kelas III menurut SNI.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_113633.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 BAY A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-318</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T14:45:46Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>SUBSTITUSI LEMAK CACAO DENGAN MENGGUNAKAN LEMAK INTI KELAPA SAWIT SEBAGAI PRODUK COKLAT PANDAN</dc:title>
          <dc:creator>PAUL CHRITOPER YULIANUS SIBURIAN</dc:creator>
          <dc:subject>Cocoa Butter Substitusion CBS, Inti Sawit, Lemak C</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=318</dc:identifier>
          <dc:description>PAUL CHRISTOPER YULIANUS SIBURIAN, SUBSTITUSI LEMAK CACAO DENGAN MENGGUNAKAN LEMAK INTI KELAPA SAWIT SEBAGAI PRODUK COKLAT PANDAN”, Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Ir.Busrizal Faisal,MT sebagai pembimbing I dan Siti Aisyah,ST.,M.Si Sebagai pembimbing II.Kandungan lemak pada cokelat bervariasi dari 28% sampai 35% tergantung penggunaannya. Cocoa butter diperoleh dari biji kakao atau lemak khusus yang diperoleh dari minyak nabati atau lemak merupakan sumber yang biasanya untuk pembuatan cokelat. Lemak khusus antara lain Cocoa Butter Equivalent (CBE),Cocoa Butter Substitute (CBS), lemak coating dan lemak Toffe. Minyak kelapa sawit dan minyak inti sawit merupakan bahan baku yang ideal untuk produksi lemak khusus karena fisika kimia yang sangat baik. Mereka dapat dimodifikasi untukmemperluas pemanfaatannya. CBE adalah lemak khusu yang mengandung Trigliserida simetris tak jenuh mirip dengan Cocoa Butter.Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan  (TPHP) STIP-AP MEDAN  waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret – Juni. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan cara mengamati, merangkum, dan mencatat langsung data yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan variabel bebas dan variabel tetap yaitu dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan taraf 3 perlakuan dan dua kali pengulangan sehingga terdapat enam sampel yang dilakukan pengujian. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa formulasi yang baik pada pembuatan coklat pandan menggunakan minyak inti sawit dengan penambahan cacao,gula serta perisa pandan didapatkan komposisi terbaik dari tiga perlakuan adalah pada komposisi CBS 400gr, Cacao 300gr, dan Gula 300gr, yang paling disukai pada skala pengujian coklat pandan tersebut.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-PAUL.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>54 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-319</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T15:10:28Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH VARIASI KOMPOSISI CANGKANG SAWIT DENGAN CANGKANG KULIT KERANG TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT POLIESTER SEBAGAI KAMPAS REM SEPEDA MOTOR</dc:title>
          <dc:creator>PIJAI TRI PRAWIJAYA</dc:creator>
          <dc:subject>Komposit, Kampas Rem, Cangkang Kelapa Sawit, Cangk</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=319</dc:identifier>
          <dc:description>PIJAI TRI PRAWIJAYA. 2021. “PENGARUH VARIASI KOMPOSISI CANGKANG SAWIT DENGAN CANGKANG KULIT KERANG TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT POLIESTER SEBAGAI KAMPAS REM SEPEDA MOTOR”.Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Pada Mulia  Raja, S.Pd., M.Si. dan Bapak Giyanto, S.TP., M.T.Banyak jenis kampas rem yang selama ini ada di pasaran, tetapi yang masih banyak di gunakan yaitu kampas rem yang terbuat dari bahan asbestos yang hanya memiliki 1 jenis serat yaitu asbes, yang merupakan komponen yang menimbulkan karsinogenik.Penelitian ini di buat dari kombinasi bahan bahan serat komposit cangkang kelapa sawit dengan cangkang kulit kerang yang tentunya ramah lingkungan dan juga masih banyak ditemukan di lingkungan sekitar.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kekerasan dan keausan sampel kampas rem dari bahan bahan serbuk cangkang sawit,serbuk cangkang kerang,magnesium oksida, serbuk kuningan,resin polyester dan katalis dengan variasi komposisi 40:60, 50:50, 60:40 sesuai dengan SAE dan SNI, alat yang digunakan untuk mengetahui nilai kekerasan (Makro Vickers) dan nilai keausan (Pin On Disk).Pengujian di lakukan di Laboratorium Uji Material Politeknik Kimia Industri (PTKI) Medan yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2021.Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa cangkang sawit dan cangkang kerang sangat berpotensi untuk dibuat sebagai bahan alternatif kampas rem sepeda motor.Setelah melalui proses pengujian, diketahui bahwa nilai kekerasan rata rata tertinggi terdapat pada sampel 1 dengan perbandingan 40:60 (4 gram serbuk cangkang sawit 6 gram serbuk cangkang kerang) dengan nilai rata rata 154,37 HVN ( / ).Sedangkan untuk pengujian keausan rata rata terendah terdapat pada sampel 2 dengan perbandingan komposisi 50:50 (5 gram serbuk cangkang kerang  5  gram  cangkang  sawit)  dengan  nilai  keausan  0,00068  ( / ).</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover-PIJAI.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>68 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-320</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T15:22:58Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA KETERCAPAIAN RENDEMEN CPO BERDASARKAN KOMPOSISI TBS YANG DIOLAH PADA PKS PAYA PINANG PT. SUMBER SAWIT MAKMUR</dc:title>
          <dc:creator>R. ILHAM AKBAR AL-HAFIZD WICAKSONO</dc:creator>
          <dc:subject>Rendemen, Jenis Buah, Fraksi TBS</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=320</dc:identifier>
          <dc:description>R. Ilham Akbar Al-Hafizd Wicaksono, Analisa Ketercapaian Rendemen Cpo Berdasarkan Komposisi Tbs Yang Diolah Pada Pks Paya Pinang Pt. Sumber Sawit Makmur. Tugas Akhir Mahasiswa ITSI Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Zakwan, STP., MP. , M.Si dan Muhammad Syukri, ST,. MT.PKS Paya Pinang PT. Sumber Sawit Makmur merupakan perusahaan swasta yang bergerak pada sektor perkebunan yaitu perkebunan kelapa sawit. Permasalahan yang sering terjadi di perusahaan tersebut adalah produksi minyak sawit yang belum optimal. Dalam melakukan pengoptimalan produksi minyak sawit harus memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya bahan baku produksi yaitu Tandan Buah Segar (TBS). Untuk itu, dalam tugas akhir ini dilakukan analisa ketercapaian rendemen Crude Palm Oil (CPO) berdasarkan komposisi TBS yang diolah di PKS Paya Pinang PT. Sumber Sawit Makmur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen CPO dari TBS yang diolah di PKS Paya Pinang PT. Sumber Sawit Makmur berdasarkan komposisi varietas tenera dan varietas dura dan berdasarkan kematangannya. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui total jumlah Oil Extraction Rate (OER) pada buah tenera dan dura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-Faktorial. Hal ini sesuai dengan kondisi permasalahan yang ada di PKS Paya Pinang PT. Sumber Sawit Makmur yaitu produksi minyak kelapa sawit yang belum optimal berdasarkan komposisi TBS yang diolah pada PKS Paya Pinang PT. Sumber Sawit Makmur. PKS Paya Pinang PT. Sumber Sawit Makmur mengelola bahan yang berfraksi 1 sebesar 76% dan fraksi 0 sebesar 24% dari tiap masing-masing jenis TBS. Sedangkan untuk tiap jenis TBS nya, PKS Paya Pinang PT. Sumber Sawit Makmur mengelola jenis TBS tenera sebesar 48% dan dura sebesar 52%. Berdasarkan hasil penelitian, analisis tingkat ekstraksi minyak sawit mentah buah tenera sebesar 14,23% dan buah dura sebesar 11,56%. Untuk analisis tingkat ekstraksi minyak sawit masak buah tenera 19,15,% dan buah dura sebesar 17,51%, berdasarkan komposisi TBS yang diolah di PKS Paya Pinang PT. Sumber Sawit .</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/1._Raden_-_Cover-1.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>92 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-321</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T15:33:23Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PEMBUATAN NATA BERBASIS NIRA KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK TAOGE SEBAGAI SUMBER NITROGEN</dc:title>
          <dc:creator>RASYD KURNIAWAN HONDRO</dc:creator>
          <dc:subject>Nira Kelapa Sawit, Ekstrak Taoge, Nitrogen, Nata</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=321</dc:identifier>
          <dc:description>RASYD KURNIAWAN HONDRO PEMBUATAN NATA BERBASIS NIRA KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK TAOGE SEBAGAI SUMBER NITROGEN. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Pada Mulia Raja, S.Pd., M.Si. dan Muhammad Syukri, S.T., M.T.Pada penelitian ini akan dilakukan pemanfaatan sumber daya kelapa sawit. Salah satunya dengan cara memanfaatkan nira kelapa sawit menjadi nata. Nira kelapa sawit ini dapat diolah menjadi nata dengan bantuan Acetobacter xylinum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prodi TPHP STIPAP Medan, Jl. Willem Iskandar, Medan Estate dan Laboratorium Ilmu Dasar dan Alam Universitas Sumatera Utara, Medan. Waktu penelitian selama 3 bulan, dari bulan Mei 2021 – Juli 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dan terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu perlakuan A tanpa penambahan ekstrak taoge, perlakuan B dengan penambahan ekstrak taoge 2%, perlakuan C dengan penambahan ekstrak taoge 4%, dan perlakuan D dengan penambahan ekstrak taoge 6%. Penambahan ekstrak taoge memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap rendemen, kadar air, serat kasar, dan kadar abu. Perlakuan pada pembuatan nata berbasis nira kelapa sawit menghasilkan rendemen pada perlakuan A sebesar 67,64%, perlakuan B sebesar 68,26%, perlakuan C sebesar 68,39%, dan perlakuan D sebesar 68,51%. Perlakuan pada pembuatan nata berbasis nira kelapa sawit menghasilkan kadar air pada perlakuan A sebesar 84,37%, perlakuan B sebesar 83,26%, perlakuan C sebesar 82,63%, dan perlakuan D 80,98%. Perlakuan pada pembuatan nata berbasis nira kelapa sawit menghasilkan serat kasar pada perlakuan A sebesar 7,05% dan perlakuan D sebesar 6,45%. Perlakuan pada pembuatan nata berbasis nira kelapa sawit menghasilkan kadar abu pada perlakuan A sebesar 0,615% dan perlakuan D sebesar 0,81%. Perlakuan yang terbaik terdapat pada perlakuan D dengan rendemen 68,51%, kadar air 80,98%, serat kasar 6,45%, dan kadar abu 0,81%. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan aroma dan rasa tidak normal sedangkan warna dan tekstur menunjukkan normal.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/1._Cover-rasyd.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>66 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-322</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T15:48:36Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH KOMPOSISI LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT (ABU BOILER DAN SOLID DECANTER) TERHADAP KADAR N, P, K UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK</dc:title>
          <dc:creator>REZA FACHLEVI</dc:creator>
          <dc:subject>Pupuk organik, Kandungan Hara</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=322</dc:identifier>
          <dc:description>REZA FACHLEVI PENGARUH KOMPOSISI LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT (ABU BOILER DAN SOLID DECANTER) TERHADAP KADAR N,P,K UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan di bimbing oleh Pada Mulia Raja, S.Pd., M.Si dan Zakwan,STP.,MP.,M.Si.Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Defenisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lenih ditujukan kepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik.Tujuan penelitian dilaksanakan untuk mengetahui cara mengaplikasikan luimbah PKS (abu boiler dan solid decanter) menjadi pupuk organic dan juga untuk mengetahui pengaruh komposisi loimbah PKS (abu boiler dan solid decanter) terhadap kadar nitrogen,posfor, dan kalium.Penelitian ini dilaksanakan  di laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) – Medan. Waktu Penelitian selama 4 bulan, dari bulan April – Juli 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metoder Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan persentase sample, yaitu Sample 1 (P1), Sample 2 (P2), dan Sample 3 (P3). Masing-masing sample menggunakan 3 unit pengulangan. Jenis Pengamatan yang dilakukan adalah pengujian kadar unsur hara N,P,K. Data yang di peroleh di analisis dengan analisis sidik ragam, dan jika perlakuan memberikan perlakuan berbeda  nyata atau sangat nyata maka dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bahan limbah pabrik kelapa sawit termasuk abu boiler dan solid decanter mempunyai nilai kandungan unsur hara sebesar nitrogen 0,78 posfor 1,89 dan kalium 1,70.Harapan untuk penelitian ini selanjutnya dapat mengembangkan pupuk organik. yang dibuat dengan produk limbah PKS.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover_-_Reza_F.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>64 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-323</identifier>
        <datestamp>2023-06-15T16:06:57Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PERANCANGAN APLIKASI PERHITUNGAN RENDEMEN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) BERBASIS ANDROID</dc:title>
          <dc:creator>RIDHA PERTIWI</dc:creator>
          <dc:subject>Aplikasi Perhitungan PKS, Aplikasi Android, Perhit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=323</dc:identifier>
          <dc:description>RIDHA PERTIWI, RANCANGAN APLIKASI PERHITUNGAN RENDEMEN PABRIK KELAPA SAWIT BERBASIS ANDROID, Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunandibimbing oleh Zulham Effendi, ST., M.Sc.Eng dan Zakwan, STP.,MP.,M.SiDalam pabrik kelapa sawit hampir semua hasil pengolahan-nya memiliki perhitungan, mulai dari hasil perhitungan pengolahan Crude Palm Oil (CPO), hasil dari pengolahan inti, perhitungan rendemen, perhitungan losses, perhitungan mutu CPO, perhitungan material balancedan masih banyak lagi. Kendala yang dimiliki pabrik kelapa sawit pada saat ini ialah kurangnya aplikasi inovatif pendukung kemudahan proses pengolahan dalam mencari data yang memerlukan rumus mencari hasil pengolahan khususnya pada perhitungan rendemen. Maka dari itu dunia perkebunan sudah sebaiknya memanfaatkan teknologi android dalam bentuk aplikasi pendukung untuk memudahkan pekerjaan khususnya pada perusahaan pengolahan kelapa sawit agar lebih efisien sehingga dapat menghemat waktu serta mendapatkan data yang akurat dari produksi pada suatu perusahaan. Adapun tujuan penelitian adalah merancang dan membangun aplikasi perhitungan hasil akhir produksi CPO yang mampu memberikan informasi secara tepat cepat dan akurat tentang nilai rendemen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi perhitungan singkat PKS ini dapat meringankan, memudahkan, dan memberikan kepastian dalam perhitungan yang ada di pabrik kelapa sawit. Dengan adanya aplikasi ini laporan perhitungan yang ada di PKS dapat dibuat langsung oleh aplikasi sesuai hasil perhitungan dan disimpan kedalam berkas yang ada di dalam aplikasi.aplikasi ini adalah langkah awal untuk pengembangan aplikasi android di bidang perkebunan.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER_TUGAS_AKHIR-ridha.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>75 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-324</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T08:40:00Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH VARIASI WAKTU PEREBUSAN TERHADAP NILAI DETERIORATION OF BLEACHABILITY INDEX  DOBI) DARI CRUDE PALM OIL (CPO) PADA PEREBUSAN VERTIKAL SKALA LABORATORIUM</dc:title>
          <dc:creator>DANUL ASLAM YASRI</dc:creator>
          <dc:subject>Waktu Perebusan</dc:subject>
          <dc:subject>Deterioration Of Bleachability Index (DOBI)</dc:subject>
          <dc:subject>Sterilizer Vertikal</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=324</dc:identifier>
          <dc:description>Standar mutu Crude Palm Oil (CPO) dalam SNI 01-2901-2006 adalah kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air dan kada kotoran yang masing – masing maksimum 5%, 0,25% dan 0,25%. Selain itu ada parameter mutu yang belum termasuk kedalam SNI yaitu deterioration of bleachability index (DOBI) sementara itu beberapa perusahaan industri refinery di dalam negeri dan negara pengimpor telah menambahkan DOBI sebagai parameter mutu.Penelitian ini membahas tentang pengaruh variasi waktu perebusan terhadap nilai DOBI dari CPO yang diperoleh dari sterilizer vertical.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi nilai DOBI yang dihasilkan dari sterilizer vertical dengan sistem perebusan double peak.Metode yang digunakan untuk menentukan nilai DOBI adalah menggunakan uji spektrofotometri.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lama waktu perebusan menggunakan sterilizer vertical dengan waktu 60 menit, 75 menit dan 90 menit menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan yakni 3,78, 3,75, 3,53 sehingga dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya nilai DOBI adalah lama waktu perebusan di sterilizer. Dan menunjukkan bahwa nilai DOBI yang didapat tegolong dalam kualitas yang sangat baik.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-15_114502.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 DAN P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-325</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T08:42:51Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>KAJIAN BIAYA PEMUPUKAN TANAMAN MENGHASILKAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI KEBUN TANAH GAMBUS PT. SOCFIN INDONESIA</dc:title>
          <dc:creator>MHD RIDHO</dc:creator>
          <dc:subject>Kajian Biaya, Pemupukan, Tanaman Menghasilkan</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=325</dc:identifier>
          <dc:description>MHD RIDHO, KAJIAN BIAYA PEMUPUKAN TANAMANMENGHASILKAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI KEBUNTANAH GAMBUS PT. SOCFIN INDONESIA. Tugas Akhir MahasiswaSTIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh FebrianaRosmawati, SE, M.Si dan Dina Arfianti S. SP, M.Sc.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kajian biaya pemupukan tanamanmenghasilkan kelapa sawit (ElaieisguineensisJacq.) diKebun Tanah Gambus PT.Socfin Indonesia.Penelitian ini dilaksanakan di kebun Tanah Gambus PT. Socfin Indonesia.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 13 s/d 28 Oktober 2020. Metode penelitianyang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisa deskriptif denganmengumpulkan data-data sekunder mengenai biaya pemupukan pada tanamankelapa sawitkebun Tanah Gambus PT. Socfin Indonesia.Penelitian ini di lakukan di Kebun Tanah Gambus PT. Socfin Indonesia padatanaman menghasilkan, Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Total BiayaPemupukan selama tahun 2018-2020 adalah sebesar Rp8.265.422.423Rp10.886.847.074, Rp11.625.519.511. Dengan rata-rata biaya pemupukan daritahun 2018-2020 adalah sebesar Rp10.259.263.002.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Ridho.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>59 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-326</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T08:48:07Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENINGKATAN KUALITAS BRIKET ARANG DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN AMPAS TEBU MELALUI PERBAIKAN METODE PENGARANGAN</dc:title>
          <dc:creator>EDGAR JULIO KELIAT</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Tepung Kanji</dc:subject>
          <dc:subject>Limbah Ampas Tebu</dc:subject>
          <dc:subject>Briket</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=326</dc:identifier>
          <dc:description>Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia semakin lama semakin tinggi untuk masyarakat menengah kebawah, hal ini berdampak bagi masyarakat Indonesia yang masih bergantung pada bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Dampak yang terjadi iala eksploitasi besar – besaran pada fosil, oleh karena itu perlu adanya energi alternatif untuk tidak kehabisan hasil fosil di Negara Indonesia. Energi alternatif yang ramah lingkungan merupakan yang lebih diutamakan yaitu pembuatan arang briket. Pada penelitian ini biomassa yang digunakan adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Limbah Ampas Tebu (TKAT). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki  karakteristik dari briket yang meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, kerapatan, kuat tekan dan laju pembakaran, kadar karbon serta untuk mengetahui komposisi yang tebaik dari campuran  Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Limbah Ampas Tebu dari tahun sebelumnya. Komposisi pencampuran  antara TKKS dan limbah ampas tebu pada penelitian ini yaitu TKKS 100%: TKAT 0%, TKKS 75% : 25 % TKAT, TKKS 50% : 50 % TKAT, TKKS 25% : 75% TKAT, TKKS 0% : 100% TKAT. Dengan kadar perekat kanji ( gaplek ) sebesar 20% dari bahan baku. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa komposisi briket yang paling baik diperoleh dari campuran tandan kosong kelapa sawit dan limbah ampas tebu yang terbaik yaitu pada perlakuan TKKS 75% : ampas tebu  75% yaitu kadar air 2.94%, densitas 1.04 gr/ml dan untuk  laju pembakaran  yaitu 0.003300 gr/s. Hasil ini telah memenuhi SNI, Standar Jepang, Inggris, dan Amerika dan Indonesia dibandingkan dengan empat perlakuan lainnya.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_084052.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 EDG P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-327</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T08:54:08Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA PRODUKTIVITAS TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) KLON PB 260 DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI SISTEM SADAP DI AFDELING I KEBUN BANGUN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD HAIQAL FIKRI</dc:creator>
          <dc:subject>Analisa Produktivitas, Sistem Sadap, KLON PB 260</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=327</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD HAIQAL FIKRI . ANALISA PRODUKTIVITAS TANAMAN KARET (Havea brasiliensis Muell. Arg) KLON PB 260 DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI SISTEM SADAP DI AFDELING I KEBUN BANGUN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Zulham Effendi, ST., M. Sc. Eng dan Hardy Wijaya, SPProduktivitas kebun karet ditentukan oleh jenis klon, umur tanaman, tingkat kesesuaian lahan, dan sistem eksploitasi yang diterapkan.Sistem eksploitasi yang diterapkan menentukan produktivitas kebun karet karena berhubungan dengan tataguna kulit dan proses fisiologi lateks. Pelaksanaan sistem eksploitasi yang benar dapat menjamin produktivitas yang tinggi dan berkelanjutan. Sebaliknya pelaksanaan sistem eksploitasi yang salah dapat mengakibatkan produktivitas yang rendah dan memperpendek umur ekonomis tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas tanaman karet pada klon PB 260 dengan berbagai sistem sadap.Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2021 di Afdeling I Kebun Bangun PT. Perkebunan Nusantara III dengan menggunakan metode analisa deskriftif dengan mengumpulkan data sekunder produktivitas tanaman karet klon PB 260 dari tahun 2016 – 2020. Parameter yang di amati adalah data produksi tanaman karet klon PB 260 dengan berbagai sistem sadap.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisa data produktivitas tanaman karet pada tahun 2016 – 2020 yang memiliki produksi tertinggi pada tahun 2017 dengan tahun tanam 2009 dan yang terendah pada tahun 2020 dengan tahun tanam 2000. Sedangkan secara keseluruhan, produksi tertinggi pada tahun 2018 dan yang terendah pada tahun 2016. Adapun faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas disebabkan oleh, sistem sadap yang tidak menetap atau berubah-iiubah, kurangnya aplikasi pemupukan, berkurangnya jumlah pokok dilapangan disebabkan oleh terserang penyakit JAP (Jamur Akar Putih), KAS (Kering Alur Sadap), Mouldy Road, pokok tumbang karena angin yang kencang, dan umur tanaman. Hubungan antara produksi dengan harga pokok/kg yaitu semakin besar produksi yang didapat, maka dapat menekan harga pokok/kg.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Haiqal_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>53 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-328</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:00:20Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH VARIASI WAKTU PEREBUSAN TERHADAP BILANGAN PEROKSIDA CRUDE PALM OIL (CPO) PADA PEREBUSAN VERTIKAL  SKALA LABORATORIUM DI STIP-AP MEDAN</dc:title>
          <dc:creator>EGA AFRILLA SIAGIAN</dc:creator>
          <dc:subject>Crude Palm Oil (CPO)</dc:subject>
          <dc:subject>Vertical Sterilizer</dc:subject>
          <dc:subject>Bilangan Peroksida</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=328</dc:identifier>
          <dc:description>Bilangan Peroksida adalah angka yang menunjukkan derajat kerusakan minyak yang terjadi pada minyak. Standar mutu dari bilangan peroksida sendiri belum termasuk kedalam Standar mutu Crude Palm Oil (CPO) dalam SNI 01-2901-2006 tetapi di beberapa perusahaan industri perkebunan telah menambahkan Bilangan Peroksida sebagai parameter mutu.Penelitian ini membahas tentang variasi waktu perebusan terhadap bilangan peroksida dari CPO yang diperoleh dari vertical sterilizer dengan sistem perebusan double peak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai mutu bilangan peroksida dari setiap waktunya. Metode yang digunakan untuk menentukan nilai Bilangan Peroksida menggunakan uji iodimetri.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama waktu perebusan menggunakan vertical sterilizer dengan waktu 60 menit, 75 menit dan 90 menit didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu 0,86 meq/kg, 3,16 meq/kg dan 6,53 meq/kg sehingga dapat diketahui bahwa waktu perebusan yang efektif adalah waktu 60 menit dengan nilai mutu 0,86 meq/kg karena semakin lama waktu perebusan makan semakin tinggi nilai bilangan peroksida yang didapat.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_085450.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 EGA P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-329</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:06:02Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENINGKATAN KUALITAS BRIKET ARANG DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT  DAN KULIT DURIAN MELALUI  PERBAIKAN METODE PENGARANGAN</dc:title>
          <dc:creator>EKO ROBINHOT SILAEN</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Kulit Durian</dc:subject>
          <dc:subject>Briket</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=329</dc:identifier>
          <dc:description>Ketersediaan sumber energi tak terbarukan yang mulai terbatas menjadi masalah yang cukup serius bagi masyarakat. Untuk itu perlu diupayakan penggunaan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui diantaranya berasal dari biomassa. Salah satu bahan bakar yang berasal dari biomassa adalah briket. Pada penelitian ini biomassa yang digunakan adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Tempurung Kelapa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dari briket yang meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, kerapatan, kuat tekan dan laju pembakaran serta untuk mengetahui komposisi yang tebaik dari campuran  tandan kosong kelapa sawit dan kulit durian. Komposisi pencampuran  antara TKKD dan kulit durian pada penelitian ini yaitu TKKD 100%, TKKD 75% : kulit durian 25%, TKKD 50% : kulit durian 50%, TKKD 25% : kulit durian 75% dan kulit durian 100%. dari bahan baku. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa komposisi briket yang paling baik diperoleh dari campuran tandan kosong kelapa sawit dan kulit durian yang terbaik yaitu pada perlakuan TKKD 75% : kulit durian 25%, kadar air 3,08%, densitas 1,3 gr/ml, kuat tekan 1 kg/cm2 . dan untuk  laju pembakaran  yaitu 0.003375 gr/s. Hasil ini telah memenuhi SNI, Standar Jepang, Inggris, dan Amerika dan Indonesia dibandingkan dengan empat perlakuan lainnya.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_090055.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 EKO P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-330</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:10:52Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH UKURAN PARTIKEL ADSORBEN  KARBON AKTIF CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP MUTU SABUN BERBASIS MINYAK JELANTAH</dc:title>
          <dc:creator>ERWINSYAH</dc:creator>
          <dc:subject>Adsorben</dc:subject>
          <dc:subject>Cangkang</dc:subject>
          <dc:subject>Karbon Aktif</dc:subject>
          <dc:subject>Mutu</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=330</dc:identifier>
          <dc:description>Standart mutu sabun dalam SNI 06-3532-1994 adalah kadar air maks 15%, asam lemak bebas maks 2,5% bilangan penyabunan 196-206 mg/gr selain itu ada parameter mutu yang belum termasuk kedalam SNI yaitu banyak busa. Sementara itu beberapa perusahaan industri di Indonesia menarik konsumen dengan banyak busa yang yang dihasilkan produk perusahaan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah membahas tentang pengaruh ukuran partikel  karbon aktif  cangkang kelapa sawit terhadap penurunan asam lemak bebas pada minyak jelantah sebagai pembuatan bahan baku sabun dan mutu sabun. penentuan Asam Lemak bebas menggunakan metode AOCS Ca 5a-40-1997, pengujian Kadar Air dengan menggunakan metode SNI 06-3532-1994, Bilangan penyabunan menggunakan metode volumetric.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran partikel 100 mesh dan 120 mesh terjadi perbedaan yang signifikan dalam penurunan asam lemak bebas. Dimana ukuran partikel 120 mesh lebih kuat daya serap dalam menurunkan Asam Lemak Bebas. hal ini disebabkan karena material yang memliki diameter yang lebih kecil mempunyai tingkat penyerapan yang lebih besar. Hal ini terkait dengan luas permukaan adsorben karbon aktif cangkang kelapa sawit yang tersedia untuk dapat berinteraksi dengan substansi yang terdapat dalam larutan. Tetapi tidak terjadi perbedaan yang signifikan terhadap mutu sabun yaitu; Kadar Air, banyak  Busa, Bilangan Penyabunan.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_090643.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>59 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 ERW P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-331</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:15:09Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH BINTARO (Cerbera manghas) TERHADAP PENGENDALIAN HAMA TIKUS (Rattus norvegicus)</dc:title>
          <dc:creator>MIKHAEL DANIEL DAMENTA SEMBIRING</dc:creator>
          <dc:subject>Cerbera manghas, Rattus norvegicus, Rattus tiomani</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=331</dc:identifier>
          <dc:description>Mikhael Daniel Damenta Sembiring. “Uji Efektivitas Ekstrak Buah Bintaro (Cerbera manghas) Terhadap Pengendalian Hama Tikus (Rattus norvegicus)” telah dilaksanakan dibawah bimbingan Ibu Nurkhotimah Sinaga, S.E., M.Ak sebagai pembimbing I dan Bapak Sulthon Parinduri, S.P., M.Si sebagai pembimbing II.Gangguan hama pada tanaman kelapa sawit merupakan masalah penting diperkebunan kelapa sawit, keberadaannya dapat menimbulkan kerusakan tanaman. Salah satu jenis hama yang mengganggu tanaman kelapa sawit adalah hama tikus (Rattus tiomanicus). Dengan membuat pestisida alami yang dilakukan dengan proses maserasi, selanjutnya dengan uji potensi ekstrak buah bintaro (Cerbera manghas), terhadap tikus (Rattus tiomanicus) sehingga dapat menekan perkembangan hama tikus di lahan kelapa sawit.Pembuatan ekstrak buah bintaro dilakukan di laboratorium FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU) dan untuk penelitian dilakukan di laboratorium mini di Jalan Bunga Rinte Simpang Selayang Medan dengan menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) sebagai pengganti tikus pohon. Waktu penelitian pada bulan April sampai dengan Juli 2021. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 5 ulangan non faktorial.Rancangan percobaan di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan perlakuan 3 konsentrasi dan 1 kontrol yaitu 0%, 15%, 30% dan 45% dan diulang sebanyak 5 kali. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan ANOVA, jika menunjukkan berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan 5%. Pada setiap perlakuan digunakan 5 ekor tikus dengan brondolan sebagai pakan yang setiap jam 07.00 pagi dan 15.00 sore diganti serta ditimbang sebelum dan sesudah pengaplikasian, pengamatan dilakukan setiap hari hingga mendapatkan hasil yang efektif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah bintaro dengan perlakuan yang berbeda menunjukkan berbeda sangat nyata dengan perlakuan B0 (kontrol) dengan mortalitas paling rendah (0%) hingga hari ke-15. Tingkat mortalitas yang paling tinggi terdapat pada perlakuan B3 dengan konsentrasi 45% yang diberi ekstrak buah bintaro pada hari pertama pengaplikasian hingga mulai terjadi mortalitas pada hari ke-3 setelah aplikasi (3 HSA) hingga hari ke-5 (5 HSA) dengan persentase mortalitas 100% dan diikuti mortalitas perlakuan B2 dengan konsentrasi 30% pada hari ke-8 (8 HSA) hingga hari ke-9 (9 HSA) untuk mendapatkan 100%. Pada hari ke-13 (13 HSA) terdapat mortalitas perlakuan B1 dengan konsentrasi 15% hingga sampai pada hari ke-15 (15 HSA) terdapatiipersentase 100%.Gejala keracunan yang disebabkan oleh ekstrak buah bintaro terhadap tikus ditandai dengan terjadinya efek knock down, kemudian menurunnya tingkat aktivitas tikus, terjadi kerontokan bulu di sekitar badan tikus pada saat terjadi mortalitas, penurunan berat badan dan menurunnya konsumsi pakan pada tikus.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Mikhael_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>111 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-332</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:36:06Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MAHONI (Swietenia mahagoni ( L.) Jacq) TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BABANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD AGUSTIAN</dc:creator>
          <dc:subject>Bioherbisida, Gulma, Swietenia mahagoni (L) Jacq.,</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=332</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD AGUSTIAN. UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MAHONI (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BABANDOTAN (Ageratum conyzoides L). Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Sulthon Parinduri, S.P., M.Si dan Tifany Zia Aznur, S.P., M.Si.Penelitian ini bertujuan untuk meguji ekstrak daun mahoni (Swietenia mahagoni (L) Jacq.) terhadap pertumbuhan gulma babandotan (Ageratum conyzoides L.). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP) Medan. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Februari – April 2021. Penelitan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan perlakuan 0%, sebagai control dan 4 perlakuan menggunakan ekstrak daun mahoni yaitu 10%, 20%, 30%, 40% diulang sebanyak 5 kali.Parameter yang diamati Tinggi gulma, Panjang Akar, Berat Basah, Berat Kering. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncuns’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa alelokimia ekstrak daun mahoni dapat digunakan sebagai alternatif untuk menghambat pertumbuhan gulma babandotan (Ageratum conyzoides L.) dengan hasil terbaik konsentrasi 40%.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Agustian_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>68 Hlm,; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-333</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:36:08Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH LARUTAN PEMUTIH HIDROGEN  PEROKSIDA (H2O2) PADA PEMBUATAN  KERTAS DARI TANDAN KOSONG  KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>FAISAL ABDA’OE PANJAITAN</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>H2O2</dc:subject>
          <dc:subject>Kertas</dc:subject>
          <dc:subject>Pulp</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Art Original</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=333</dc:identifier>
          <dc:description>Penggunaan kayu dalam  pembuatan kertas sering mengakibatkan masalah bagi lingkungan karena sering terjadi penebangan hutan liar, sehingga muncul ide memanfaatkan Tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan kertas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dikemukakan hasil penelitian pembuatan kertas dari tandan kosong kelapa sawit. Proses penelitiannya dilakukan dengan merendam cacahan tandan kosong kelapa sawit dengan KOH sebanyak 3 liter dengan konsentrasi 5% untuk memperoleh pulp kemudian belender agar pulp lebih halus kemudian rendam pulp dengan H2O2 dengan konsentrasi 3%, 5% dan 7%, Dari hasil analisis tekstur  kita dapat mengetahui bahwa larutan H2O2 dengan konsentrasi 7% yaitu rata-rata 79 termasuk pada kriteria lembut. Dari hasil analisis derajat putih kita dapat mengetahui bahwa larutan H2O2 dengan konsentrasi 7% yaitu rata-rata 80 termasuk pada kriteria putih.Dari hasil pengujian kadar air dari ketika sampel yang menggunakan H2O2 dengan konsentrasi 7% lebih rendah yaitu 1,06%.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_093154.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 FAI P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-334</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:41:19Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA KEGAGALAN PADA STASIUN PENGOLAHAN BIJI TERHADAP STAGNASI DI PABRIK KELAPA  SAWIT KAPASITAS 45 TON DENGAN METODE  FAILURE MODES  AND EFFECT ANALYSIS  (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS  (FTA)</dc:title>
          <dc:creator>GREND R.SIHALOHO</dc:creator>
          <dc:subject>Fault Tree Analysis</dc:subject>
          <dc:subject>Maintenace</dc:subject>
          <dc:subject>Stasiun  Pengolahan Biji</dc:subject>
          <dc:subject>:  Failure Mode and Effect Analysis</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=334</dc:identifier>
          <dc:description>Proses pengolahan yang dilakukan pada pabrik kelapa sawit merupakan proses continuous, di mana hasil dari suatu proses akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, dimana untuk mendapatkan hasil proses ini diperlukan pengolahan yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan keinginan perusahaan Sehingga bila terjadi penurunan produktivitas suatu alat serta kerusakan atau cacat pada equipment tersebut akan dapat mengakibatkan buruknya produk/output yang dihasilkan. Tindakan perbaikan diperlukan untuk memperbaiki tingkat efektivitas alat dan mesin pengolahan dalam berproduksi.Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  penyebab masalah kerusakan yang sering terjadi di pabrik kelapa sawit serta apa dampak kerusakan alat dan mesin  tersebut, sehingga  untuk mendapatkan analisa kerusakan alat atau mesin di pabrik kelapa sawit penelitian ini menggunakan metode yaitu Diagram Pareto, failure mode and effeck analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Sehingga akan ditemukan komponen kritis  yang menjadi prioritas utama pada saat sedang maintenance. Hasil penelitian mendapatkan bahwa stasiun pengolahan Biji sebagai stasiun Penyumbang Jumlah kerusakan tertinggi pertama dengan jumlah kerusakan sebanyak 256 kasus dan waktu stagnasi 439,62 jam selama tiga Tahun. Dan hasil analisa  menunjukkan bahwa 60 % kerusakan terjadi pada airlock fibercyclone  sehingga  menjadi prioritas penanganan utama di stasiun pengolahan biji.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_093644.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 GRE A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-335</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:46:13Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU KERTAS BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>JERRY HOLLANDO</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Kertas</dc:subject>
          <dc:subject>Pulp</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=335</dc:identifier>
          <dc:description>Penggunaan kayu dalam pembuatan kertas sering mengakibatkan masalah bagi lingkungan karena sering terjadi penebangan hutan liar, sehingga muncul ide memanfaatkan Tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan kertas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dikemukakan hasil penelitian pembuatan kertas dari tandan kosong kelapa sawit. Proses penelitiannya dilakukan dengan merendam cacahan tandan kosong kelapa sawit dengan NaOH sebanyak 3 liter dengan konsentrasi 5% untuk memperoleh pulp kemudian belender agar pulp lebih halus kemudian rendam pulp dengan H2O2 agar warna dari pulp berubah jadi putih. Pulp yang sudah menjadi putih kemudian dicetak dan dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 60⁰C, 80⁰C, 100⁰C. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan kertas. Analisa yang dilakukan meliputi nilai derajat putih, kadar air, tekstur kertas. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas. Kertas yang dihasilkan dengan suhu pengeringan 80⁰C menghasikan nilai derajat putih yang lebih tinggi dari hasil survei yang dilakukan kepada 20 orang mahasiswa. Kertas yang dihasilkan dengan suhu pengeringan 80ºC menghasilkan nilai tekstur yang lebih tinggi dari hasil survei yang di lakukan kepada 20 orang mahasiswa. Dari hasil pengujian kadar air dari ketiga sampel dapat disimpulkan bahwa sampel yang suhu pengeringannya 100⁰C memiliki kandungan kadar air lebih kecil.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_094221.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 JER P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-336</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:52:14Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENINGKATAN KUALITAS BRIKET ARANG DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT  DAN PELEPAH KELAPA  SAWIT MELALUI   PERBAIKAN  METODE PENGARANGAN</dc:title>
          <dc:creator>JURNAL ALFOLMAR SIHOTANG</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Pelepah Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Briket</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=336</dc:identifier>
          <dc:description>Ketersediaan sumber energi tak terbarukan yang mulai terbatas menjadi masalah yang cukup serius bagi masyarakat. Untuk itu perlu diupayakan penggunaan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui diantaranya berasal dari biomassa. Salah satu bahan bakar yang berasal dari biomassa adalah briket. Pada penelitian ini biomassa yang digunakan adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Pelepah  Kelapa Sawit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dari briket yang meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, kerapatan, kuat tekan dan laju pembakaran serta untuk mengetahui komposisi yang tebaik dari campuran  tandan kosong kelapa sawit dan pelepah kelapa sawit. Komposisi pencampuran  antara TKKS dan Pelepah Sawit pada penelitian ini yaitu TKPS 100%, TKKS 75% : pelepah sawit 25%, TKKS 50% : pelepah sawit 50%, TKKS 25% : pelepah sawit 75% dan pelepah sawit 100%. dari bahan baku. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa komposisi briket yang paling baik diperoleh dari campuran tandan kosong kelapa sawit dan kulit durian yang terbaik yaitu pada perlakuan TKKS 75% : pelepah sawit 25%, kadar air 3,08%, densitas 1,3 gr/ml, kuat tekan 1 kg/cm2 . dan untuk  laju pembakaran  yaitu 0.003375 gr/s. Hasil ini telah memenuhi SNI, Standar Jepang, Inggris, dan Amerika dan Indonesia dibandingkan dengan empat perlakuan lainnya.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_094654.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>59 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 JUR P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-337</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T09:59:07Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ADSORBSI KARBON AKTIF CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP MUTU SABUN BERBASIS MINYAK JELANTAH</dc:title>
          <dc:creator>KIKI KURNIAWAN</dc:creator>
          <dc:subject>Adsorben</dc:subject>
          <dc:subject>Karbon Aktif</dc:subject>
          <dc:subject>Mutu</dc:subject>
          <dc:subject>Minyak Jelantah</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=337</dc:identifier>
          <dc:description>Kerusakan minyak selama proses penggorengan akan mempengaruhi mutu dan nilai dari minyak dan bahan yang digoreng. Pada minyak yang rusak terjadi proses oksidasi, polimerisasi, dan hidrolisis. Proses tersebut menghasilkan peroksida yang bersifat toksik dan asam lemak bebas yang sukar dicerna oleh tubuh. Indikator kerusakan minyak antara lain adalah angka peroksida dan asam lemak bebas.Karbon selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai adsorben (penyerap). Karbon aktif dipakai dalam proses pemurnian udara, gas, larutan atau cairan. Daya serap ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap karbon tersebut dilakukan aktifasi dengan bahan-bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi. Dengan demikian, karbon akan mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimia. Karbon yang demikian disebut sebagai karbon aktifTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Variasi Konsentrasi Adsorbsi Karbon Aktif Dari Cangkang Kelapa Sawit Pada Minyak Jelantah Terhadap Mutu Sabun .Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan desain penelitian Kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data primer dilokasi penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan dalam penurunan asam lemak bebas terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi 5 %  dan 7,5 % . Tetapi tidak terjadi perbedaan yang signifikan terhadap Kadar Air, Kadar Busa, Bilangan Penyabunan.Akan tetapi nilai parameter dari penelitian ini masih dalam standart mutu sabun.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_095303.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 KIK P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-338</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T10:03:33Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA PENDAPATAN PETANI DENGAN MENANAM TANAMAN JAGUNG (Zea mays) SEBAGAI TANAMAN SELA PADA KEBUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TBM 3</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD ARIFIN</dc:creator>
          <dc:subject>Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit (Elaeis gu</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=338</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD ARIFIN, ANALISA PENDAPATAN PETANI DENGANMENANAM TANAMAN JAGUNG (Zea mays) SEBAGAI TANAMANSELA PADA KEBUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TBM 3.Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunandibimbing oleh Saroha Manurung, SST., M.P dan Wagino, S.P., M.PPemanfaatan areal tanaman belum menghasilkan kelapa sawit (TBM) untukproduksi jagung dengan sistem tanaman sela (tumpang sari). Tumpang sari padakebun kelapa sawit merupakan sistem penanaman semusim (termasuk jagung)secara barisan diantara jalur tanaman kelapa sawit untuk memanfaatkan arealyang kosong pada periode TBM 1 dan 2. Periode pemanfaatan lahan kelapa sawituntuk tanaman sela dengan tanaman tumpang sari disarankan hanya 2 tahun(TBM 2) dengan pertimbangan pertumbuhan tanaman kelapa sawit dan perawatantanaman kelapa sawit mulai intensif. Penanaman tanaman sela denganmengkombinasikan tanaman kelapa sawit sebagai tanaman utama denganmenanam jagung tidak memberikan dampak yang negatif terhadap pemanfaatandalam pemanfaatan atau optimalisasi lahan perkebunan kelapa sawit. Sedangkantanaman sela berupa tanaman tahunan dapat berupa gaharu, jati putih, kakao dankaret. Gaharu ditanam diantara tanaman kelapa sawit dengan pengaturan jaraktanam. Sedangkan jati putih, kakao dan karet ditanaman dipinggiran kebun kelapasawit. Tanaman Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman pangan yangbanyak diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga tanaman jagung banyakditanam oleh para petani di Indonesia. Permintaan pasar terhadap jagung terusmeningkat seiring dengan munculnya pasar swalayan yang senantiasamembutuhkan dalam jumlah yang cukup besar. Kebutuhan yang cenderungmeningkat dan harga yang tinggi merupakan faktor yang dapat memicu parapetani untuk mengembangkan usaha tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakanpada areal TBM 3 kelapa sawit milik petani rakyat, yang berlokasi di DesaPamah, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara.Penelitan dilakukan selama 1 bulan yang dilaksanakan pada bulan Agustussampai dengan September 2021. Penelitian menggunakan metode analisadeskriptif yaitu data sekunder yang diolah, dianalisa dan dituangkan dengankalimat dan kata-kata yang sistematis sehingga penelitian ini dapat diterangkansecara objektif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan, penanaman jagung denganvarietas P-32 yang ditanam sebagai tanaman sela pada lahan TBM 3 kelapa sawitmemiliki keuntungan yang layak jika dibudidayakan dengan baik. Berdasarkannilai perhitungan R/C senilai 1,76 kelayakan keuntungan penanaman jagungsebagai tanaman sela berada pada kategori layak dengan perolehan pendapatanbersih sebesar Rp.11.130.000.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Arifin_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>46 Hlm,; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-339</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T10:04:57Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENINGKATAN KUALITAS BRIKET ARANG DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH  KELAPA MUDA MELALUI PERBAIKAN  METODE PENGARANGAN</dc:title>
          <dc:creator>LEO JOUSTRA BARUS</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Limbah Kelapa Muda</dc:subject>
          <dc:subject>Tepung Kanji</dc:subject>
          <dc:subject>Briket</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=339</dc:identifier>
          <dc:description>Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia semakin lama semakin Tinggi untuk masyarakat menengah kebawah, hal ini berdampak bagi masyarakat Indonesia yang masih bergantung pada bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Dampak yang terjadi iala eksploitasi besar – besaran pada fosil Pada penelitian ini biomassa yang digunakan adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Limbah Kelapa Muda (TKKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki  karakteristik dari briket yang meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, kerapatan, kuat tekan dan laju pembakaran, kadar karbon serta untuk mengetahui komposisi yang tebaik dari campuran  Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Muda dari tahun sebelumnya. Komposisi pencampuran  antara TKKS dan limbah kelapa muda pada penelitian ini yaitu TKKS 100%: TKKM 0%, TKKS 75% : 25 % TKKM, TKKS 50% : 50 % TKKM, TKKS 25% : 75% TKKM, TKKS 0% : 100% TKKM. Dengan kadar perekat kanji ( gaplek ) sebesar 20% dari bahan baku. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa komposisi briket yang paling baik diperoleh dari campuran tandan kosong kelapa sawit dan limbah kelapa muda yang terbaik yaitu pada perlakuan TKKS 100% : limbah kelapa muda 0% yaitu kadar air 2.64%, densitas 1.02 gr/ml dan untuk  laju pembakaran  yaitu 0.001866 gr/s dan perlakuan TKKS 25% dan TKKM 75% yaitu kadar air 2.86%, densitas 1.03 gr/ml dan laju pembakaran yaitu 0.003000. Hasil ini telah memenuhi SNI, Standar Jepang, Inggris, dan Amerika dan Indonesia dibandingkan dengan empat perlakuan lainnya.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_095954.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 LEO P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-340</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T10:21:55Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH VARIASI WAKTU PEREBUSAN TERHADAP NILAI LOSSES DI TANDAN KOSONG PADA REBUSAN VERTIKAL SKALA LABORATORIUM DI STIP-AP MEDAN</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD SHALIHUL AMRI</dc:creator>
          <dc:subject>Sterilizer Vertikal</dc:subject>
          <dc:subject>Tandan Kosong</dc:subject>
          <dc:subject>Losses</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=340</dc:identifier>
          <dc:description>Oil losses adalah jumlah minyak yang hilang yang seharusnya diperoleh dari hasil suatu proses namun minyak tersebut tidak dapat diperoleh atau hilang. Batas normal oil losses pada tandan kosong adalah 0,20%. Penelitian ini membahas tentang variasi waktu terhadap nilai losses yang terkandung pada tandan kosong hasil perebusan dari sterilizer vertikal skala laboratorium dengan sistem perebusan double peak, Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisi pengaruh variasi waktu dengan nilai losses tandan kosong dan mentukan waktu yang sesuai untuk sterilizer vertikal skala laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lama waktu perebusan menggunakan sterilizer vertikal dengan waktu 60 menit, 75 menit dan 90 menit didapatkan perbedaan yang signifikan 0,042%, 0,053% dan 0,064%. Sehingga dapat diketahui bahwa waktu perebusan yang efektif adalah selama 60 menit dengan nilai losses 0,042. Hal tersebut dikarnakan semakin lama perebusan maka semakin tinggi nilai losses.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_101637.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 MUH P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-341</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T10:28:38Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>KAJIAN SISTEM MANAJEMEN MUTU DALAM PENCAPAIAN RENDEMEN CPO (STUDI KASUS PADA PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATION TBK KISARAN PALM OIL MILL)</dc:title>
          <dc:creator>MHD SIDDIQ DONGORAN</dc:creator>
          <dc:subject>Faktor-faktor yang mempengaruhi Rendemen/OER</dc:subject>
          <dc:subject>Konsisten</dc:subject>
          <dc:subject>Sistem manajemen mutu, Rendemen/OER</dc:subject>
          <dc:subject>PDCA</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Nasional Bandung</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=341</dc:identifier>
          <dc:description>Nilai ekonomis yang paling tinggi dari tandan buah sawit (TBS) adalah minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Minyak kepala sawit diperoleh dengan cara melakukan ekstraksi TBS pada Palm Oil Mill (POM). Indikator banyaknya CPO dapat diambil dari TBS disebut rendemen (Oil Extraction Rate/OER). Yaitu persentase perbandingan jumlah produksi CPO terhadap jumlah TBS yang diolah. Persentase rendemen minyak diharapkan setinggi mungkin. Rendemen optimal dapat dicapai dengan upaya mengelola dengan baik faktor-faktor yang mempengaruhi rendemen minyak tersebut. Faktor-faktor itu adalah : varitas tanaman, pemeliharaan tanaman, umur tanaman, kematangan TBS, pola panen, pengutipan brondolan, sortasi dan pengendalian losis minyak di POM. Upaya-upaya yang baik dan tepat adalah dengan menerapkan sistem manajemen mutu PDCA : perencanaan (Plan/P), pelaksanaan (Do/D), pengawasan (Check/C) dan tindak lanjut (Action/A) untuk menggunakan setiap aktifitas yang berdampak kepada kinerja rendemen.PT. Bakrie Sumatera Plantation berupaya mencapai OER yang optimal dengan mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian rendemen itu dengan menerapkan dan mendapat sertifikat Sistem Mutu ISO 9001:2015. Sebagai pedoman dan bukti telah diterapkannya PDCA dengan baik dan konsisten</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_102302.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 MHD K</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-342</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T10:36:04Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MAINTENANCE BERBASIS WEB PADA PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) GEDONG BIARA PT.MOPOLI RAYA</dc:title>
          <dc:creator>Rahmad Ardiansyah</dc:creator>
          <dc:subject>Sistem Informasi Manajemen</dc:subject>
          <dc:subject>Database</dc:subject>
          <dc:subject>Preventif Maintenance</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=342</dc:identifier>
          <dc:description>Pabrik Kelapa Sawit Gedong Biara memiliki permasalahan dalam mengakses, menyimpan, menemukan ataupun penyampaian informasi dokumen maintenance. Hal ini menyebabkan keterlambatan tindakan perawatan mesin dikarenakan kurangnya informasi dan tidak adanya sistem peringatan yang mendukung manajemen perawatan. Itu semua menyebabkan keterlambatan perawatan yang berakibat pada menurunnya umur mesin. Selain itu, Pabrik kelapa sawit mempunyai beragam Dokumen dan data-data yang masih disajikan secara manual  membuat pengguna menghadapi kesulitan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi manajemen maintenance pada pabrik kelapa sawit. Model sistem ini nantinya dapat memberikan informasi perawatan peralatan / mesin yang real time dan sistem peringatan jadwal perawatan. Tahap awal yang harus dilakukan adalah  melakukan survey system, tahap awal ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme aktual dari sistem perawatan mesin pada pks Gedong Biara, Survei dilakukan melalui wawancara dan diskusi dengan pihak terkait. Tahapan yang ke dua adalah mempelajari system yang sedang berjalan, menentukan parameter-parameter dan pengumpulan data informasi perawatan serta data penting lainya yg di butuhkan dalam perancangan system informasi manajemen maintenance. Tahap ke tiga adalah perancangan dan pemodelan system informasi manajemen maintenance menggunakan system database, dan tahapan yang ke empat adalah pengujian dan evaluasi dari system informasi manajemen maintenance yang sudah di buat. Berdasarkan hasil perancangan sistem dan uji validasi serta verifikasi program yang dirancang, didapatkan terjadi perubahan efektifitas dalam hal alur penyampaian informasi perawatan, sistem penyimpanan informasi perawatan, dan kemudahan akses dalam mendapatkan informasi perawatan. Sistem yang dirancang dapat memperbaiki sistem manual yang diterapkan. Sistem informasi manajemen perawatan peralatan / mesin dapat memenuhi semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengambil keputusan dan karyawan. Adapun nama aplikasi dari tugas akhir ini adalah siMaMan.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_103015.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 RAH I</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-343</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T10:44:19Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH VARIASI WAKTU PEREBUSAN TERHADAP ASAM LEMAK BEBAS CRUDE PALM OIL (CPO)  PADA PEREBUSAN VERTIKAL  SKALA LABORATORIUM DI STIP-AP MEDAN</dc:title>
          <dc:creator>RIKA DWI TENSILAWATI</dc:creator>
          <dc:subject>Waktu Perebusan</dc:subject>
          <dc:subject>: Asam Lemak Lebas</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=343</dc:identifier>
          <dc:description>Crude Palm Oil (CPO) merupakan minyak nabati dari tanaman kelapa sawit, bahan bakunya adalah Tandan Buah Segar (TBS). Umumnya pada proses pengolahan TBS di setiap PKS bertujuan untuk memperoleh CPO dengan kualitas yang baik, salah satu parameter mutu CPO yaitu kadar Asam Lemak Bebas (ALB), kenaikan ALB ini disebabkan adanya reaksi hidrolisa minyak. Hasil reaksi hidrolisa minyak sawit adalah gliserol dan ALB. Reaksi ini akan dipercepat dengan adanya faktor – faktor panas, air, keasaman, dan katalis (enzim). Semakin lama reaksi ini berlangsung, maka semakin banyak kadar ALB yang terbentuk.Penelitian ini membahas tentang pengaruh variasi waktu perebusan terhadap kadar asam lemak bebas dari CPO yang diperoleh dari perebusan vertikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu perebusan terhadap kadar Asam Lemak Bebas pada minyak kelapa sawit dan mengetahui waktu perebusan yang tepat terhadap kadar Asam Lemak Bebas yang dihasilkan dari perebusan vertikal dengan sistem perebusan double peak. Metode yang digunakan untuk menentukan kadar asam lemak bebas yaitu dengan titrasi NaOH 0,1 N.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lama waktu perebusan menggunakan perebusan vertikal dengan waktu 60 menit, 75 menit dan 90 menit menunjukan perbedaan yang signifikan yakni 2,976%, 3,077%, dan 3,166% sehingga dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan kadar asam lemak bebas adalah lamanya waktu perebusan di sterilizer. Dan menunjukkan bahwa kadar asam lemak bebas masih tergolong dalam kualitas yang baik sesuai dengan SNI 01-2901-2006.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_103959.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 RIK P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-344</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T10:50:39Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PERBANDINGAN KUALITAS BIOPELET DARI LIMBAH PADAT INDUSTRI KELAPA SAWIT BERUPA PELEPAH, CANGKANG, TANKOS SEBAGAI BAHAN BAKAR TERBARUKAN</dc:title>
          <dc:creator>ROBBY ANGGI SITORUS</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Pelepah</dc:subject>
          <dc:subject>Cangkang</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=344</dc:identifier>
          <dc:description>Kebutuhan energi di Indonesia yang berasal dari minyak bumi, batu bara, dan gas bumi semangkin meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi penduduk dan perkembangan industri.Hal ini akan berdampak besar terhadap terbatasnya persediaan energi, Diperkirakan kebutuhan energi nasional akan meningkat drastisOleh sebab itu kita perlu memanfaatkan apa yang ada untuk dijadikan sebagai energi alternatif, salah satu nya dengan cara memanfaatkan limbah padat kelapa sawit sebagai bahan baku proses pembuatan biopelet.Tandan kosong kelapa sawit, cangkang, pelepah merupakan limbah dari perkebunan kelapa sawit yang melimpah jumlah nya, dikarenakan kurang nya minat untuk memanfaatkan limbah tersebut sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian pengembangan biopelet berbahan baku biomassa ligniselulosa berperan penting pada proses pembakaran dimana karbon berkolerasi positif terhadap nilai kalor biomassa, melakukan uji parameter mutu biopelet berdasarkam standart SNI 8021:2014. Ditemukan hasil terbaik biopelet pada komposisi cangkang dan dan tandan kosong . Biopelet yang dihasilkan memiliki nilai kerapatan berkisar 1, 02-1,17 g/cm3 , Kadar air 2,38- 4,76%, kadar zat terbang 67,24 -72,83%, kadar abu 4,50 – 7,41%, kadar karbon terikat 17, 36 – 22,97%, dan nilai kalor 4172-4666 kal/g.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_104555.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 ROB P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-345</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T11:01:36Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA KEGAGALAN PADA STASIUN PENEBAH TERHADAP STAGNASI DI   PABRIK KELAPA SAWIT KAPASITAS 45 TON DENGAN METODE FAILURE MODES AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA)</dc:title>
          <dc:creator>TOGAR JEREMY PAKPAHAN</dc:creator>
          <dc:subject>Fault Tree Analysis</dc:subject>
          <dc:subject>Failure Modes and Effect Analysis</dc:subject>
          <dc:subject>Maintenance</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=345</dc:identifier>
          <dc:description>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen penyebab dari kerusakan dari suatu mesin, apa dampak dari kerusakan mesin maupun dampak yang terjadi pada proses tersebut dan untuk menentukan hal apa yang terlebih dahulu akan dikerjakan dalam menangani kerusakan yang terjadi pada mesin di pabrik kelapa sawit. Penelitian ini menganalisa jenis kerusakan berupa komponen kritis di pabrik kelapa sawit menggunakan metode yaitu Pareto Chart, Failure Modes And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Sehingga nantinya akan ditemukan komponen kritis yang menjadi prioritas utama saat melakukan maintenance.Hasil penelitian ini yaitu ditemukan stasiun penebah sebagai salah satu penyumbang jumlah kerusakan dengan jumlah kerusakan sebanyak 78 kerusakan dan waktu stagnasi mencapai 109 jam. Ditemukan komponen kritis dan menjadi penanganan prioritas pada stasiun penebah yaitu chain transmisi inclined sterilized conveyor sebanyak 22 kerusakan dan waktu stagnasi 37 jam selama 3 tahun.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_105700.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>59 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 TOG A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-346</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T11:07:14Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA KEGAGALAN PADA STASIUN      PEREBUSAN TERHADAP STAGNASI DI PABRIK KELAPA SAWIT KAPASITAS  45 TON DENGAN METODE FAILURE MODES AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA</dc:title>
          <dc:creator>VICKY ADJI GUSTIRAY</dc:creator>
          <dc:subject>Maintenance</dc:subject>
          <dc:subject>Fault Tree Analysi</dc:subject>
          <dc:subject>Failure Modes and Effect Analysis</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=346</dc:identifier>
          <dc:description>Pabrik Kelapa Sawit di Indonesia mengalami peningkatan dalam jumlah tetapi mengalami penurunan kapasitas produksi. Ini mengindikasikan PKS yang ada tidak berjalan pada kondisi optimal, sehingga perlu dilakukan Maintenance pada PKS untuk memaksimalkan produktivitas dalam mengelola sumber daya yang tersedia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen penyebab dari kerusakan dari suatu mesin, apa dampak dari kerusakan mesin maupun dampak yang terjadi pada proses tersebut dan untuk menentukan hal apa yang terlebih dahulu akan dikerjakan dalam menangani kerusakan yang terjadi pada mesin di pabrik kelapa sawit. Penelitian ini menganalisa jenis kerusakan berupa komponen kritis di pabrik kelapa sawit menggunakan metode yaitu Pareto Chart, Failure Modes And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Sehingga nantinya akan ditemukan komponen kritis yang menjadi prioritas utama saat melakukan maintenance. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan stasiun perebusan sebagai stasiun penyumbang jumlah kerusakan tertinggi kedua dengan jumlah kerusakan sebanyak 255 kerusakan dan waktu stagnasi mencapai 424 jam. Ditemukan komponen kritis dan menjadi penanganan prioritas pada stsiun perebusan yaitu packing rebusan sebanyak 75 kerusakan dan waktu stagnasi 105 jam selama 3 tahun.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_110242.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 VIC A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-347</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T11:13:20Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI PUPUK ORGANIK BERBASIS LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT, TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN MIKRO ORGANISME LOKAL (NASI BASI)</dc:title>
          <dc:creator>YOGA ADI PRASYTIA</dc:creator>
          <dc:subject>LCPKS, TKKS, MOL nasi basi dan Pupuk Organik</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=347</dc:identifier>
          <dc:description>Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair. Bahan utama MOL terdiri atas beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Pupuk organik adalah pupuk yang berperan dalam meningkatkan aktivitas biologi, kimia, dan fisik tanah.Penelitian ini di lakukan di laboratorium STIPAP Medan, jln willem Iskandar, sumatera utara dan analisa unsur hara dilakukan di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP). Waktu penelitian selama 5 bulan dari bulan Mei sampai September 2020. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian rancangan acak lengkap dengan tahap-tahap penelitian terdiri dari analisis kandungan hara endapan limbah cair PKS dari Cooling pond , MOL dan abu Tandan kosong TKKS sebagai bahan utama pembuatan pupuk organic Analisis kualitas pupuk organik sesuai PERMENTAN/OT.140/2/2009 Pupuk NPK.Dari penelitian menunjukan bahwa karakteristik MOL yang didapat dari sampel yang diuji adalah sesuai dengan yang diharapkan dari karakteristik warna, bau dan tekstur. Sedangkan hasil uji unsur hara pada pupuk organik berbahan baku LCPKS, TKKS dan MOL nasi basi menunjukan nilai N pada pupuk organic: 0,095-0,21%, nilai P: 0,19-0,71%, nilai K: 0,22-0,62%, nilai C-Organik: 2,65-4,62%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa uji efektivitas MOL dari nasi basi dapat digunakan sebagai starter proses pengomposan.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_110948.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 YOG P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-348</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T11:19:02Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH WAKTU AKTIVASI  ADSORBEN  DARI ABU BOILER PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP MUTU MINYAK SAWIT MENTAH</dc:title>
          <dc:creator>YOLANDA NATALIA MATONDANG</dc:creator>
          <dc:subject>Crude Palm Oil (CPO)</dc:subject>
          <dc:subject>Aktivasi</dc:subject>
          <dc:subject>Adsorben</dc:subject>
          <dc:subject>H3PO4</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=348</dc:identifier>
          <dc:description>Pemanfaatan abu boiler sebagai adsorben merupakan salah satu alternatif untuk mengolah limbah. Disamping itu, abu boiler juga mudah didapat dan dan tersedia dalam jumlah yang cukup banyak serta di dalam pemanfaatannya tidak memerlukan biaya yang mahal. Penelitian ini menunjukkan bahwa adsorben dari abu boiler dapat digunakan untuk memperbaiki mutu minyak sawit mentah, dan pada penelitian ini aktivator yang digunakan adalah H3PO4 dengan konsentrasi 10% dan dengan waktu perendaman 24 jam, 36 jam, dan 48 jam dan 50 ml CPO.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mutu TPHP Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan ( STIPAP ) Jalan Willem Iskandar Medan. Waktu penelitian selama 2 bulan dari bulan Juni – Juli 2020. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-Faktorial dengan perlakuan waktu aktivasi yaitu 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Pada masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kondisi yang paling baik dan efektif untuk waktu aktivasi adalah pada waktu 48 jam. Karena semakin lama waktu aktivasi yang dilakukan maka kadar mutu CPO akan semakin bagus terutama pada mutu Kadar Asam Lemak Bebas dan Kadar Air. Hal ini dikarenakan semakin lama waktu aktivasi maka daya adsorpsi abu boiler semakin meningkat. Sehingga waktu aktivasi kadar mutu CPO yang lebih rendah diduga berpotensi memiliki daya adsorpsi (daya serap) yang cukup baik.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-16_111404.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 YOL P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-349</identifier>
        <datestamp>2023-06-16T15:11:51Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP LOSSES PADA KONDENSAT, UNSTRIPED BUNCH, DAN TANDAN KOSONG DI PKS SUMBER SAWIT NUSANTARA DI DESA SIONGGOTON KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA</dc:title>
          <dc:creator>RIKY BOB BUTAR BUTAR</dc:creator>
          <dc:subject>TBS, Perebusan, losses, kondensat, waktu</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=349</dc:identifier>
          <dc:description>RIKY, PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP LOSSES PADA KONDENSAT, UNSTRIPED BUNCH, DAN TANDAN KOSONG DI PKS SUMBER SAWIT NUSANTARA DI DESA SIONGGOTON KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA, Tugas akir mahasiswa STIPAP program studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Dr. Frisda R. Panjaitan dan Heri Purwanto, STP,. M.Sc.Pabrik kelapa sawit merupakan tempat pengolahan TBS menjadi minyak mentah. Dalam pengolahannya, TBS mengalami beberapa perlakuan dan proses untuk menjadi CPO. Sterilizer, merupakan alat yang digunakan saat perebusan TBS yang akan diolah menjadi minyak CPO. Perebusan merupakan proses awal dari pengolahan kelapa sawit menjadi minyak mentah. TBS dipanaskan dengan uap pada temperatur sekitar 135 oC dan tekanan 1,0–3,0 kg/cm2 selama 90–110 menit. Proses perebusan dilakukan secara bertahap dalam tiga puncak tekanan agar diperoleh hasil yang optimal.Dalam proses perebusan, semakin tinggi tekanan maka dengan sendirinya memberikan temperatur yang tinggi. Pada temperatur yang terlalu tinggi dapat merusak kualitas dan juga pengurangan rendemen minyak sawit dan inti sawit. Pada proses perebusan juga perlu dilakukan pengurasan udara agar udara dapat keluar dan diganti oleh uap air sebagai media rebusan.Kehilangan minyak sawit dapat terjadi di stasiun perebusan ini, seperti minyak yang terikut di un-strip bunch, tandan kosong, dan di air pembuangan perebusan (kondensat). Kadar minyak yang terikut tersebut merupakan kejadian kehilangan minyak yang terjadi di proses pengolahan di PKS. Kehilangan minyak yang terjadi pada saat proses pengolahan disebut losses minyak, yang dimana hal tersebut dapat mengurangi persentase kadar minyak yang seharusnya dapat diperoleh dari TBS.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pabrik Kelapa Sawit Sumber Sawit Nusantara kurang lebih selama satu minggu (9 November 2020 – 14 November 2020). Rancangan penelitian yang digunaan dalam penelitian ini adalah 3 perlakuan dan 3 pengulangan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap. Untuk menghitung losses minyak di kondensat dan tandan kosong menggunakan metode sokhletasi hanya berbeda di jenis sampel, sampel di kondensat berbentuk cair dan sampel tankos berbentuk padat. Untuk menghitung losses unstripe bunch dilakukan dengan menghitung tandan kosong yang keluar dari thresser.Dalam penelitian didapat hasil bahwa waktu perebusan tidak berpengaruh secara lurus atau searah terhadap besarnya persentase loses yang terdapat di unstriped bunch dan kondensat tetapi terhadap losses tandan kosong memiliki hubungan, semakin lama waktu perebusan semakin kecil angka losses. Hasil losses kondensat dengan losses tankos selalu berlawanan, selalu memiliki rentang angka yang cukup jauh. Buah yang sulit membrondol atau buah katekopen harus mendapat waktu perebusan lebih lama agar mudah membrondol dan memperkecil nilai losses unstriped bunch. Waktu perebusan dipengaruhi oleh restan atau tidaknya buah dan berpengaruh terhadap bersarnya persentase losses di kondensat, unstriped bunch dan tankos.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover_TA_-_Riky_BOB.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>62 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-350</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T08:53:40Z</datestamp>
        <setSpec>2018</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH KONSENTRASI ASAP CAIR BERBASIS PELAPAH SAWIT DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK LATEKS YANG DIGUMPALKAN</dc:title>
          <dc:creator>BOY MARTUNAS SAPPETUA SIBURIAN</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2018</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=350</dc:identifier>
          <dc:description>Pengertian asap cair merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan- bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Pengertian umum liquid smoke (asap cair) merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupunlangsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa-senyawa lain.Tujuan pengasapan pada awalnya hanya untuk pengawetan lateks, namun dalam pengembangannya berubah, yaitu menghasilkan produk pengawetan lateks menjadi koagulum, meningkatkan efisiensi, memperbaiki penampilan dan meningkatkan daya simpan produk. Di bidang perkebunan, teknologi pengasapan digunakan secara tradisional yaitu pada pengolahan karet sheet, pengolahan kopra dan pengomprongan tembakau. Pengasapan dengan tujuan utama untuk pengurangan kadar air ini juga berefek positif terhadap keawetan produk yang diasapi, bahkan kayu yang berada di atas dapur tungku akan lebih awet di bandingkan kayu dibagian lain yang tidak terkena asap. Proses pengawetan ini terjadi karena adanya senyawa phenol, karbonil, dan asam serta komponen lain yang jumlahnya ratusan yang merupakan antimikrobia, antioksidan, dan disinfektan (Darmadji, 2009).</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_084856.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>59 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2018 BOY P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-351</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:00:51Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH KONSENTRASI ASAP CAIR BERBASIS TEMPURUNG KELAPA DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK LATEKS YANG DIGUMPALKAN</dc:title>
          <dc:creator>RIZKY AULIA SYAHBAN</dc:creator>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=351</dc:identifier>
          <dc:description>Asap cair merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Pengertian umum liquid smoke (asap cair) merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun tidak langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa-senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk menggunakan asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Asap cair juga bisa berarti hasil pendinginan dan pencairan asap dari tempurung kelapa yang dibakar dalam tabung tertutup. Asap yang semula partikel padat didinginkan dan kemudian menjadi cair itu disebut dengan nama asap cair. Menurut wikipedia bahasa inggris, asap cair terdiri atas pembakaran terkontol dari potong-potongan kayu atau serbuk gergaji sehingga menghasilkan asap yang mengembun menjadi cairan dan merangkap asap yang belum mencair di dalam larutan atau cairan tersebut. Bentuk atau zat ini dapat terbentuk dari beberapa metode untuk menghasilkan asap cair dalam cakupan yang luas. Dari ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa asap cair adalah hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran langsung ataupun tidak langsung dari bahan-bahan yang mengandung karbon.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_085610.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2019 RIZ P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-352</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:19:16Z</datestamp>
        <setSpec>2018</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISA VEGETASI GULMA PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) DI PERKEBUNAN KARET MASYARAKAT DESA BAJARONGGI KECAMATAN DOLOK MASIHUL KABUPATEN SERDANG BEDAGAI</dc:title>
          <dc:creator>CHRISTIAN PAOLO MALDINI SINAGA</dc:creator>
          <dc:subject>Vegetasi Gulma</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2018</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=352</dc:identifier>
          <dc:description>Tanaman karet merupakan salah satu komoditas pertanian di Indonesia sebagai sumber devisa dan banyak menyerap tenaga kerja. Sebagai komoditas penghasil getah, tanaman ini banyak dimanfaatkan secara luas baik dalam skala industri maupun untuk kepentingan masyarakat. Di Indonesia, karet merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak menunjang perekonomian negara. Hasil afdeling yang diperoleh oleh karet cukup besar bahkan Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia dengan mengungguli hasil dari negara-negara lain dan negara asal tanaman karet sendiri yaitu di daratan Amerika selatan. Salah satu permasalahan utama dalam budidaya tanaman karet adalah adanya gulma pada tanaman karet yang merupakan saingan bagi tanaman pokok dalam memanfaatkan hara, air, cahaya dan ruang; menurunkan efisiensi penggunaan pupuk; mengganggu penyadapan dan menurunkan produksi lateks.Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan karet masyarakat Desa Bajaronggi kecamatan Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Agustus- September Tahun 2020. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai jenis gulma yang tumbuh di perkebunan karet yang mana nantinya dapat mengefisiensi biaya pengendalian gulma.Penelitian ini dilaksanakan dengan cara menggunakan metode pengumpulan data dan analisa deskriptif, yang dilakukan dengan mengambil data sekunder di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada tahun tanam 1994 di temukan 18 jenis gulma dilapangan dengan gulma yang dominan di temukan yaitu jenis</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_090700.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2018 CHR A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-353</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:22:54Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UPAYA MEMINIMALISIR KERUGIAN PADA BOILER WATER TUBE TAKUMA N 600 SA DI PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX BIG LOSSES</dc:title>
          <dc:creator>ROHIMAN HUTAGAOL</dc:creator>
          <dc:subject>Boiler, Six Big Losses dan Idle And Minor Stoppage</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=353</dc:identifier>
          <dc:description>ROHIMAN HUTAGAOL, UPAYA MEMINIMALISIR KERUGIAN PADA BOILER WATER TUBE TAKUMA N 600 SA DI PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX BIG LOSSES. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Di Bimbing Oleh Zulham Effendi, ST.,M.Sc.Eng dan Pada Mulia Raja, S.Pd.,M.Si.Boiler (Ketel uap) merupakan bejana bertekanan penghasil uap dalam suatu pabrik kelapa sawit dan berfungsi untuk merubah air menjadi uap yang digunakan untuk kebutuhan proses di pabrik kelapa sawit. Alat ini sering disebut sebagai jantung dari pabrik kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui permasalahan ataupun titik kritis kerugian-kerugian pada Boiler Water Tube Takuma N 600 SA berdasarkan metode Six Big Losses serta bagaimana upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kerugian pada mesin Boiler.Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan metode Six Big Losses, berdasarkan data penelitian selama 3 bulan, mulai dari bulan April sampai dengan bulan Juni tahun 2020, kerugian dan titik kritis permasalahan pada Boiler Water Tube Takuma N 600 SA yang dominan mempengaruhi adalah Idle And Minor Stoppages Losses (mesin berhenti sesaat) tanpa menghasilkan output proses. Hal ini disebabkan oleh kerusakan maupun gangguan yang sering terjadi pada boiler seperti : pipa superheater bocor, korosif dan aus, pipa blowdown sumbat, batu api boiler runtuh, elektro motor blower IDF (Induct Draft Fan) terbakar, Elektro motor SFDF (Secondary Force Draft Fan) kornsleting, corong bahan bakar keropos, casing atas boiler bolong dan keropos, pulley rotary feeder patah, dan gearbox rotary feeder slip dan aus. Sehingga nilai Idle And Minor Stoppages Losses tinggi sekitar 26,73%. Oleh sebab itu prioritas perawatan, pengawasan dan perbaikan harus benar-benar optimal untuk mendukung kelancaran kinerja mesin/peralatan pada Boiler. Berdasarkan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi untuk meminimalisir kerugian-kerugian pada mesin Boiler (ketel uap).</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/1_COVER-ROHIMAN.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>75 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-354</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:24:37Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UJI EFEKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN TRIKLOPIR DAN PARAKUAT UNTUK PENGENDALIAN GULMA Clidemia hirta PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD AZWAR</dc:creator>
          <dc:subject>Herbisida campuran, Clidemia hirta, Kelapa Sawit.</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=354</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD AZWAR, UJI EFEKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN TRIKLOPIR DAN PARAKUAT UNTUK PENGENDALIAN GULMA Clidemia hirta PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Bapak Sulthon Parinduri, S.P., M.Si dan Zulham Effendi, ST., M.Sc. EngSalah satu masalah yang terjadi pada budidaya tanaman kelapa sawit adalah adanya Gulma yang dapat menyebabkan menurunkan produksi kelapa sawit dan menimbulkan kerugian pada perkebunan kelapa sawit. Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuhnya disalah tempat. Sebagai tumbuhan, gulma selalu berada disekitar tanaman yang dibudidayakan berasosialisasi dengannya secara khas. Dalam hal mengendalikan gulma kelapa sawit ada banyak cara, salah satunya menggunakan herbisida kimia dan juga herbisida campuran kedua bahan aktif yang berbeda dengan cara konvesional.Penelitian ini dilakukan di desa Balai Selamat Kep. Pasir Putih Barat, Kec. Bagan Sinembah, Kab. Rokan Hilir, Provinsi Riau. Pada bulan September sampai November 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas campuran herbisida triklopir dan parakuat pada pengendalian gulma Clidemia hirta pada tanaman kelapa sawit.Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perlakuan campuran triklopir ditambah parakuat dosis 0,75 l/ha + 1,5 l/ha memiliki tingkat kematian yang sangat efektif dikarenakan dapat menekan pertumbuhan gulma tertinggi mencapai 78,7% dan menghasilkan bobot kering terendah mencapai 4,8 gram dalam 35 hari setelah aplikasi, Sedangkan penekanan gulma dan bobot kering yang tidak efektif ialah herbisida bahan aktif parakuat dan triklopir secara tunggal. Aplikasi herbisida triklopir ditambah parakuat secara konvesional serta herbisida triklopir dan parakuat secara tunggal tidak ada menyebabkan gejala fitotoksitas pada tanaman kelapa sawit.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Azwar_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>54 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-355</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:25:23Z</datestamp>
        <setSpec>2018</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EFEKTIVITAS PENGENDALIAN HAMA ULAT API (Setothosea asigna ) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DENGAN SISTEM FOGGING DI AFDELING III DOLOK SINUMBAH PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV</dc:title>
          <dc:creator>DODY MAULANA SIRAIT</dc:creator>
          <dc:subject>Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Sistem Fogging</dc:subject>
          <dc:subject>Sethosea Asigna</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2018</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=355</dc:identifier>
          <dc:description>Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman penghasil utama minyak nabati yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1848. Tanaman kelapa sawit memiliki arti penting bagi pembangunan perkebunan nasional. Selain mampu menciptakan kesempatan kerja yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat, juga sebagai sumber perolehan devisa Negara. Permasalahan utama dalam budidaya tanaman kelapa sawit adalah tentang organisme pengganggu tanaman khususnya hama. Salah satunya adalah ulat api (setothose asigna). Ambang batas untuk ulat api ini adalah 5 ulat per pelepah.Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling III Kebun Dolok Sinumbah PT. Perkebunan Nusantara IV Pada Bulan Oktober-November Tahun 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas pengendalian hama ulat api  (S .asigna) dengan menggunakan insektisida deciss 75 % dengan sistem fogging pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq).Penelitian ini dilaksanakan dengan cara menggunakan metode pengumpulan data dan analisa deskriptif, yang dilakukan dengan mengambil data sekunder di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase mortalitas pengendalian hama ulat api S. asigna dengan sistem fogging pada bulan Januari 2018 sebesar 74,11 %, Juli 2018 sebesar 75,65 %, Oktober  2018 sebesar 74,23 %, Persentase keseluruhan 74,66 %Feberuari 2019 sebesar 91,96 %,Afril 2019 sebesar 69,46 %, Agustus 2019 sebesar 84,33 % dan persentase rata-rata mortalitas 2019, 81,85 %.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_091950.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2018 DOD E</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-356</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:30:36Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH KONSENTRASI SARI BUAH LEMON (CITRUS LIMON) TERHADAP MUTU SABUN MANDI CAIR BERBASIS CRUDE PALM OIL (CPO)</dc:title>
          <dc:creator>RONALDI REGISTER SIHALOHO</dc:creator>
          <dc:subject>Sabun Cair,Crude Palm Oil, Buah Lemon</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=356</dc:identifier>
          <dc:description>RONALDI, PENGARUH KONSENTRASI SARI BUAH LEMON (CITRUS LIMON) TERHADAP MUTU SABUN MANDI CAIR BERBASIS CRUDE PALM OIL (CPO) Tugas akir mahasiswa STIPAP program studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Siti Aisyah,ST.,M.Si.dan Zakwan,STP.,MP.M.Si.Sabun cair merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia antara kalium dengan asam lemak dari minyak nabati. Basis sabun cair dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam lemak dan kalium hidroksida (KOH).CPO mengandung karotenoid, tokoferol, dan tokotrienol yang sangat baik untuk kesehatan kulit.sedangkan sari buah lemon berfungsi sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum sabun cair variasi CPO dan KOH sehingga menghasilkan sifat fisikokimia dan aktivitas antibakteri yang baik, Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode Kuantitatif Rancagan Acak Lengkap Non Faktorial.berdasarkan variabel terikat hasil uji pH, ketinggian busa, kadar air, asam lemak bebas, dan alkali bebas ialah sesuai anjuran Standart Nasional Indonesia (SNI), pada uji kadar vitamin c perlakuan A0(Tanpa penambahan sari buah lemon 0 ml), A1(Dengan penambahan sari buah lemon 10 ml) , A2(Dengan penambahan sari buah lemon 20 ml), dan A3(Dengan penambahan sari buah lemon 30 ml) tidak memiliki kadar vitamin C, oleh karena itu produk sabun mandi cair ini layak untuk digunakan.berdasarkan hasil uji organoleptik secara keseluruhan sabun mandi cair yang paling diminati oleh panelis ialah perlakuan dengan penambahan sari buah lemon 20 ml (A2) dan penambahan sari buah lemon 30 ml (A3).</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-ronaldi.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>97 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-357</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:32:58Z</datestamp>
        <setSpec>2019</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UJI EKSTRAK ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium) UNTUK PENGENDALIAN ULAT API (Setothosea asigna) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)</dc:title>
          <dc:creator>GUNARI</dc:creator>
          <dc:subject>Setothosea Asigna</dc:subject>
          <dc:subject>Zanthoxylum Acanthopodium</dc:subject>
          <dc:subject>Insektisida Nabati</dc:subject>
          <dc:subject>Maserasi</dc:subject>
          <dc:subject>Ekstrak</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2019</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=357</dc:identifier>
          <dc:description>Gangguan HPT (Hama dan Penyakit Tanaman) pada tanaman kelapa sawit merupakan masalah penting di perkebunan kelapa sawit, keberadaannya dapat menimbulkan kerusakan tanaman. Salah satu jenis hama yang mengganggu tanaman kelapa sawit adalah hama ulat api Setothosea asigna. Dengan membuat pestisida alami yang dilakukan dengan proses maserasi, selanjutnya dengan uji potensi ekstrak andaliman (Zanthoxylum acanthopodium). terhadap ulat api Setothosea asigna sehingga dapat menekan perkembangan hama ulat api Setothosea asigna.Penelitian dilaksanakan di areal penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP) kampus LPP Medan.Waktu penelitian dimulai pada bulan Maret sampai Agustus 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 4 taraf dan 6 ulangan.Hasil pengamatan menunjukan pada pengamatan hari ke-3 setelah aplikasi terlihat bahwa mortalitas tertinggi terdapat pada seluruh perlakuan, yaitu A1 (dosis 5%), A2 (dosis 10%), A3 (dosis 15%) mencapai (100%), yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan kontrol yang merupakan mortalitas terendah yaitu (0%).</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_092802.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2019 GUN U</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-358</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:37:19Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI CAMPURAN BIJI KARET (KLATAK) DAN SABUT KELAPA TUA SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF</dc:title>
          <dc:creator>RUDI YANTO</dc:creator>
          <dc:subject>Briket, Biji Karet (klatak), Sabut Kelapa Tua, Tep</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=358</dc:identifier>
          <dc:description>RUDI YANTO, 1702104, PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI CAMPURAN BIJI KARET (KLATAK) DAN SABUT KELAPA TUA SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF. Tugas akhir mahasiswa STIPAP program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Mahyunis, ST., MT. sebagai pembimbing I dan Siti Aisyah, ST, M.Si. sebagai pembimbing II.Ketersediaan sumber energi tak terbarukan yang mulai terbatas menjadi masalah yang cukup serius bagi masyarakat. Untuk itu perlu diupayakan penggunaan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui diantaranya berasal dari biomassa. Salah satu bahan bakar yang berasal dari biomassa adalah briket. Pada penelitian ini biomassa yang digunakan adalah Biji Karet (klatak) dan Sabut Kelapa Tua. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dari briket arang yang meliputi kadar air, density, dan laju pembakaran, dan uji pada kompor biomassa serta untuk mengetahui komposisi yang terbaik dari campuran biji karet (klatak) dan sabut kelapa tua. Komposisi pencampuran dari biji karet (klatak) dan sabut kelapa tua pada penelitian ini yaitu 40% biji karet, 10% serabut kelapa tua, 25% perekat, 25% air. 35% biji karet, 15% serabut kelapa tua, 25% perekat, 25% air. 30% biji karet, 20% serabut kelapa tua, 25% perekat, 25% air. dan 25% biji karet, 25% serabut kelapa tua, 25% perekat, 25% air. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa komposisi briket yang paling baik diperoleh dari campuran biji karet (klatak) dan sabut kelapa tua yang terbaik yaitu pada perlakuan 40% biji karet, 10% serabut kelapa tua, 25% perekat, 25% air yaitu kadar air 2.33%, density 0.505 gr/ml, laju pembakaran pada sampel 250 gram sebesar 0,0631 gr/detik, pada sampel 500 gram sebesar 0,0841 gr/detik, pada sampel 750 gram sebesar 0,0886 gr/detik, pada uji kompor biomassa yaitu diperoleh temperatur bahan bakar pada sampel 250gr sebesar 137℃, pada sampel 500gr sebesar 187℃, dan pada sampel 750gr 253℃. Temperatur air pada sampel 250gr sebesar 52℃, pada sampel 500gr sebesar 56℃, dan pada sampel 750gr sebesar 64℃. Untuk sisa abu pembakaran pada sampel 250gr sebanyak 64gr, pada sampel 500gr sebanyak 129gr, dan pada sampel 750gr sebanyak 164gr. Untuk waktu menyala briket pada sampel 250gr selama 66 menit, pada sampel 500gr selama 99 menit, dan pada sampel 750gr selama 141 menit.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover-rudi.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>75 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-359</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:37:52Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EFEKTIVITAS PEMANFAATAN PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guneensis Jacq.) SEBAGAI MEDIA TANAM JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD DAFFA</dc:creator>
          <dc:subject>Pelepah, Jamur Tiram Putih, Elaeis guineensis Jacq</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=359</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD DAFFA, EFEKTIVITAS PEMANFAATAN PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guneensis Jacq.) SEBAGAI MEDIA TANAM JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus). Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Sulthon Parinduri, SP., M.Si dan Saroha Manurung, SST., MP.Setiap tahun limbah pelepah kelapa sawit yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dikarenakan kegiatan panen yang apabila dibiarkan melapuk begitu saja di dalam kebun kelapa sawit akan mengundang perkembangan hama yang dapat menggaggu pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Berdasarkan hal ini diperlukan pengamatan dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan media tanam jamur tiram putih.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Produksi Jamur Tiram Si Man Medan pada bulan Maret sampai Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Hasil pengamatan diolah menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata DMRT dengan taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan taraf perlakuan yang memiliki waktu panen terendah terdapat pada taraf perlakuan J0 (0% serbuk pelepah kelapa sawit + 100% serbuk gergaji) yaitu 54,75 HSI. Taraf perlakuan yang memiliki bobot segar tertinggi terdapat pada taraf perlakuan J0 (0% serbuk pelepah kelapa sawit + 100% serbuk gergaji) yaitu 94,83 g. Taraf perlakuan yang memiliki jumlah tudung tertinggi terdapat pada taraf perlakuan J3 (75% serbuk pelepah kelapa sawit + 25% serbuk gergaji) yaitu 11,33 buah. Taraf perlakuan yang memiliki diameter tudung tertinggi terdapat pada taraf perlakuan J0 (0% serbuk pelepah kelapa sawit + 100% serbuk gergaji).</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Daffa_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>53 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-360</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:38:11Z</datestamp>
        <setSpec>2019</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>IDENTIFIKASI  GULMA PADA AREAL KEBUN KELAPA SAWIT DI AREAL TERGENANG DI DESA TANJUNG REJO KEC. PERCUT SEI TUAN</dc:title>
          <dc:creator>AIDUL ANANDA TAMBUNAN</dc:creator>
          <dc:subject>Identifikasi, Gulma, Lahan Tergenang dan Kelapa Sa</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2019</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=360</dc:identifier>
          <dc:description>Gulma adalah tumbuhan yang mudah tumbuh pada setiap tempat yang berbeda-beda, mulai dari tempat yang miskin nutrisi sampai yang kaya nutrisi. Sifat inilah yang membedakan gulma dengan tanaman yang dibudidayakan.  Lahan tergenang memiliki potensi untuk pengembangan kelapa sawit baik didasarkan pada karakteristik lahan maupun luasannya, namun demikian masalah utama yang dihadapi adalah kondisi drainase yang terhambat – tergenang.Penelitian ini dilakukan dikebun rakyat di Desa Tanjung Rejo Kec. Percut Sei Tuan dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey dan plot contoh menggunakan petak kuadrat (1m x 1m) di letakan secara teknik purposive sampling dengan total 12 plot, dan dilakukan dengan pengamatan langsung pada plot-plot sample yang telah ditetapkan.Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober – November 2019 untuk mengetahui jenis  gulma yang terdapat dilahan tergenang  dan gulma dominan di kebun kelapa sawit milik masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode analisis vegetasi tumbuhan bawah menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil vegetasi gulma di areal tergenang perkebunan kelapa sawit  terdapat 13 jenis gulma dengan 8 gulma berdaun lebar, 3  jenis gulma berdaun sempit, 1  jenis gulma teki-tekian dan 1 jenis gulma pakis-pakisan. Dari 13 jenis gulma tersebut terdapat gulma yang dominan yaitu Leersia hexandra SW gulma yang berdaun sempit, dan gulma resesif terdapat pada gulma berdaun lebar yaitu Ludwiga octavalvis. Ini dipengaruhi oleh faktor jenis tanah, kondisi lahan, kemasaman dan kesuburan tanahnya. Jenis gulma yang berdaun lebar lebih memungkinkan bertahan sdan berkembang di areal tergenang , sehingga gulma yang berdaun sempit lebih mendominasi.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_093359.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2019 AID I</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-361</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:46:09Z</datestamp>
        <setSpec>2019</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENERAPAN PREMI DAN DENDA PANEN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI AFD III KEBUN GUNUNG MONACO PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III</dc:title>
          <dc:creator>ADI CHRISTIAN HUTAURUK</dc:creator>
          <dc:subject>Premi</dc:subject>
          <dc:subject>Panen</dc:subject>
          <dc:subject>Berondolan</dc:subject>
          <dc:subject>Gawangan Mati</dc:subject>
          <dc:subject>Denda</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2019</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=361</dc:identifier>
          <dc:description>Penerapan denda panenpa daperkebunan kelapa sawit adalah untuk melatih kedisiplinan pemanen dalam melakukan proses pemanenan serta agar tidak kembali mengulangi kesalahan dalam proses pemanenan sehingga diterapkan pemberian denda panen bagi para pemanen. Adapun kesalahan yang paling sering terjadi di kebun Gunung Monaco adalah :Pelepah tidak disusun digawangan mati.Gagang tandan tidak dipotong V. Berondolan tidak dikutip bersih.Sistem pemberian premi adalah pemberian penghargaan kepada pemanen karena di dalam proses panen dapat melebihi dari target yang diberikan perusahaan kepada pemanen. Sistempremi di perusahaan ada dua jenis premi yaitu: Premi lebih dari basis borong yang ditetapakan oleh perusahaan kepada pemanen. Premi berondolan yang dikutipbersihsaatmelakukanpanen. Makadiberikan reward kepada pemanen apabila pemanen mendapatkan lebih dari target yang ditetapkan kepada setiap pemanenolehperusahaan.Keberhasilan panen didukung oleh pengetahuan pemanen tentang persiapan panen, kriteria matang panen, rotasi panen, sistem panen, dan sarana pemanenan. Keseluruhan faktor ini merupakan kombinasi untuk meningkatan keterampilan tentang keberhasilan panen ini perlu dilakukan pelatih bagi pelaku perkebunan ini  merupakan  kombinasi  yang  terpisahkan  satu  sama  lain.Untuk  meningkatkan keterampilan  tentang  keberhasilan  panen  ini  perlu  dilakukan  pelatihan  bagi pelaku perkebunan.Penelitian ini dilaksanakan diareal afd III kebun Gunung Monaco PT. Perkebunan Nusantara III. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistempenerapan denda dan premi apa saja yang ada di afd III kebun Gunung Monaco. Metode penelitian dilakukan dengan metode deskriptif yaitu, metode yang menjelaskan suatu peristiwa atau keadaan suatu objek yang terkait dengan variabel yang bias dijelaskan dengan angka-angka. Variabel penelitian yang digunakanadalah variabel terikat karena sangat tergantung pada data yang dikumpulkan dari lapangan langsung yaitu kesalahan yang sering terjadi dan jumlah pemanen yang melakukan kesalahan dan yang mendapatkan premi.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kesalahan yang sering terjadi pada afd III yaitu, :Pelepah tidak disusun di gawangan mati sebesar RP. 1.000 / pelepah, Gagangtan dan tidak di potong V sebesar RP. 500 / tandan, Berondolan tidak dikutip bersih sebesar RP. 50 / berondolan dengan jumlah pemanen 24 pemanen yang melakukan kesalahan. Dan premi yang diterapkan di perusahaan adalah :Premi lebih basis borong sebesar RP. 40 / kg TBS, Premi berondolan sebesar RP. 100 / berondolan dengan jumlah pemanen yang mendapatkan premi 22 pemanen.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_093850.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2019 ADI P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-362</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:47:08Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>KAJIAN PERBANDINGAN PRODUKSI FREKUENSI SADAP KARET D/4 DAN D/5 PADA KLON PB 330 STUDI KASUS DI KEBUN GUNUNG PARA AFDELING V PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD DZAKI SUKANI</dc:creator>
          <dc:subject>Perbandingan, Produksi, D/4 dan D/5, PB 330, Karet</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=362</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD DZAKI SUKANI. KAJIAN PERBANDINGAN PRODUKSIFREKUENSI SADAP KARET D/4 DAN D/5 PADA KLON PB 330STUDI KASUS DI KEBUN GUNUNG PARA AFDELING V PT.PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO). Tugas Akhir MahasiswaProgram Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Ingrid Ovie Y.S,S.P.,M.Sc dan Sri Murti Tarigan, S.P.,M.PPenurunan frekuensi penyadapan bukan hal baru. Penyadapan D/2 tanpa stimulanmerupakan sistem sadap yang umum. Sistem sadap frekuensi rendah berartimenggunakan frekuensi penyadapan lebih rendah dari D/3, misalnya D/4, D/5 atauD/6. Tingginya biaya tenaga kerja merupakan faktor utama penerapan sistemsadap ini. Pada prinsipnya, semakin rendah frekuensi sadap, maka tenagapenyadap yang dibutuhkan semakin sedikit.Tujuan penelitian diantaranya mengetahui perbandingan produksi danproduktivitas, prestasi harian penyadap, HKO (hari kerja orang) penyadap, danman to land ratio. Penelitian menggunakan metode analisa deskriptif yaitu denganpengumpulan data sekunder di afdeling V Kebun Gunung Para PT. PerkebunanNusantara III (Persero). Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling V Kebun GunungPara PT. Perkebunan Nusantara III (persero). Waktu penelitian dilakukan selama6 bulan, mulai bulan Maret-Agustus 2020. Penelitian menggunakan metode analisadeskriptif yaitu dengan pengumpulan data sekunder di Afdeling V Kebun GunungPara PT. Perkebunan Nusantara III (persero). Pengamatan penelitian meliputi:survei lokasi, pengumpulan data tahun 2018 dan 2019, analisa data.Berat karet kering (gram) perpohon pada Klon PB 330 dan penerapan frekuensisadap D/4 lebih rendah dibandingkan frekuensi sadap D/5. Jika dihitung totalgram karet kering perpohon pada frekuensi sadap D/4 sebesar 41gram/pohon/sadap dan pada frekuensi sadap D/5 gram karet kering sebesar 57gram/pohon/sadap sesuai dengan Tabel 4.4 dikalikan dengan masing-masingjumlah hari sadap selama setahun (90/72) maka pada frekuensi sadap D/4diperoleh hasil sebesar 3.690 gram/pohon per tahun sedangkan pada frekuensisadap D/5 sebesar 4.104 gram/pohon per tahun. Maka perubahan frekuensi sadapdari D/4 menjadi D/5 menunjukan bahwa jumlah gram karet kering perpohon persekali sadap mengalami peningkatan.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Dzaki_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>55 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-363</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:50:50Z</datestamp>
        <setSpec>2019</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EFEKTIVITAS PENGENDALIAN GULMA BERDAUN LEBAR (Ageratum conyzoides L) DENGAN MENGGUNAKAN HERBISIDA GUS-SOL (GARAM, UREA, SABUN COLEK DAN SOLAR).</dc:title>
          <dc:creator>DENNI TIRTA</dc:creator>
          <dc:subject>Ageratum Conyzoides L</dc:subject>
          <dc:subject>Herbisida Kontak</dc:subject>
          <dc:subject>Gus-Sol</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2019</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=363</dc:identifier>
          <dc:description>Herbisida Gus-Sol merupakan pemberian nama dari suatu pencampuran empat bahan kimia yaitu garam, urea, sabun colek dan solar. Berdasarkan hasil uji awal yang dilakukan, herbisida Gus-Sol memiliki potensi untuk dijadikan sebagai herbisida alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh herbisida Gus-Sol terhadap pengendalian gulma Bandotan (Ageratum conyzoides L) dan tingkat kematian gulma di perkebunan kelapa sawit.Penelitian dilaksanakan di kebun praktek kelapa sawit kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP) Medan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  non-faktorial, yang terdiri dari 4 perlakuan  yaitu G3, G2, G1 dan G0 (kontrol) dan ulangan sebanyak 6 kaliHasil penelitian menunjukan bahwa kandungan dalam herbisida Gus-Sol dapat membunuh gulma Bandotan (Ageratum conyzoides L). Tingkat kematian gulma paling tinggi terdapat pada perlakuan G3 : 90ml/liter air yaitu dengan rata-rata 79,67 %, pada perlakuan G1 : 30ml/liter air dengan rata-rata 63,86%, pada perlakuan G2 : 60ml/liter air dengan rata-rata 70,95%, kemudian pada perlakuan G0 (kontrol) dengan rata-rata 0%. Hal ini menunjukkan bahwa herbisida Gus-Sol mempengaruhi besarnya tingkat kematian gulma. Herbisida ini bersifat kontak karena terlihat dari terbakarnya bagian gulma yang terkena herbisida Gus-Sol.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_094650.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2019 DEN E</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-364</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:55:42Z</datestamp>
        <setSpec>2019</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EFEKTIVITAS PENGENDALIAN HAMA ULAT KANTONG (Metisa plana) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DENGAN SISTEM INJEKSI BATANG DI PT. LANGKAT NUSANTARA KEPONG (LNK) KEBUN TANJUNG BERINGIN DIVISI IV</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD FAHRIZAL</dc:creator>
          <dc:subject>Metisa plana, Injeksi Batang, Pengendalian Kimiawi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2019</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=364</dc:identifier>
          <dc:description>EFEKTIVITAS PENGENDALIAN HAMA ULAT KANTONG (Metisaplana) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)DENGAN SISTEM INJEKSI BATANG DI PT. LANGKAT NUSANTARAKEPONG (LNK) KEBUN TANJUNG BERINGIN DIVISI IV.Tugas akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunandibimbing oleh Guntoro, S.P, M.P. dan Dr, Ir, Ahmad Saleh, M.ScHama member efek negatif bagi tanaman. Karenanya berbagai cara akandilakukan untuk mengendalikan hama, diantaranya adalah melalui kultur teknis(pengaturan jarak tanam, varietas tanaman, dan lain-lain), perlakuan fisik,mekanis, hayati dan kimia. Kelima cara pengendalian tersebut merupakan suaturangkaian yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain atau dilakukan secaraterpadu selain itu informasi tersebut juga berguna untuk mengetahui bagaimanacara pengendalian atau penanggulangan yang dapat dilakukan dengan tepat. PadaPenelitian ini pengendalian ulat kantong dengan pemakaian insektisida kimia diPT. Langkat Nusantara Kepong Kebun Tanjung Beringin Divisi IV menggunakanInjeksi Batang.Penelitian menggunakan metode penelitian analisa deskriptif dengan mengambildata-data sekunder di lokasi penelitian yaitu data sensus global yang terseranghama kantong dan data mortalitas ulat kantong pada tahun 2018 yaitu pada bulanOktober sampai dengan bulan Desember dan pada tahun 2019 yaitu pada bulanJanuari sampai dengan Mei. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahuiefektivitas pengendalian hama ulat kantong (Metisa plana) dengan injeksi batangpada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq).Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penurunan rata-rata ulat kantong setelahaplikasi insektisida setelah dilakukan pengendalian. Pada tahun 2018, pada bulanOktober 69.36 %, pada bulan November 70.14 %, pada bulan Desember 71.42 %dan rata-rata mortalitas keseluruhan yaitu sebesar 70.31 %. Dan pada tahun 2019,pada bulan Januari 67.62 %, pada bulan Februari 69.37 %, pada bulan Maret69.88, pada bulan April 70.49 %, pada bulan Mei 72.05 % dengan rata-ratamortalitas keseluruhan yaitu sebesar 69.88 %.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Fahrizal_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>69 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2019</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-365</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T09:59:57Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BAHAN BAKU DAN VARIETAS KOMERSIL TERHADAP BILANGAN IODIN DAN DOBI</dc:title>
          <dc:creator>SATRIO SITORUS</dc:creator>
          <dc:subject>Buah Matang, Buah Lewat Matang, Varietas Lonsum, V</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=365</dc:identifier>
          <dc:description>SATRIO SITORUS, PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BAHAN BAKU DAN VARIETAS KOMERSIL TERHADAP BILANGAN IODIN DAN DOBI. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Heri Purwanto, S.TP., M.Sc dan Giyanto, S.TP., M.TKualitas minyak mentah kelapa sawit pada produksi industri hilir sangat dipengaruhi oleh tingkat kematangan dan varietas buah. Pabrik kelapa sawit memiliki standard mutu bilangan iodin dan DOBI yang sering sekali diabaikan bahkan jarang dianalisa kualitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar bilangan iodin dan DOBI pada varietas komersil dan tingkat kematangan bahan baku. Penelitian ini dilaksanakan di kebun PT PP Lonsum Begerpang dan Laboratorium Pengolahan Hasil dan Mutu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam, dengan menggunakan uji Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai bilangan iodin paling tinggi terdapat pada varietas Lonsum matang (52,3351 mg/g) dan nilai bilangan iodin terendah terdapat pada varietas Socfin lewat matang (50,0693 mg/g). Penelitian ini juga menunjukan nilai DOBI paling tinggi terdapat pada varietas Lonsum lewat matang (4,045 %) dan nilai DOBI terendah terdapat pada varietas Socfin lewat matang (3,448 %). Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkat kematangan dan varietas buah berpengaruh nyata terhadap bilangan iodin dan DOBI. Nilai bilangan iodin dan DOBI yang dihasilkan sesuai standard.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover-satrio.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>82 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-366</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:03:30Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>KAJIAN PERBANDINGAN FREKUENSI SADAP KARET  D/3 DAN D/4 PADA KLON PB 260 DAN KLON PB 340  STUDI KASUS DI KEBUN GUNUNG PARA  PTP. NUSANTARA III (PERSERO)</dc:title>
          <dc:creator>REZA PERDANA</dc:creator>
          <dc:subject>Karet (Hevea Brasiliensis)</dc:subject>
          <dc:subject>D/3 dan D/4</dc:subject>
          <dc:subject>Frekuensi Sadap</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=366</dc:identifier>
          <dc:description>Fluktuasi harga karet sering kali terjadi di bisnis perkebunan karet. Kondisi tersebut menjadi masalah apabila harga karet pada posisi rendah namun tidak diimbangi dengan kenaikan produksi dan penurunan biaya produksi. Sementara itu, biaya produksi terus meningkat. Agar produksi semakin meningkat dan berkembang maka perlu diadakan peningkatan produktivitas tanaman. Faktor yang dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas tanamn karet adalah dengan sistem eksploitasiPenelitian dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Gunung Para. Waktu penelitian selama 6 bulan (Maret–Juni 2020). Penelitian menggunakan Metode analisa deskriptif yaitu dengan pengumpulan data sekunder Kebun Gunung Para PT. Perkebunan Nusantara III (Persero). Dengan beberapa parameter : Produksi Kg Karet Kering, Produktivitas (Kg/Ha/Tahun), Prestasi harian penyadap, Jumlah HKO penderes, Mand to land ratio dan gram karet kering.Hasil perubahan frekuensi sadap dari D/3 menjadi D/4 menunjukkan bahwa jumlah produksi karet kering selama semester I dan II mengalami penurunan sebesar 26% pada PB 260 dan 18% pada PB 340, tetapi lebih efesien dalam penggunaan jumlah tenaga dan jumlah hari sadap. Hasil produksi perpohon sadap yang lebih tinggi tetapi tidak pada produksi per hektar.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_095626.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 REZ K</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-367</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:03:47Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>KAJIAN PENERAPAN KRITERIA KEMATANGAN BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN PENDEKATAN ANCAK BERDASARKAN PERBEDAAN TOPOGRAFI</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD GUSTIANSYAH</dc:creator>
          <dc:subject>topografi, kriteria kematangan, ancak, brondolan, </dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=367</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD GUSTIANSYAH, KAJIAN PENERAPAN KRITERIA KEMATANGAN BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guneensis Jacq.) DENGAN PENDEKATAN ANCAK BERDASARKAN PERBEDAAN TOPOGRAFI. Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Aries Sukariawan, S.P.,M.P dan Hardy Wijaya, S.P.Kegiatan panen yang mendukung produksi CPO optimal dipengaruhi oleh tingkat kematangan buah dan potensi lossis di Lapangan. Ancak panen dengan perbedaan topografi lahan memiliki tingkat kesulitan dalam pemanenan yang berbeda pula. Berdasarkan hal ini maka diperlukan kajian kriteria kematangan buah dan potensi lossis brondolan dalam satu ancak pada topografi yang berbeda.Penelitian dilaksanakan di Divisi II Kebun Kencana PT. Salim Ivomas Pratama (SIMP) Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada bulan November sampai Desember 2020. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor topografi lahan (T) dan klaster panen (K). Hasil pengamatan diolah menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan komposisi klaster panen pada topografi lahan datar tertinggi terdapat pada klaster A yaitu 36,15% dan terendah terdapat pada klaster D yaitu 10,93%. Pada Topografi lahan bergelombang tertinggi terdapat pada klaster A 33,66% dan terendah terdapat pada klaster D 11,70%. Pada parameter brondolan sesudah diegrek, persentase brondolan terhadap tandan, waktu kutip brondolan dan potensi lossis brondolan dipengaruhi oleh klaster dan topografi. Semakin tinggi klaster panen (brondolan sebelum diegrek) dan semakin miring topografi lahan maka semakin tinggi jumlah brondolan sesudah diegrek, persentase brondolan, waktu kutip semakin lama dan potensi lossis brondolan di lapangan. Hasil korelasi antara brondolan sebelum diegrek dan brondolan sesudah diegrek pada topografi datar yaitu 0,89 berarti memiliki tingkat hubungan sangat kuat, pada topografi bergelombang nilai korelasi 0,95 berarti memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat dan korelasi antara brondolan sesudah diegrek dan potensi lossis pada topografi datar yaitu 0,78 berarti memiliki tingkat hubungan yang kuat sedangkan pada topografi bergelombang nilai korelasi 0,90 berarti memiliki tingkat hubungan sangat kuat.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Gustiansyah_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>87 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-368</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:07:07Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PEMANFAATAN SOLID EX-DECANTER DALAM PEMBUATAN ROTI SOLID DENGAN TAMBAHAN DEDAK JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA</dc:title>
          <dc:creator>SEPTIAN DANIEL HUTASOIT</dc:creator>
          <dc:subject>Solid Ex-Decanter, Fermentasi, Roti Solid</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=368</dc:identifier>
          <dc:description>SEPTIAN DANIEL HUTASOIT, 1702105. “PEMANFAATAN SOLID EX-DECANTER DALAM PEMBUATAN ROTI SOLID DENGAN TAMBAHAN DEDAK JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA”. Tugas akhir mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Heri Purwanto, STP., M.Sc. sebagai pembimbing I dan Giyanto, STP., M.T. sebagai pembimbing II.Roti solid adalah pakan ternak ruminansia berbahan dasar solid ex-decanter yang telah melalui proses pencampuran dengan bahan lokal dan telah dicetak membentuk lingkaran sehingga seperti roti dan disebut sebagai roti solid. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: tanpa fermentasi, fermentasi 7 hari dan fermentasi 14 hari solid menggunakan EM-4. Penambahan bahan lokal yaitu dedak jagung, bungkil inti, molases, garam dan kapur mampu membantu kandungan nutrisi pada roti solid agar sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI). Adapun parameter yang diuji pada penelitian ini yaitu: kadar protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), abu , kalsium (Ca), fosfor (P), dan air. Roti solid tanpa fermentasi memiliki kandungan protein kasar 13,68%, lemak kasar 11,67%, serat kasar 21,11%, Abu 5,65%, Kalsium 0,732%, Fosfor 0,775%, dan Air 6,81%. Roti solid fermentasi 7 hari memiliki kandungan protein kasar 22,96%, lemak kasar 10,40%, serat kasar 16,01%, abu 4,49%, kalsium 0,854%, fosfor 0,839%, dan air 8,71%. Roti solid fermentasi 14 hari memiliki kandungan protein kasar 28,12%, lemak kasar 9,58%, serat kasar 9,57%, Abu 4,28%, Kalsium 0,937%, Fosfor 0,885%, dan Air 9,85%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 3 taraf perlakuan yaitu Pada roti solid non fermentasi kadar protein kasar, serat kasar, abu, kalsium, phosphor dan air telah memenuhi SNI. Kadar lemak kasarnya belum memenuhi SNI. Pada roti solid fermentasi 7 hari kadar protein kasar, serat kasar, abu, kalsium dan air telah memenuhi SNI. Kadar lemak kasar dan phosphor belum memenuhi SNI. Pada roti solid fermentasi 14 hari kadar protein kasar, abu, kalsium dan air telah memenuhi SNI. Kadar lemak kasar, serat kasar dan phosphor belum memenuhi SNI.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-septian.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>54 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-369</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:11:16Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>RESPON BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TERHADAP PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN CEKAMAN AIR DI MAIN NURSERY</dc:title>
          <dc:creator>RIA AMELIA</dc:creator>
          <dc:subject>Cekaman Kekeringan</dc:subject>
          <dc:subject>Mikoriza</dc:subject>
          <dc:subject>Bibit kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=369</dc:identifier>
          <dc:description>Fungi Mikoriza Arbuskular terhadap bibit kelapa sawit dan cekaman air bibit kelapa sawit. Cekaman kekeringan merupakan istilah untuk menyatakan bahwa tanaman mengalami kekurangan air dari lingkungannya yaitu media tanam. Mikoriza berfungsi memperpanjang dan memperluas jangkauan akar sehingga meningkatkan penyerapan unsur hara. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan, Medan. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok  (RAK) 2 faktorial, yaitu faktor mikoriza dan cekaman air dengan 3x ulangan. Parameter yang diamati antara lain tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, berat tajuk, berat akar, volume akar dan panjang akar. Pengujian parameter disusun pada daftar sidik ragam dan dilakukan uji BNT dengan taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit dengan perlakuan mikoriza, cekaman air, maupun kombinasi antara keduanya menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa sawit. Kombinasi terbaik antara perlakuan mikoriza dan cekaman air yaitu pemberian mikoriza 10gram/bibit dan perlakuan interval penyiraman 2 hari.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_100711.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 RIA P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-370</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:11:40Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>KAJIAN KELAYAKAN USAHA PEMANFAATAN KACANG TANAH SEBAGAI TANAMAN SELA DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PADA MASA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN</dc:title>
          <dc:creator>MUHAMMAD NANDA</dc:creator>
          <dc:subject>kacang tanah, tanaman sela, R/C ratio, BEP produks</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=370</dc:identifier>
          <dc:description>MUHAMMAD NANDA, KAJIAN KELAYAKAN USAHA  PEMANFAATAN KACANG TANAH DALAM  UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PADA MASA TANAMAN BELUM MENGHASILAKAN. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Dina Arfianti Saragih, S.P., M.Sc dan Rizki Amalia, M.SiUntuk memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi petani dalam pengembangan tanaman sela khususnya kacang tanah pada tanaman kelapa sawit, Kacang tanah merupakan suatu tanaman yang termasuk tanaman leguminosa yang banyak di budidayakan karena kacang tanah meruapakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan tipe tanaman C3 yang relatif tahan naungan dan juga memiliki nilai gizi yang tinggi.  Adapun karakteristik tanaman sela yang sesuai di gunakan dalam pemanfaatan lahan sawit yaitu (1) tanaman tidak lebih tinggi dari tanaman sawit, (2) memiliki zona perakaran dan tajuk yang berbeda dengan kelapa sawit, (3) bukan tanaman inang bagi hama dan penyakit, (4) tidak menyebabkan kerusakan tanaman, erosi ataupun kerusakan tanah, (5) toleran terhadap naungan dengan intensitas &lt; 500 W m3. Penelitian ini dilakukan pada areal kebun percobaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Argobisnis Perkebunan  (STIPAP). Waktu  penelitian dilakukan selama 3 bulan dimana dimulai dengan persiapan areal, persiapan benih, persiapan penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Penelitian ini mengkaji kelayakan finansial penanaman kacang tanah sebagai tanaman sela pada pemanfaatan lahan petani pada masa TBM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman kacang tanah merupakan tanaman yang memiliki keuntungan atau layak untuk dikembangkan sebagai tanaman sela pada masa TBM. Dimana pada hasil kajian finansial tanaman Produksi tanaman kacang tanah di lahan TBM kelapa sawit dengan jarak tanaman 20 cm x 20 cm adalah 6, 5 kg. Tanaman kacang tanah  (Varietas Tuban) pada TBM kelapa sawit layak secara finansial dan ekonomi , dengan nilai R/C &gt;1,84 maka usaha tani tersebut layak untuk dijalankan. Keuntungan  pada 2 bedengan tanaman sela kacang tanah di TBM kelapa sawit adalah Rp 83.189,-</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/M.Nanda.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>58 Hlm, ; 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-371</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:13:43Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UPAYA MEMINIMALISIR KERUGIAN PADA THRESHER DI PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX BIG LOSSES</dc:title>
          <dc:creator>TEGUH PERKASA TOBING</dc:creator>
          <dc:subject>Six Big Losses, Equipment Failure, Set Up and Adju</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=371</dc:identifier>
          <dc:description>TEGUH TOBING. UPAYA MEMINIMALISIR KERUGIAN PADA THRESER DI PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX BIG LOSSES. Tugas Akir Mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Zulham Effendi, ST., M.Sc.Eng dan Pada Mulia Raja, S.Pd., M.SiPenebah (Thresher) adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan buah dari tandannya dengan cara membanting TBS dengan bantuan putaran pada drum thresher. Alat ini berbentuk drum berputar dengan kecepatan ± 22-25 rpm.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui permasalahan ataupun titik kritis kerugian-kerugian pada thresher berdasarkan Metode six big losses serta bagaimana upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kerugian pada mesin thresher. Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode six big losses, kerugian dan titik kritis permasalahan pada thresher yang dominan mempengaruhi adalah equipment failure (Kerusakan mesin/peralatan). Kerusakan yang sering terjadi adalah Permukaan pelat dorong bengkok akibat pembebanan Sambungan pelat terputus, plat kisi-kisi mengalami patah pada sambungan pengelasan akibat pembebanan dari TBS, cooling fan patah, shaft unbalance, Aus pada roller bearing, TBS slip dan tersangkut, terjadi over loading, V-belt longgar dan putus, aus pada bushing serta ball bearing pecah. Nilai equipment failure pada penelitian ini mencapai 3,18%. Oleh sebab itu prioritas perawatan dan perbaikan harus benar-benar optimal untuk mendukung kelancaran kinerja mesin/peralatan pada Thresher.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-teguh.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-372</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:20:10Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>OPTIMASI NIRA KELAPA SAWIT DALAM PEMBUATAN MINUMAN SINBIOTIK DENGAN TAMBAHAN INULIN DAN KULTUR BAKTERI Lactobacillus Casei</dc:title>
          <dc:creator>WAHYU RINALDI</dc:creator>
          <dc:subject>Nira Kelapa Sawit, Sinbiotik, Waktu Inkubasi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=372</dc:identifier>
          <dc:description>WAHYU RINALDI, 1702074. OPTIMASI NIRA KELAPA SAWIT DALAM PEMBUATAN MINUMAN SINBIOTIK DENGAN TAMBAHAN INULIN DAN KULTUR BAKTERI lactobacillus casei. Tugas akhir mahasiswa STIPAP Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan dibimbing oleh Pada Mulia Raja, S.Pd., M.Si. Sebagai pembimbing I dan Muhammad Syukri, S.T., M.T. Sebagai pembimbing II.Batang kelapa sawit dapat menghasilkan air nira yang terbilang cukup banyak yaitu lebih kurang 10 l per hari selama 1 bulan untuk 1 pohon kelapa sawit yang ditumbangkan, saat ini belum banyak pengolahan nira kelapa sawit yang optimal dengan harga jual yang ekonomis, untuk itu perlu dilakukan pengembangan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah nira kelapa sawit bisa digunakan dalam pembuatan produk minuman sinbiotik dengan mutu kimia, mikrobiologi dan organoleptik yang optimum. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan 3 perlakuan waktu inkubasi yaitu 12 jam, 24 jam dan 36 jam dengan masing-masing perlakuan menggunakan 6 kali ulangan sehingga dilakukan 18 percobaan. Perlakuan terbaik sesuai dengan SNI 2981:2009 didapatkan pada waktu inkubasi 24 jam yaitu dengan pH 5.2, kadar air 82.50%, total padatan terlarut 17.33%, Kadar Asam laktat 0.81%, dengan total bakteri asam laktat sebesar 2.8 x 108 dan menghasilkan tekstur minuman yang padat dengan keasaman yang cukup. Segi organoleptik pada rasa dan aroma pada waktu inkubasi 24 jam disukai atau dapat diterima konsumen dengan skor rasa 3.3b dan aroma 3.3ab (skala 1-5) dalam uji rating hedonik. Sedangkan pada waktu inkubasi 36 jam tidak disukai konsumen dengan skor rasa 2.0a dan aroma 2.1a, hal ini dikarenakan semakin lama waktu fermentasi maka dapat meningkatkan keasaman pada produk yang menyebabkan rasa dan aroma khas nira kelapa sawit meningkat.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/1._Cover-wahyu.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>76 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-373</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:20:56Z</datestamp>
        <setSpec>2019</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EVALUASI JENIS GULMA PADA AREAL PASANG SURUT (PAYAU) DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)</dc:title>
          <dc:creator>NANDA SUHADA</dc:creator>
          <dc:subject>: identifikasi gulma,  dilahan gambut, kelapa sawi</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2019</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=373</dc:identifier>
          <dc:description>NANDA SUHADA, EVALUASI JENIS GULMA PADA AREAL PASANG SURUT (PAYAU) DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq). Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan di bimbing oleh bapak Saroha Manurung SST, MP  . Sebagai pembimbing I dan bapak Aulia Juanda Djs, S.Si., M.Si sebagai pembimbing II.Penelitian ini dilakukan dikebun rakyat di Kabupaten Asahan, Kecamatan Sei Kepayang, Desa Perbangungan, Dusun VIII, Sumatera Utara.  dengan menggunakan metode deskriktif dengan teknik survey dan plot contoh menggunakan petak kuadrat (1m x 1m) di letakan secara teknik purposive sampling, dan dilakukan dengan pengamatan langsung pada plot-plot sample yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gulma yang terdapat dilahan gambut di kebun milik masyarakat. Dari penelitian yang telah dilakukan mengenai evaluasi vegetasi gulma pada perkebunan kelapa sawit (Elaisguineensis Jacq) dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut: Jumlah total jenis gulma yang di temukan di areal adalah 16 jenis gulma dominan dari total 569 gulma yang tumbuh menyebar di plot pengamatan. Gulma yang memiliki INP tertinggi adalah Melastoma Candidum 67,5%,dan yang memliki INP terendah adalah Boerhavia Diffusa  0,7%,</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Nanda_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:subject>2019</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-374</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:22:49Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>HUBUNGAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP SUHU DAN KELEMBABAN PADA TAJUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI PPKS MARIHAT</dc:title>
          <dc:creator>RIKKA PUTRI SIREGAR</dc:creator>
          <dc:subject>Intensitas Cahaya Matahari,</dc:subject>
          <dc:subject>Kelembaban Pada Tajuk Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Terhadap Suhu Udara</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=374</dc:identifier>
          <dc:description>Penelitian dilaksanakan di Kebun Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat yang berlangsung pada bulan Juli 2020. Penelitian ini menggunakan metode korelasi regresi yaitu dengan cara mengambil data lapangan intensitas cahaya matahari serta hubungannya lux terhadap kelembapan udara dan lux pada suhu kelapa sawit pada berbagai waktu pengukuran. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penyinaran cahaya matahari sangat mempengaruhi tingkat intensitas cahaya matahari, kelembapan dan suhu pada pelepah kelapa sawit. Semakin banyak penyinaran cahaya matahari terhadap pelepah maka intensitas cahaya dan suhu cenderung meningkat. Pada saat bersamaan maka kelembapan akan cenderung menurun. Intesitas cahaya matahari tertinggi pada sudut pelepah 60º dengan waktu Pengukuran di Jam 11:00, Sebesar 48.565 Lux, diikuti dengan naiknya suhu sebesar 32,2 ºC dan kelembaban udara turun sebesar 69.9%.dan intesitas cahaya matahari ter-rendah pada sudut pelepah 330º dengan waktu Pengukuran di Jam 17: 00, sebesar 6.138 Lux, diikuti dengan turunya suhu sebesar 27.0 ºC dan kelembaban udara sebesar 80.8%. Hasil Uji Korelasi dan Regresi variabel suhu dan kelembaban berbanding terbalik ketika suhu naik di jam 11:00 sebesar 0.105 maka diikuti kelembaban turun sebesar -0.129 dan ketika suhu turun di jam 17:00 sebesar -0.524 maka diikuti kelembaban naik sebesar 0.142.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_101157.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 RIK H</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-375</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:27:43Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH CURAH HUJAN DAN HARI HUJAN TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeis guinennsis Jacq.) DI KEBUN PABATU PTPN IV</dc:title>
          <dc:creator>NAZRI HIDAYAT</dc:creator>
          <dc:subject>Curah Hujan, Hari Hujan, Kelapa Sawit, Produksi TB</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=375</dc:identifier>
          <dc:description>NAZRI HIDAYAT.PENGARUH CURAH HUJAN DAN HARI HUJANTERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeisguinennsisjacq) DI KEBUN PABATU PTPN IV. Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh SAKIAH, S.P., M.P dan AULIA JUANDA DJS., S.Si., M.Si.Kondisi iklim sangat memegang peranan penting karena mempengaruhi potensi produksi. Hujan berpengaruh besar terhadap produksi kelapa sawit. Pertumbuhan kelapa sawit memerlukan curah hujan &gt; 1250 mm/tahun dengan penyebaran hujan sepanjang tahun merata. Tinggi rendahnya curah hujan dapat dilakukan sebagai evaluasi produksi untuk tahun-tahun kedepan Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data Produksi serta curah hujan dan hari hujan di Afdeling 3 Kebun Pabatu PTPN IV, Kabupaten Serdang Bedagai , Sumatera Utara pada bulan Oktober sampai Nopember 2020.Hasil analisis regresi linear menunjukkan bahwa curah hujan dan hari hujan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi TBS (Tandan Buah Segar). Berdasarkan Analisis Regresi Linear yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS, Curah hujan dan hari hujan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi TBS berdasarkan sebaran bulanan Sebaran produksi tahun tanam 2004 pada semester I dan II adalah 49,97% : 50,03. Sebaran produksi tahun tanam 2005 pada semester I dan II adalah 48 % ; 52%. Sebaran produksi tahun tanam 2006 pada semester I dan II adalah 51 % ; 49%. Selaras dengan sebaran curah hujan semester I dan II 41 % ; 59 %.Hal ini disebabkan pada jumlah curah hujan tertentu, jika terdapat populasi yang beragam, maka respon tanaman terhadap curah hujan tersebut akan beragam pula. Pengaruh curah hujan yang terlalu tinggi berpengaruh terhadap pembentukan dan perkembangan bunga betina menjadi buah yang gagal terbentuk karna bunga betina menjadi gugur (abortus) sehingga produksi TBS menjadi menurun. Peningkatan hasil produksi TBS tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor penentu produksi. Faktor tersebut saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kurangnya satu faktor produksi atau lebih akan berdampak pada pencapaian produksi TBS yang diharapkan.</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Nazri_TA.png.png</dc:identifier>
          <dc:subject>2020</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-376</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:29:02Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>HUBUNGAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI KELEMBABAN DAN SUHU PADA TAJUK TANAMAN KELAPA SAWIT TM3 DI  KEBUN INTI RAKYAT  DESA PANCA ARGA KECAMATAN MERANTI  KABUPATEN ASAHAN</dc:title>
          <dc:creator>SUKMANA HENDRYA GANDI</dc:creator>
          <dc:subject>Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Kelembaban Udara</dc:subject>
          <dc:subject>Intensitas Cahaya Matahari</dc:subject>
          <dc:subject>Suhu</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=376</dc:identifier>
          <dc:description>Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman penghasil utama minyak nabati yang mempunyai produktivitas lebih tinggi dari pada tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Bagi pertumbuhan tanaman ternyata pengaruh cahaya selain ditentukan oleh kualitasnya ternyata ditentukan intensitasnya. Intensitas cahaya adalah banyaknya energi yang diterima oleh suatu tanaman per satuan luas dan per satuan waktu (kal/cm2/hari). Dengan demikian pengertian intensitas yang dimaksud sudah termasuk lama penyinaran, yaitu lama matahari bersinar dalam satu hari. Pada dasarnya intensitas cahaya matahari akan berpengaruh nyata terhadap sifat morfologi tanaman. Pertumbuhan tanaman juga sangat dipengaruhi oleh kelembaban. Apabila kelembaban lingkungan berada di luar batas, maka tanaman akan terganggu pertumbuhannya. Setiap golongan tanaman memerlukan kelembaban udara yang berbeda-beda untuk perkembangan optimalnya. Untuk kebanyakan tanaman, kelembaban yang dibutuhkan sekitar 80%.Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Desa Panca Arga, Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juli – 2 Agustus 2020 di areal tanaman kelapa sawit TM 3.Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif dan korelasi regresi yaitu dengan cara mengambil data lapangan intensitas cahaya matahari, kelemnbaban dan suhu serta hubungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara intensitas cahaya matahari terhadap kelembaban dan suhu berkorelasi, dan hubungan antara kelembaban dan suhu berkorelasi.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_102355.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 SUK H</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-377</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:36:35Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EFEKTIFITAS INSEKTISIDA NABATI BIJI BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP MORTALITAS ULAT API (Setothosea asigna) PADA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineenssis Jacq)</dc:title>
          <dc:creator>SURYA AKBAR P.Y</dc:creator>
          <dc:subject>Setothosea Asigna</dc:subject>
          <dc:subject>Phaleria Macrocarpa</dc:subject>
          <dc:subject>Insektisida Nabati</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=377</dc:identifier>
          <dc:description>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsenterasi ekstrak biji buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) terhadap mortalitas, intensitas serangan dan kecepatan kematian hama ulat api (Setothosea asigna) pada pembibitan main nursery kelapa sawit (Elaeis guineenssis Jacq). Saponin adalah racun yang dapat menghancurkan butir darah atau hemolysis pada darah. Dingin dan banyak diantaranya digunakan untuk racun ikan. Penelitian dilaksanakan kebun Praktek Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) medan. Waktu penelitian selama Februari sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non factorial dengan ekstrak biji buah mahkota dewa sebagai insektisida nabati dengan taraf E0 (0%), E1(3%), E2(6%), dan E3(9%) jumlah ulangan sebanyak 5 kali, total sampel 20, jumlah ulat api per bibit 5 ulat api, jumlah ulat api seluruhnya 100 ulat api. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mortalitas, intensitas serangan, dan kecepatan kematian ulat api (Setothosea asigna). Pengujian parameter disusun pada tabel sidik ragam dan dilakukan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Perlakuan ekstrak biji buah mahkota dewa dengan konsentrasi 9 % mampu menyebabkan mortalitas ulat api sebesar 88 % pada hari ke tiga setelah aplikasi dan mampu menekan intensitas serangan hama ulat api Setothosea asigna sebesar 42,34 % pada kecepatan kematian ulat api Setothosea asigna 2,2 hari setelah aplikasi.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_103040.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 SUR E</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-378</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T10:40:30Z</datestamp>
        <setSpec>2021</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH KONSENTRASI DAUN KELOR TERHADAP MUTU SABUN MANDI CAIR BERBASIS CRUDE PALM OIL (CPO)</dc:title>
          <dc:creator>WILA BUNGA NITYA LUMBANGAOL</dc:creator>
          <dc:subject>Sabun Cair, Crude Palm Oil, Daun Kelor</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2021</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=378</dc:identifier>
          <dc:description>Minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) memiliki kandungan gizi yang lebih unggul dibandingkan dengan minyak zaitun, kedelai dan jagung. Selain mengandung provitamin A yaitu α-karoten, β-karoten dan vitamin E (tokoferol dan tokotrienol) yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Sabun cair merupakan salah satu cara alat pembersih diri untuk melindungi kulit dari infeksi bakteri dan mencegah penyakit infeksi kulit. Daun Kelor merupakan tanaman yang telah banyak diteliti dan diketahui manfaatnya bagi kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh daun kelor terhadap mutu sabun cair yang akan dibuat dan sesuai dengan SNI yang telah ditetapkan. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode Kuantitatif Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial, berdasarkan variabel terikat hasil uji pH, ketinggian busa, kadar air, asam lemak bebas dan alkali bebas yang sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI). Pada uji kadar vitamin C daun kelor memiliki 1% vitamin C. Pada uji organoleptik secara keseluruhan sabun mandi cair yang banyak diminati panelis ialah perlakuan dengan penambahan cairan daun kelor 5 ml (A1).</dc:description>
          <dc:location>Medan</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER-wila.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>87 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2021</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-379</identifier>
        <datestamp>2023-06-19T11:05:01Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>ANALISIS PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI, KELEMBABAN DAN SUHU PADA TAJUK TANAMAN KELAPA SAWIT TM 3 DATARAN RENDAH KEBUN RAKYAT DI 2 BLOK BERBEDA</dc:title>
          <dc:creator>WIDI SAPUTRO</dc:creator>
          <dc:subject>Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>TM 3</dc:subject>
          <dc:subject>Intensitas Cahaya Matahari</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Nasional Bandung</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=379</dc:identifier>
          <dc:description>Tanaman kelapa sawit di lapangan membutuhkan penyinaran matahari yang optimum untuk fotosintesinya, karena kelapa sawit merupakan jenis tanaman heliofit (penyuka matahari). Penyinaran matahari dibutuhkan sedikitnya 4 jam/hari sehingga diharapkan hujan turun pada sore atau malam hari. Sumber lain menyatakan bahwa kelapa sawit dapat tumbuh optimal dengan lama penyinaran 5 – 7 jam/hari atau 1.800 – 2.200 jam/tahun. Lama penyinaran erat kaitannya dengan energi radiasi surya yang tersedia untuk fotosintesis tanaman. Semakin pendek lama penyinaran, tentu energi dari radiasi surya yang diabsorbsi tanaman akan semakin sedikit. Apabila hal ini berlangsung secara terus-menerus tentu akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, lama penyinaran yang kurang dapat menyebabkan penurunan produksi inflorescence betina.Penelitian ini dilaksanakan di kebun rakyat Desa Panca Arga Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan. Waktu penelitian dilakukan 5 hari pada masing – masing  blok A dan B pada tanggal 19 juli – 2 Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan Analisis Deskriptif (descriptive analysis). Dengan membandingkan intensitas cahaya matahari, kelembaban dan suhu pada lokasi 2/3 dari pangkal pelepah kelapa sawit TM 3 dengan 6 kali pengulangan/hari, dengan jumlah tanaman 25 pokok. Pengujian parameter menggunakan Uji T dengan taraf 5% dan 10%.Hasil penelitian di Kebun Rakyat Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan Desa Panca Arga pada TM 3 menunjukkan bahwa, pengujian intensitas cahaya matahari, kelembaban dan suhu berbeda tidak nyata pada semua jam pengukuran, kecuali pengujian kelembaban hanya berbeda sangat nyata pada jam 13.00 WIB.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_105851.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 WID A</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-384</identifier>
        <datestamp>2023-06-20T14:53:20Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGENDALIAN  ULAT  API  (Setothosea asigna)  DENGAN MENGGUNAKAN INSEKTISIDA NABATI  SERAI  WANGI (Cymbopogon nardus L) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensi Jacq.)</dc:title>
          <dc:creator>YOEL VIVENTINUS LAHAGU</dc:creator>
          <dc:subject>Setothosea Asigna</dc:subject>
          <dc:subject>Elaeis Guineensi</dc:subject>
          <dc:subject>Cymbopogon Nardus</dc:subject>
          <dc:subject>Insektisida Nabati</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=384</dc:identifier>
          <dc:description>Gangguan hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit merupakan masalah penting diperkebunan kelapa sawit, keberadaannya dapat menimbulkan kerusakan tanaman. Salah satu jenis hama yang mengganggu tanaman kelapa sawit adalah hama ulat api (Setothosea asigna). Serangan dari hama Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit (UPDKS) atau ulat api mengakibatkan kelapa sawit kehilangan daun dan akhirnya secara berkesinambungan akan menurunkan produksi kelapa sawit tersebut. Penelitian ini dilakukan diareal kebun percobaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai wangi (Cymbopogon Nardus L) dalam pengendalian hama ulat api (Setothosea  asigna). Metode yang di gunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan menggunakan ekstrak serai wangi dengan beberapa konsentrasi yaitu E0 (kontrol), E1 (250 gr), E2 (500 gr) dan E3 (750 gr) dengan 6 ulangan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan ekstrak serai wangi (C. nardus) efektif mengendalikan hama ulat api dengan mortalitas sampai hari ke 4 setelah aplikasi mencapai 100%  pada semua perlakuan kecuali E0 kontrol (0 %).</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-19_110539.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 YOE P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-385</identifier>
        <datestamp>2023-06-20T15:00:40Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH APLIKASI BIOCHAR TANDAN KOSONG  KELAPA SAWIT DAN ZEOLIT TERHADAP  PERTUMBUHAN DAN KADAR HARA  DAUN BIBIT KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>DINA SEPTI PRATIWI</dc:creator>
          <dc:subject>Biochar</dc:subject>
          <dc:subject>Zeolit</dc:subject>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=385</dc:identifier>
          <dc:description>Kelapa sawit menjadi komoditas unggulan dan utama di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan penghasil minyak nabati. Biochar merupakan bahan padat kaya karbon hasil konversi dari limbah organik (biomassa pertanian) melalui pemakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas (phrolysis). Dan Zeolit sebagai bahan amelioran yang mempunyai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tinggi yang dapat meningkatkan daya ikat tanah terhadap tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar tandan kosong kelapa sawit (TKKS)  dan zeolit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit.Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan STIPAP Medan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 Faktorial terdiri dari 9 perlakuan dengan 4 ulangan, sehingga total sampel keseluruhan 36 bibit. Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, lingkar batang, jumlah daun, jumlah kadar klorofil daun, berat kering tajuk, berat kering akar, jumlah akar primer, kadar hara N, P, K dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis of varience (ANOVA) dengan uji lanjut F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi biochar tandan kosong kelapa sawit kelapasawit (TKKS) dan zeolit di pembibitan kelapa sawit dapat menggunakan dosis kombinasi terbaik 1,2 kg biochar dan zeolit 1,2 dari dosis standar memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi batang, lingkar batang, jumlah daun, jumlah kadar klorofil daun, berat kering tajuk, berat kering akar, jumlah akar primer, kadar N, P, K dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Dan interaksi perlakuan biochar tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan zeolit tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-20_145534.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 DIN P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-386</identifier>
        <datestamp>2023-06-21T14:01:05Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala L.) TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT API Setothosea asigna (Lepidoptera:Limacodidae) PADA TANAMAN KELAPA  SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)</dc:title>
          <dc:creator>BONAR RAYVALDO SIBURIAN</dc:creator>
          <dc:subject>Setothosea Asigna</dc:subject>
          <dc:subject>Elaeis Guineensis JacqMarserasi</dc:subject>
          <dc:subject>Leucaena Leucocephala L</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=386</dc:identifier>
          <dc:description>Dalam budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan karena hama dan penyakit berpengaruh terhadap hasil produksi buah. Salah satu jenis hama yang mengganggu tanaman kelapa sawit adalah ulat api (Setothosea asigna).Dengan membuat pestisida alami yang dilakukan dengan proses maserasi, selanjutnya dengan uji potensi ekstrak daun lamtoro (Leucaena leuscocephala L) terhadap hama ulat api Setothosea asigna) sehingga dapat menekan perkembangan hama ulat api (Setothosea asigna).Penelitian dilaksanakan diareal penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) kampus LPP Medan. Waktu penelitian dimulai pada bulan Maret sampai Agustus 2020. Metode yang digunakan yaitu Racangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 4 taraf dan 6 ulangan.Hasil penelitian menunjukan untuk mengetahui konsentrasi dari daun lamtoro (Leucaena leucocepha L.) terhadap mortalitas ulat api (Setothosea asigna ).pada 1HSA menunjukkan bahwa perlakuan L3 berbeda nyata dengan perlakuan L2,L1 dan L0. Pada pengamatan ini mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan L3 dengan nilai rataan 33% dilanjut kan dengan L2 sebesar 26% dan L1 sebesar 20%. Pada pengamatan yang dilakukan pada 2HSA menunjukkan bahwa perlakuan L3  berbeda nyata dengan perlakuan L2,L1dan L0. dari hasil uji rataan (DMRT) dapat dilihat bahwa yang tertinggi pada perlakuan L3 dengan rata-rata mortalitas 73,33%, hal ini dikarenakan konsentrasi yang tinggi pada L3 (60%). Sedangkan pada pengamatan 3 HSA terlihat berpengaruh nyata terhadap mortalitas ulat api dengan rata-rata 100% pada perlakuan L1, L2,dan L3. Akan tetapi L1,L2 dan L3 berbeda nyata dengan perlakuan L0.Rata-rata kecepatan kematian hama ulat api terbaik adalah pada perlakuan L3 (60%) dengan catatan kematian hama 1,90 hari per hama atau tercepat dari perlakuan perlakuan lainnya.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-21_134650.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 BON E</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-387</identifier>
        <datestamp>2023-06-21T14:08:42Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH JUMLAH RUAS YANG DITANAM PADA METODE RUNDUK GULUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Mucuna bracteata DI PEMBIBITAN</dc:title>
          <dc:creator>DITA PUTI SUWANTO</dc:creator>
          <dc:subject>Mucuna Bracteata</dc:subject>
          <dc:subject>Ruas Runduk Gulung</dc:subject>
          <dc:subject>Metode Runduk Gulung</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=387</dc:identifier>
          <dc:description>Mucuna bracteata merupakan salah satu jenis Leguminosae Cover Crop (LCC) yang banyak digunakan di perkebunan Indonesia. Keunggulan Mucuna bracteata adalah pertumbuhannya cepat. Berdasarkan hal ini maka dilakukan penelitian melihat laju perbedaan jumlah ruas yang ditanam yang dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan Mucuna bracteata.Penelitian dilaksanakan di areal kebun praktek Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yang terdiri dari 1 perlakuan dengan 4 taraf yaitu R0 (1 ruas runduk gulung), R1 (2 ruas runduk gulung), R2 (3 ruas runduk gulung), R3 (4 ruas runduk gulung) dan dengan 5 ulangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R2 yaitu 3 ruas runduk gulung memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter pertambahan panjang sulur, yaitu 89,66 cm, pertambahan jumlah sulur, yaitu 6,38 buah, pertambahan jumlah daun, yaitu 12,50 helai, pertambahan jumlah ruas, yaitu 11,32 buah, dan pengukuran volume akar, yaitu 13,00 ml. Perlakuan jumlah ruas runduk gulung memberikan pengaruh nyata terhadap parameter panjang sulur, jumlah sulur, jumlah daun, jumlah ruas, dan volume akar.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-21_140227.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>61 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 DIT P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-388</identifier>
        <datestamp>2023-06-21T14:16:34Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>UJI POTENSI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) UNTUK PENGENDALIAN ULAT API (Setothosea asigna) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)</dc:title>
          <dc:creator>EDO PURNAMA ANTARIKSA</dc:creator>
          <dc:subject>Setothosea Asigna</dc:subject>
          <dc:subject>Citrus Aurantiifolia</dc:subject>
          <dc:subject>Maserasi</dc:subject>
          <dc:subject>Ekstrak</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=388</dc:identifier>
          <dc:description>Permasalahan utama dalam budidaya kelapa sawit adalah organisme pengganggu tanaman, salah satunya ulat pemakan daun yaitu ulat api (Setothosea asigna). Ulat api memakan daun hingga menyisakan tulang daun dalam kondisi yang parah tanaman akan kehilangan daun sekitar 90%. Mengatakan bahwa kerusakan daun yang terjadi pada tanaman kelapa sawit berumur 8 tahun, diperkirakan penurunan produksi mencapai 30-40% pada 2 tahun setelah terjadi kehilangan daun akibat serangan ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS). Kerusakan daun yang terjadi pada tanaman kelapa sawit yang lebih muda, dapat menyebabkan kehilangan hasil yang kecil. Kehilangan daun sebesar 50% pada tanaman kelapa sawit yang berumur 1-2 tahun, masing-masing akan mengakibatkan penurunan produksi sebesar 12-24% dan &lt;4% pada dua tahun pasca serangan.Penelitian dilaksanakan di areal penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) kampus LPP Medan. Waktu penelitian dimulai pada bulan Maret sampai Agustus 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Ancak Kelompok non faktorial dengan 4 taraf dan 6 ulangan. Konsentrasi yang dilakukan yaitu E0 (kontrol) E1 (15%) E2 (30%) E3 (45%)Hasil penelitian menunjukan bahwa mortalitas ulat api perlakuan ekstrak kulit jeruk nipis Citrus aurantiifolia pada pengamatan 1HSA bahwa mortalitas yang tertinggi terdapat pada perlakuan E3 dengan mortalitas sebesar 53,33, dapat dilihat pula pada perlakuan E3 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan E1 dan E2 tetapi berbeda nyata dengan E0. Sedangkan pada 2HSA tingkat mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan E3 dengan mortalitas sebesar 96,67 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan E1 dan E2 tetapi berbeda nyata dengan E0. Pada hari 3HSA dapat dilihat bahwa perlakuan aplikasi insektisida nabati memberikan pengaruh yang nyata terhadap mortalitas ulat api, dengan mortalitas yang tertinggi terdapat pada taraf E3 dengan konsetrasi ekstrak kulit jeruk nipis 45% berbeda nyata dengan taraf E0. Tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas ulat api pada taraf E1, E2 dan E3.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-21_141015.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 EDO U</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-389</identifier>
        <datestamp>2023-06-21T14:24:38Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EFEKTIVITAS APLIKASI BIOCHAR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR HARA DAUN BIBIT  KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>EKA PUTRI SUNDARI</dc:creator>
          <dc:subject>Biochar</dc:subject>
          <dc:subject>Kadar Hara Daun</dc:subject>
          <dc:subject>Pupuk Majemuk</dc:subject>
          <dc:subject>Tandan Kosong Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=389</dc:identifier>
          <dc:description>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar tandan kosong kelapa sawit pada media tanam terhadap pertumbuhan dan kadar hara daun bibit kelapa sawit. Luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia selama lima tahun terakhir cenderung menunjukkan peningkatan, sehingga semakin meningkat juga jumlah limbah yang dihasilkan. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu hasil industri sawit yang kerap menjadi limbah. Biochar merupakan bahan padat kaya karbon hasil konversi dari limbah organik (biomassa pertanian) melalui pemakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas (phrolysis). Biochar bukan pupuk tetapi berfungsi sebagai bahan pembenah tanah, biochar berpotensi untuk memperbaiki kesuburan tanah. Bila digunakan sebagai bahan pembenah tanah bersama pupuk organik dan anorganik, biochar dapat meningkatkan produktivitas, serta retensi dan ketersediaan hara bagi tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan STIPAP Medan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 Faktorial terdiri dari 9 perlakuan dengan 4 ulangan, sehingga total sampel keseluruhan 36 bibit. Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, lingkar batang, jumlah daun, jumlah kadar klorofil daun, jumlah akar primer, berat kering tajuk, berat kering akar dan kadar hara N, P, K.  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis of varience (ANOVA) dengan uji beda nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi biochar tandan kosong kelapa sawit kelapa sawit dan pupuk majemuk memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi batang, lingkar batang, jumlah daun, jumlah akar primer, kadar klorofil daun, berat kering tajuk dan berat kering akar sedangkan interaksi perlakuan biochar tandan kosong kelapa sawit dan pupuk majemuk tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-21_141704.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 EKA E</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-390</identifier>
        <datestamp>2023-06-21T14:29:51Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>EFEKTIVITAS APLIKASI BIOCHAR PELEPAH KELAPA SAWIT PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR HARA DAUN BIBIT  KELAPA SAWIT</dc:title>
          <dc:creator>FIQI HARPAN TUSA TARIHORAN</dc:creator>
          <dc:subject>Biochar</dc:subject>
          <dc:subject>Pupuk Majemuk</dc:subject>
          <dc:subject>Bibit kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=390</dc:identifier>
          <dc:description>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar pelepah kelapa sawit pada media tanam terhadap pertumbuhan dan kadar hara daun bibit kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang memiliki peran penting di Indonesia saat ini. Biochar merupakan bahan padat kaya karbon hasil konversi dari limbah organik (biomassa pertanian) melalui pembakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas (phrolysis). Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan STIPAP Medan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 Faktorial terdiri dari 9 perlakuan dengan 4 ulangan, sehingga total sampel keseluruhan 36 bibit. Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, lingkar batang, jumlah daun, jumlah kadar klorofil daun, jumlah akar primer, berat kering tajuk, berat kering akar dan kadar hara N, P, K.  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis of varience (ANOVA) dengan uji lanjut F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi biochar pelepah kelapa sawit dan pupuk majemuk memberikan beberapa pengaruh nyata dan sangat nyata terutama pada perlakuan B2 (40% biochar) dan M3 (pupuk majemuk 100%) memberikan pengaruh nyata dan sangat nyata pada tinggi bibit, lingkar batang, jumlah daun dan klorofil daun, jumlah akar primer, berat kering tajuk dan akar. Interaksi biochar pelepah kelapa sawit dan pupuk majemuk tidak memberikan berpengaruh nyata dan unsur hara N, P dan K perlakuan tunggal biochar yang berpengaruh nyata adalah unsur hara K dengan kenaikan indeks pada B1 adalah 16%</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-21_142522.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 FIK E</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <record>
      <header>
        <identifier>oai:repo.itsi.ac.id:slims-391</identifier>
        <datestamp>2023-06-21T14:34:58Z</datestamp>
        <setSpec>2020</setSpec>
      </header>
      <metadata>
        <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
          <dc:title>PENGARUH EKSTRAK TUNAS BAMBU (REBUNG) DAN PUPUK KANDANG MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT  KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) VARIETAS  DxP LANGKAT DI MAIN NURSERY</dc:title>
          <dc:creator>HADITYA PERMANA</dc:creator>
          <dc:subject>Kelapa Sawit</dc:subject>
          <dc:subject>Pupuk Kandang</dc:subject>
          <dc:subject>Ekstrak Rebung</dc:subject>
          <dc:publisher>Institut Teknologi Sawit Indonesia</dc:publisher>
          <dc:date>2020</dc:date>
          <dc:language>id</dc:language>
          <dc:format>Text</dc:format>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=391</dc:identifier>
          <dc:description>Tempat penelitian dilaksanakan dikebun STIPAP Medan. Waktu penelitian dimulai pada bulan Maret 2020 hingga Juni 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rebung dan pupuk kandang dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di Main Nursery.Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu Ekstrak Rebung dan Pupuk Kandang dengan kombinasi 3 taraf Ekstrak Rebung dan 3 taraf Pupuk Kandang yang diulang sebanyak 3 kali. Dari 2 tersebut diatas di kombinasi menjadi 9 kombinasi perlakuan yaitu :R0K0 = Tanpa Rebung, tanpa Pupuk Kandang (kontrol),R0K1 = Tanpa Rebung, 0,9kg Pupuk Kandang/polibag,R0K2 = Tanpa Rebung, 1,8kg Pupuk Kandang/polibag,R1K0 = 30 cc Rebung/liter air, tanpa Pupuk Kandang,R1K1 = 30 cc Rebung/liter air, 0,9 kg Pupuk Kandang/polibag,R1K2 = 30 cc Rebung/liter air, 1,8 kg Pupuk Kandang/polibag,R2K0 = 60 cc Rebung/liter air, tanpa Pupuk Kandang,R2K1 = 60 cc Rebung/liter air, 0,9 kg Pupuk Kandang/polibag,R2K2 = 60 cc Rebung/liter air, 1,8 kg Pupuk Kandang/polibagBerdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan ekstrak rebung dan pupuk kandang memberikan pertumbuhan yang lebih baik terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun berat basah berat kering di  bandingkan dengan bibit kelapa sawit tanpa aplikasi. Pertumbuhan terbaik pada bibit kelapa sawit terdapat pada ekstrak rebung dengan dosis 60 cc dan pupuk kandang 0,9 kg Tetapi pada interaksinya tidak berpengaruh nyata antar seluruh perlakuan.</dc:description>
          <dc:location>Institut Teknologi Sawit Indon</dc:location>
          <dc:identifier>http://repo.itsi.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Screenshot_2023-06-21_143031.png.png</dc:identifier>
          <dc:description>60 Hlm,: 30 cm</dc:description>
          <dc:subject>2020 HAD P</dc:subject>
        </oai_dc:dc>
      </metadata>
    </record>
    <resumptionToken expirationDate="2026-06-11T21:11:48Z" completeListSize="870" cursor="300">300____oai_dc</resumptionToken>
  </ListRecords>
</OAI-PMH>
