Text
PENGARUH APLIKASI MOL BONGGOL PISANG AMBON DAN PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI MAIN NURSERY
XMLJOEL ERIKSON PURBA. PENGARUH APLIKASI MOL BONGGOL PISANG AMBON DAN PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI MAIN NURSERY. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Ingrid O.Y. S, SP., M.Sc dan Habib Prayitno, S. Psi., M.Psi.
Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang terbuat dari bahan-bahan alami sebagai medium berkembangnya mikroorganisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan organik. MOL dapat diolah dari berbagai bahan yang berada di sekitar kita seperti bonggol pisang.Bonggol pisang mengandung gizi yang cukup tinggi dengan komposisi yang lengkap, mengandung karbohidrat (66%), mempunyai kandungan kadar protein 4,35% dan unsur hara lainnya. Bonggol pisang diketahui mengandung mikrobia pengurai bahan organik, mikrobia pengurai tersebut terletak pada bonggol pisang bagian luar maupun bagian dalam jenis mikrobia yang telah diidentifikasi pada bonggol pisang antara lainAzospirillium, Azotobacter sp, Bacillus sp, Aeromonas sp, Aspergillus nigger, mikroba pelarut phospat dan mikroba selulotik, sehingga dapat meningkatkan kesuburun tanah karena ketersediaan bahan organik. Dengan kandungan yang terdapat didalam MOL bonggol pisang, sehingga perlu dilakukan penelitian pengaruh aplikasi MOL bonggol pisang dan pupuk majemuk terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di Main Nursery. Penelitian ini dilaksanakan di areal pembibitan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan, waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai pada bula n Februari 2021 sampai dengan Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan dengan total bibit keseluruhan adalah 27 bibit. Taraf perlakuan yang digunakan adalah Faktor l: MOL Bonggol Pisang dengan 3 taraf (A) dimana A0: 0 ml/tanaman (kontrol), A1: 250 ml/tanaman, A2: 300 ml/tanaman dan Faktor ll : Pupuk NPK dengan 3 taraf (B) dimana B0: 5 g/tanaman, B1: 10 g/tanaman, B2: 15 g/tanaman. Hasil penelitian menunujukkan bahwa , pengaruh aplikasi MOL bonggol pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit, berpengaruh nyata pada pada parameter jumlah daun, dan berpengaruh sangat nyata pada parameter berat kering tajuk dan berat kering akar bibit kelapa sawit. Perlakuan terbaik pada penelitian ini terdapat pada A2B0 dengan dosis MOL bonggol pisang 300 ml, dan pupuk NPK 5 g.
Detail Information
Item Type |
Bachelor's Thesis
|
---|---|
Penulis |
JOEL ERIKSON PURBA - Personal Name
|
Student ID |
1701107
|
Dosen Pembimbing |
Ingrid O.Y. S, SP., M.Sc - - Dosen Pembimbing 1
Habib Prayitno, S. Psi., M.Psi - - Dosen Pembimbing 2 |
Penguji | |
Kode Prodi PDDIKTI | |
Edisi |
Published
|
Departement | |
Kontributor | |
Bahasa |
Indonesia
|
Penerbit | Institut Teknologi Sawit Indonesia : Medan., 2021 |
Edisi |
Published
|
Subyek | |
No Panggil |
2021 Joe P
|
Copyright |
Institut Teknologi Sawit Indonesia
|
Doi |